Ada lebih dari 20 kapal disebut berhasil melintasi Selat Hormuz, salah satunya dikabarkan bergerak menuju Indonesia. Adapun kapal tersebut bermuatan gas minyak bumi cair atau Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Berdasarkan laporan dari perusahaan analisis perkapalan, Kpler, tercatat kapal-kapal tersebut berhasil melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026) lalu.
Dilansir Reuters sebagaimana dikutip detikFinance, Senin (20/4), jumlah ini menjadi yang terbesar melintasi Selat Hormuz sejak 1 Maret. Adapun rinciannya, sebanyak lima kapal kargo dari Iran bermuatan minyak hingga logam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, ada tiga pengangkut gas minyak bumi cair atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) menuju China dan India. Lalu, kapal tanker Crave berbendera Panama yang membawa LPG dari Uni Emirat Arab menuju Indonesia.
Selain itu, dua dari tiga kapal tanker, Akti A dan Athina, bermuatan produk olahan dari Bahrain menuju ke Mozambik dan Thailand. Kemudian kapal tanker berbendera Liberia, Navig8 Macallister, bermuatan 500.000 barel nafta dari Uni Emirat Arab ke Ulsan, Korea Selatan.
Ada juga kapal tanker minyak mentah raksasa (Very Large Crude Carrier/VLCC) berbendera Liberia, FPMC C Lord, membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Saudi dan menuju pelabuhan Mailiao, Taiwan.
Baca juga: Lewati Selat Hormuz, 2 Kapal Ditembaki Iran |
Kapal Indai, Desh Garima, bermuatan sekitar 780.000 barel minyak mentah Das dari Uni Emirat Arab menuju Sri Lanka. Selanjutnya kapal Ruby bermuatan pupuk Qatar keluar menuju Uni Emirat Arab.
Terakhir, kapal pengangkut curah Merry M bermuatan kokas minyak bumi dari Arab Saudi ke Ravenna, Italia.
