Embarkasi Haji Jogja akan beroperasi perdana tahun ini. Berbeda dari embarkasi lainnya, embarkasi Jogja menggunakan hotel sebagai asrama haji. 224 kamar hotel pun telah siap menampung para calon jemaah haji yang mulai berangkat besok.
Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mustofa, mengatakan seluruh jemaah calon haji akan ditempatkan pada satu hotel. Sementara petugas penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terbagi di dua hotel.
"Di hotel Ibis ada 224 kamar untuk jemaah haji dan sebagian satgas PPIH embarkasi (Ibis) hanya untuk jemaah dan petugas, untuk jemaah haji satu hotel," ujar Jauhar saat dihubungi detikJogja, Senin (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kita sterilkan satu hotel, hotel Ibis, yang Novotel untuk pendukung. Jadi nanti PPIH berkantor di Novotel, kemudian yang Ibis kita sterilkan dari dunia luar hanya untuk jemaah haji maupun Satgas," sambungnya.
Hotel Ibis, kata Jauhar, hanya fokus untuk melayani jemaah haji selama sebulan ke depan. Terhitung mulai tanggal 21 April atau pemberangkatan kloter pertama dari embarkasi Jogja.
Pada operasional perdananya, Jauhar memaparkan, Embarkasi jogja memberangkatkan 9.320 jemaah yang terbagi dalam 26 kloter. Nantinya, satu kamar hotel akan diisi 3 jemaah.
"Jadi karena kita embarkasi baru dan berbasis hotel sehingga memang pusat mempercayai kita untuk memberangkatkan hanya 1 kloter 1 hari sehingga bergantian," ujar Jauhar.
"Kloter 1 masuk tanggal 21, terbang malam kemudian kloter 2 baru masuk tanggal 22 terbangkan seperti itu, jadi bergantian. Jadi tidak ada 2 kloter dalam satu tempat jadi bergantian, begitu diterbangkan kloter yang lain selanjutnya kita panggil masuk," imbuhnya.
Lebih lanjut Jauhar menjelaskan, hotel yang digunakan ini sudah didesain sebagai asrama haji. Beberapa simulasi pun telah dilakukan, termasuk integrasi dari hotel jemaah dan hotel petugas.
"Kita mengadakan simulasi sampai dua kali kemarin dan juga hal-hal teknis yang lain kita menyusun SOP, menyusun peta jalan, alur, flow agar hotel yang kita tunjuk menjadi Embarkasi ini betul-betul bisa kita fasilitasi, kita gunakan," pungkasnya.
