Melania Trump Bantah Terlibat Skandal Epstein, Begini Pengakuannya

Melania Trump Bantah Terlibat Skandal Epstein, Begini Pengakuannya

Yogi Ernes - detikJogja
Jumat, 10 Apr 2026 09:45 WIB
Istri dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump buka suara soal keterkaitannya dengan skandal kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Istri Presiden AS Donald Trump, Melania Trump, di Rapat Dewan Keamanan PBB. Foto: REUTERS/Jeenah Moon
Jogja -

Istri dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump buka suara soal keterkaitannya dengan skandal kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Dia mengaku sama sekali tak terlibat, atau bahkan mengenal Epstein.

Dilansir AFP dan CNN via detikNews, Jumat (10/4/2026), Melania menyampaikan keterangannya dari Gedung Putih pada Kamis (9/4) waktu setempat.

"Saya tidak pernah berteman dengan Epstein. Donald dan saya diundang ke pesta yang sama dengan Epstein dari waktu ke waktu, karena tumpang tindih dalam lingkaran sosial adalah hal biasa di Kota New York dan Palm Beach," kata Melania.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku tak memiliki hubungan apapun dengan Epstein atau jaringan kejahatan seksualnya.

ADVERTISEMENT

"Agar jelas, saya tidak pernah memiliki hubungan dengan Epstein atau kaki tangannya, [Ghislaine] Maxwell," sambungnya.

Melania membantah tudingan ia pernah berkunjung ke pulau pribadi Epstein. Dia menyatakan sama sekali tak pernah berada di pesawat atau pulau pribadi Epstein.

"Saya tidak pernah mengetahui pelecehan Epstein terhadap para korbannya. Saya tidak pernah terlibat dalam kapasitas apa pun. Saya bukan peserta. Tidak pernah berada di pesawat Epstein, dan tidak pernah mengunjungi pulau pribadinya," kata Melania Trump.

Melania juga mendorong Kongres AS menyediakan forum bagi korban Epstein untuk buka bersaksi. Dia berharap setiap perempuan bisa menceritakan kisahnya di depan umum.

"Saya menyerukan kepada Kongres untuk menyediakan sidang publik bagi para perempuan yang telah menjadi korban Epstein, yang secara khusus berpusat pada para penyintas, memberi para korban ini kesempatan untuk bersaksi di bawah sumpah di hadapan Kongres dengan kekuatan kesaksian yang disumpah," katanya.

"Setiap perempuan harus memiliki kesempatan untuk menceritakan kisahnya di depan umum, jika ia menginginkannya, dan kemudian kesaksiannya harus dimasukkan secara permanen ke dalam catatan Kongres," sambung Melania.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads