Jumat Agung merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah dalam kalender Liturgi umat Kristiani. Momen ini bukan hanya sebuah peringatan namun juga memiliki makna yang mendalam untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus.
Menurut buku Hari Raya Liturgi, Sejarah dan Pesan Pastoral Gereja oleh Rasid Rachman, sejak abad ke-2, hanya terdapat Paskah untuk memperingati pengorbanan dan kebankitan Yesus. Namun, seiring waktu, terjadi perubahan yang membagi peringatan pengorbanan dan kebangkitan. Peristiwa pengorbanan Yesus kemudian diperingati secara khusus pada Jumat Agung sehingga tidak lagi digabungkan dalam perayaan Paskah.
Jumat Agung menjadi hari untuk mengenang pengorbanan dan kematian Yesus dan dirayakan dengan melakukan serangkaian ibadah yang berfokus pada renungan supaya lebih menyatu pada penderitaan Yesus selama pengorbanan. Salah satu tradisi umat Kristiani dalam liturgi adalah penggunaan warna yang berbeda-beda pada setiap perayaannya, termasuk pada Jumat Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa warna baju yang dipakai saat Jumat Agung sesuai Liturgi? Simak penjelasan berikut ini.
Mengenal Jumat Agung Umat Kristiani
Dilansir laman Franciscan Foundation For The Holy Land, peristiwa sengsara Yesus menjadi inti peringatan Jumat Agung. Dimulai dari pergumulan batin di Taman Getsemani hingga wafat di kayu salib, Yesus mengalami penderitaan fisik dan emosional yang luar biasa. Ia dikhianati, ditinggalkan oleh murid-murid-Nya, diadili secara tidak adil, hingga dijatuhi hukuman mati.
Yesus kemudian disiksa, diejek, dimahkotai duri, dan dipaksa memanggul salib menuju Golgota. Semua penderitaan tersebut selaras dengan nubuat dalam Kitab Yesaya, yang menggambarkan sosok Hamba yang Menderita demi menebus dosa manusia. Penyaliban yang Ia alami merupakan salah satu bentuk hukuman paling kejam pada masa itu, yang menyebabkan penderitaan panjang sebelum kematian.
Kematian Yesus bukan sekadar tragedi, melainkan pengorbanan sukarela demi keselamatan umat manusia. Ia menanggung dosa dunia dan mempersembahkan diri sebagai kurban sempurna kepada Allah. Akhirnya, melalui kematian Yesus, jalan menuju keselamatan terbuka dan semua orang kini memiliki akses kepada belas kasihan Allah.
Cara Umat Kristiani Memperingati Jumat Agung
Jumat Agung dapat diperingati dengan melakukan serangkaian ibadah, mencakup penghormatan Salib, pembacaan Kitab Suci, dan doa-doa yang mengingatkan pada pengorbanan Yesus. Menjalani Sengsara Kristus membantu umat Kristiani dalam merenungkan penderitaan dan kasih-Nya.
Berpuasa dan berpantang makan daging juga dapat dilakukan sebagai bentuk pengorbanan sederhana agar umat Kristiani semakin bersatu dengan penderitaan Yesus. Selanjutnya, dengan meluangkan waktu dalam doa hening dan merenungkan tujuh kata terakhir dan makna salib untuk memperdalam iman.
Warna Liturgi Jumat Agung
Disadur dari Buku Ajar Liturgika oleh Julianus Serang dan buku Ensiklopedia Gereja: H-J oleh Adolf Heuken, warna liturgi pada Jumat Agung adalah merah, yang melambangkan api dan darah sebagai simbol kekuatan Roh Kudus sekaligus pengorbanan.
Warna ini digunakan untuk menegaskan makna mendalam dari peristiwa penyaliban, yakni kasih dan pengorbanan yang begitu besar bagi umat manusia. Selain itu, merah juga menggambarkan darah Yesus Kristus yang tercurah di kayu salib, yang menjadi tanda penebusan dosa dan keselamatan bagi manusia.
Di sisi lain, sebagian umat Kristiani juga memilih mengenakan pakaian berwarna hitam saat Jumat Agung. Warna hitam identik dengan suasana duka dan kesedihan sehingga mencerminkan perasaan kehilangan atas penderitaan dan wafatnya Yesus.
Makna Jumat Agung Bagi Umat Kristiani
Jumat Agung memang identik dengan suasana duka atas penderitaan dan kematian Yesus. Namun, di balik itu tersimpan harapan yang besar. Kematian Kristus bukanlah akhir, melainkan awal dari kemenangan yang mengarah pada kebangkitan dan kehidupan baru.
Melalui perenungan dan ibadah dalam rangka memperingati Jumat Agung, umat Kristiani diajak untuk membuka hati terhadap kasih Kristus yang begitu besar. Pengorbanan-Nya merupakan wujud kasih tertinggi, sekaligus panggilan bagi setiap orang untuk hidup dalam kasih dan rahmat-Nya.
Jumat Agung Bagian dari Pekan Suci
Jumat Agung merupakan bagian dari rangkaian Pekan Suci, khususnya bagi umat Kristen Katolik. Pekan ini memperingati perjalanan sengsara hingga kebangkitan Yesus, yang terdiri dari:
- Minggu Palma (Palem): Memperingati masuknya Yesus ke Yerusalem
- Kamis Putih: Peristiwa Perjamuan Terakhir
- Jumat Agung: Penyaliban, wafat, dan pemakaman Yesus
- Sabtu Suci: Masa penantian sebelum kebangkitan
- Minggu Paskah: Peringatan kebangkitan Yesus
Demikianlah penjelasan mengenai warna baju yang dipakai saat Jumat Agung sesuai dengan Liturgi. Semoga membantu, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
