Round-Up

Fakta-fakta Meriahnya Ultah ke-80 Sultan HB X

Tim detikJogja - detikJogja
Jumat, 03 Apr 2026 07:31 WIB
Suasana kirab memperingati hari ulang tahun ke 80 Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Peringatan hari ulang tahun ke-80 Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X kemarin berlangsung meriah. Dimulai dengan kirab hadiah dari masing-masing daerah, dan puncaknya ada 80 warung angkringan gratis di sepanjang Malioboro.

Kirab Hadiah

Ribuan Lurah, Pamong, dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) se DIY peserta kirab membawa hadiah berupa hasil bumi masing-masing wilayah, Kamis (2/4/2026).

Pantauan detikJogja, Sultan tiba di kagungan dalem Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekitar pukul 07.45 WIB, didampingi permaisuri GKR Hemas. Lima putri Sultan bersama para menantu turut serta.

Sultan mengenakan batik bernuansa hijau senada dengan kebaya GKR Hemas juga para putrinya. Adapun Wali Kota-Bupati dan wakilnya mengenakan setelan beskap putih.

Sementara itu kirab digelar dari titik Nol Kilometer kota Jogja ke Pagelaran Keraton Jogja. Rombongan lurah dari Kota Jogja mengawali kirab dengan gunungan Jajan pasar. Adapun Gelondong Pangarem-arem atau buah tangan yang dibawa mayoritas produk UMKM.

Gunungan bawang merah mewarnai acara kirab HUT Sri Sultan Hamengkubuwono X di kawasan Titik Nol, Kota Jogja, Kamis (2/4/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Gunungan Brambang 1 Kuintal

Gunungan hasil bumi dari Kabupaten Bantul turut memeriahkan kirab. Salah satunya gunungan bawang merah (brambang) seberat 1 kuintal dari Kelurahan Canden, Jetis, Bantul.

Dukuh Dusun Gadungan Pasar, Arif Winarto, mengatakan gunungan tersebut merupakan representasi hasil bumi unggulan wilayahnya.

Tak hanya hasil pertanian, rombongan juga membawa ternak seperti ayam, angsa, mentok, hingga burung sebagai bagian dari gunungan. Menurut Arif, bawang merah dipilih sebagai ikon karena menjadi komoditas unggulan Bantul.

"Ini sebagai tanda bakti kita dalam acara sowan Ngarsa Dalem, sekaligus bentuk terima kasih karena sudah diberi tanah untuk dikelola," jelasnya.

Kapolri Hadir

Kapolri Jendral Listyo Sigit Probowo juga menghadiri peringatan HUT ke-80 Sultan di Kagungan Dalem Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ia mengenakan batik bernuansa cokelat. Listyo lalu duduk di samping putri sulung Sultan, GKR Mangkubumi.

Sultan kemudian menyempatkan waktu di sela sambutannya ke kirab lurah-pamong untuk menghampiri dan menyalami Listyo. Setelahnya Listyo tampak khidmat menyimak rangkaian acara.

Bule Meksiko Terpikat Kirab

Sejumlah wisatawan mancanegara, terpikat dengan suasana kirab tersebut. Salah satunya Maria, wisatawan asal Meksiko.

"Di Meksiko kami juga punya tradisi seperti ini. Jadi saya merasa menemukan banyak kemiripan. Kami juga negara yang sangat tradisional," ujar wisatawan asal Meksiko, Maria, saat ditemui saat menyaksikan kirab di Alun-Alun Utara, Kota Jogja kirab, Kamis (2/4/2026).

Maria mengaku baru pertama ke Jogja. Ia datang bersama temannya dan baru berada di Jogja selama dua hari.

"Selamat ulang tahun! Kami merasa sangat beruntung bisa berada di sini. Semoga panjang umur dan sehat selalu," ucap dia.

Buah Tangan Dikembalikan ke Masyarakat

Setelah kirab selesai, buah tangan yang dibawa masing-masing kalurahan untuk Sultan pun dikembalikan ke masyarakat. Rombongan kirab per kalurahan silih berganti menghadap Sultan untuk memberi salam di Kagungan Dalem Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Usai iring-iringan selesai, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolik gelondong pangarem-arem oleh Sultan kepada masyarakat.

"Jumlah peserta laporannya 12 ribu. Setelah semua selesai diterima, gelondong pengarem-arem dari semua kalurahan nanti diacarakan, di mana Ngarsa Dalem membagikannya melalui Bapak dan Ibu Bupati," kata Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Nayantaka DIY, Gandang Hardjanata.

Setelah acara selesai, Sultan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat.

"Berdiri 3 jam lebih ya ra (nggak) kuat. Saya terima kasih teman-teman hadir dalam kesempatan ini semoga saja juga sama-sama sehat yang penting itu," ucap Sultan.

"(Gelondong Pangarem-arem) saya kembalikan lagi ke warga masyarakat, saya serahkan secara simbolik ke Bupati Wali Kota dengan harapan mereka bisa dibagi rata untuk bermanfaat untuk masyarakat," pungkas Sultan.

80 Angkringan Gratis

Selanjutnya, pesta rakyat digelar di sepanjang Malioboro mulai sore. Masyarakat antusias berebut nasi angkringan yang disediakan gratis.

Sekitar 80 angkringan di sepanjang Malioboro tersaji gratis untuk masyarakat. Sesi pertama mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB lalu sesi kedua mulai pukul 18.00 sampai 22.00 WIB.

Masing-masing sesi menyediakan 100 nasi kucing per angkringan. Angkringan digelar mulai dari kawasan Stasiun Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Termasuk di area Teras Malioboro, Pasar Beringharjo, hingga depan Sonobudoyo.

Di sesi kedua, setelah nasi kucing dan gorengan selesai ditata di gerobak, baru beberapa menit langsung ludes.

Masyarakat juga disuguhi berbagai pertunjukan seni di kawasan Malioboro. Sebanyak 10 titik atraksi budaya tersebar mulai dari kawasan Pangurakan hingga ujung jalan depan Hotel Garuda Inn. Ada jathilan, reog, panembromo, tari angguk, hingga keroncong dan band.



Simak Video "Video: Sultan HB X Soroti Fenomena 'Makan Utang' dan Pinjol"

(dil/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork