- Renungan Katolik Hari Ini Senin, 20 April 2026 Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 20 April 2026 Bacaan I Kis. 6:8-15 Bacaan Mazmur Mzm. 119:23-24,26-27,29-30 Bacaan Injil Yoh. 6:22-29 Bacaan Kis 8:26-40 Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026 Doa Katolik Hari Ini
- FAQ 1. Renungan harian Katolik 20 April 2026 tentang apa? 2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 20 April 2026? 3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 20 April 2026?
Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 20 April 2026 merupakan hari Senin biasa pekan III Paskah dengan peringatan kisah Santo Teodorus Trichinas, Martir; dan Santa Oda, Biarawati. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.
Mengangkat tema tentang keberanian, mari simak renungan Katolik hari Senin, 20 April 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Ernest Justin SJ. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Senin, 20 April 2026
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 20 April 2026
Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 20 April 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Kis. 6:8-15; dilanjut Mazmur Mzm. 119:23-24,26-27,29-30; bacaan Injil Yoh. 6:22-29; dan bacaan ofisi Kis 8:26-40. Berikut ini uraian lengkapnya:
Bacaan I Kis. 6:8-15
- Kis 6:8 Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.
- Kis 6:9 Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini?anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria?bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus,
- Kis 6:10 tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.
- Kis 6:11 Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan: "Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah."
- Kis 6:12 Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.
- Kis 6:13 Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata: "Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat,
- Kis 6:14 sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita."
- Kis 6:15 Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.
Bacaan Mazmur Mzm. 119:23-24,26-27,29-30
- Mzm 119:23 Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
- Mzm 119:24 Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.
- Mzm 119:26 Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku?ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
- Mzm 119:27 Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
- Mzm 119:29 Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
- Mzm 119:30 Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.
Bacaan Injil Yoh. 6:22-29
- Yoh 6:22 Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
- Yoh 6:23 Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
- Yoh 6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
- Yoh 6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
- Yoh 6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
- Yoh 6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
- Yoh 6:28 Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
- Yoh 6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
Bacaan Kis 8:26-40
- Kis 8:26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.
- Kis 8:27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.
- Kis 8:28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.
- Kis 8:29 Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!"
- Kis 8:30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?"
- Kis 8:31 Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.
- Kis 8:32 Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.
- Kis 8:33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.
- Kis 8:34 Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"
- Kis 8:35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.
- Kis 8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
- Kis 8:37 (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.")
- Kis 8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.
- Kis 8:39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.
- Kis 8:40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.
Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026
Hidup kita dihiasi oleh serangkaian pilihan yang harus kita buat: Kita mau menggunakan waktu untuk bermalas-malasan atau berolahraga? Kita mau menggunakan waktu untuk main Instagram atau membaca sesuatu yang berkualitas?
Seorang ayah atau ibu mau menemani anaknya belajar atau sibuk dengan urusannya sendiri? Kita memilih untuk menjadi pribadi yang pahit atau pribadi yang bahagia?
Kita akan terus diminta untuk memilih. Kita bisa membuat pilihan yang baik atau bisa pula kurang tepat. Bagaimana kita bisa membuat pilihan yang baik?
Pengalaman kebangkitan adalah pengalaman memilih yang tepat. Kita perlu mampu membedakan antara sarana dan tujuan. Pandangan kita sering kali kabur ketika harus memilih antara sarana dan tujuan.
Sarana sering kali lebih menarik dan menjadi titik perhatian kita. Kita menghabiskan waktu dan energi untuk mengejar sarana, kemudian kita merasa kosong dan hampa. Sarana menipu kita, sehingga kita tidak pernah menemukan tujuan yang sejati.
Yesus adalah tujuan yang sejati. Sarana-sarana yang ditawarkan oleh dunia perlu kita gunakan secukupnya. Sarana kita gunakan untuk mencapai tujuan sejati. Mari kita mohon rahmat agar semakin bijaksana untuk membedakan sarana dan tujuan.
Siapkah kita memilih tujuan sejati dalam hidup kita?
Doa Katolik Hari Ini
Ya Allah, Engkau menunjukkan cahaya kebenaran-Mu kepada orang-orang yang sesat, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Semoga kami semua yang menamakan diri orang Kristen menjauhkan segalanya yang bertentangan dengan nama itu, serta berusaha hidup sebagai orang kristen sejati.
Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari ini Senin, 20 April 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
FAQ
1. Renungan harian Katolik 20 April 2026 tentang apa?
Renungan Katolik hari ini 20 April 2026 mengangkat refleksi tentang kehidupan yang selalu dipenuhi pilihan, salah satunya tentang pilihan tujuan sejati.
2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 20 April 2026?
Bacaan Injil Katolik 20 April 2026 adalah Yohanes 6 mulai dari ayat 22 sampai 29.
3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 20 April 2026?
Dalam renungan harian Katolik 20 April 2026, kita juga merenungi kisah Santo Teodorus Trichinas (Martir) dan Santa Oda (Biarawati).
(sto/dil)












































Komentar Terbanyak
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja