Lewati Selat Hormuz, 2 Kapal Ditembaki Iran

Internasional

Lewati Selat Hormuz, 2 Kapal Ditembaki Iran

Isal Mawardi - detikJogja
Minggu, 19 Apr 2026 07:00 WIB
A vessel at the Strait of Hormuz, off the coast of Omans Musandam province, April 12, 2026. REUTERS
Ilustrasi kapal di Selat Hormuz. Foto: REUTERS/Stringer
Jogja -

Militer Iran dilaporkan menembaki dua kapal yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz. Belum diketahui identitas dua kapal yang terkena tembakan itu.

Dilansir Reuters via detikNews Sabtu (18/4/2026), kapal-kapal dagang yang mencoba melewati Hormuz menerima panggilan radio dari angkatan laut Iran. Mereka diberi tahu bahwa mereka tidak diizinkan lewat.

Beberapa kapal komersial yang mencoba melintasi selat itu dilaporkan sempat menerima pemberitahuan dari para pelaut sehari sebelumnya, bahwa Selat Hormuz akan diizinkan terbuka namun terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber perkapalan dan keamanan maritim kepada Reuters mengungkapkan, dua kapal itu melaporkan kapal-kapal Iran melepaskan tembakan. Penembakan itu disebut terjadi di antara Pulau Qeshm dan Larak.

ADVERTISEMENT

Kapal-kapal tersebut berbalik arah tanpa menyelesaikan penyeberangan, kata sumber-sumber tersebut. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan pihaknya telah menerima laporan insiden tersebut 20 mil laut di timur laut Oman.

Kapten sebuah kapal tanker menyatakan, pihaknya didekati dua kapal perang Korps Garda Revolusi Islam Iran yang menembaki kapal tersebut. Kapal tanker dan awaknya selamat. Sementara kapal kontainer juga terkena tembakan, demikian pernyataan sumber keamanan maritim.

Beberapa kapal melaporkan angkatan laut Iran telah menyiarkan pesan VHF yang menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup kembali.

"Perhatian semua kapal, sehubungan dengan kegagalan pemerintah AS untuk memenuhi komitmennya dalam negosiasi, Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya ditutup kembali. Tidak ada kapal jenis atau kewarganegaraan apa pun yang diizinkan untuk melewati Selat Hormuz," bunyi pesan radio tersebut.

Ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut terdampar di Teluk. Mereka menunggu untuk melewati jalur air utama tersebut, yang menangani sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair global.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads