Pemkot Jogja mendata daycare-daycare di wilayahnya usai temuan kasus dugaan kekerasan di penitipan anak (daycare) Little Aresha Jogja. Dari temuan itu ternyata 31 daycare di Jogja belum berizin.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan sampai hari ini terdata 68 daycare yang ada di Kota Jogja. Namun, 31 di antaranya belum mengantongi izin.
"Sampai hari ini total yang terdata sudah 68 daycare. Dari 68 itu, yang resmi berizin ada 37, kemudian yang lainnya belum berizin," ujar Hasto di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Selasa (28/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto menyebut rata-rata daycare yang belum berizin ini berada di dalam lingkup TK maupun PAUD. Mereka hanya mengantongi izin operasional TK-PAUD.
"Artinya, lembaga ini adalah TK atau PAUD, terus dia membuka juga daycare. Harusnya TK-nya izin, PAUD-nya izin, dan daycare-nya pun harus izin. Tapi mereka belum memiliki izin (daycare)," papar Hasto.
Sesuai arahan Gubernur DIY, kata Hasto, daycare yang belum berizin akan ditutup sementara sampai izin keluar. Pemerintah akan memfasilitasi dan membantu proses perizinan, khususnya bagi bagi daycare yang memang pelayanan dan fasilitasnya sudah bagus.
"Tadi arahan Ngarsa Dalem (Gubernur DIY), sudahlah, yang belum berizin untuk sementara ditutup dulu sambil diminta untuk mengajukan perizinan. Terus pemerintah juga harus proaktif membantu," ungkap Hasto.
"Karena tidak semua TPA (tempat penitipan anak) itu jelek, tidak semua TPA itu buruk. Banyak TPA yang bisa dipercaya dan sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau nanti masyarakat tidak bisa mengakses TPA, itu juga akan repot. Banyak orang bekerja, suami-istri, lalu anak mau dititipkan ke mana? Yang penting kami harus terus mendampingi mereka agar aman," tegasnya.
Selain langkah penanganan operasional daycare, Pemkot Jogja juga melakukan langkah penanganan terhadap para korban daycare Little Aresha. Pemkot mengerahkan tim khusus yang dibuat untuk memberikan pendampingan dan pelayanan terhadap para korban Little Aresha.
Ada 149 Aduan soal Daycare
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, Retnaningtyas mengatakan pihaknya juga membuka hotline untuk menerima aduan dari para korban.
"Kami sudah membuka hotline helpdesk di UPT PPA untuk keluarga korban. Sekarang sudah ada 149 data yang masuk ke tempat kami," papar Ratna.
"149 yang mengakses di hotline kami, melaporkan melalui hotline. Ada yang sudah lulus (dari daycare Little Aresha) kemudian ikut melaporkan juga," sambungnya.
Ratna akan melakukan asesmen terhadap 149 aduan itu untuk memetakan kebutuhan yang diperlakukan. Selanjutnya, pihaknya akan memberikan layanan sesuai kebutuhan.
"Macam-macam hasilnya, nanti butuh pendampingan-pendampingan lebih lanjut," ungkap Ratna.
"Sampai saat ini berdasarkan data hari Minggu itu sudah 37 anak yang kita asesmen, hari Senin 53, dan ini masih berjalan terus sampai hari Kamis nanti," pungkasnya.

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
Pekerja Tewas Tertimpa Tembok Saat Bongkar Rumah di Sleman