Kata Warga Sekitar soal Keberadaan Gereja GMS Bantul

Kata Warga Sekitar soal Keberadaan Gereja GMS Bantul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 26 Mei 2026 12:06 WIB
Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Selasa (26/5/2026).
Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Selasa (26/5/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) berdalih pembubaran ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul karena adanya penolakan dari warga dan terkait perizinan. Terkait hal itu, warga memang ada yang menolak tetapi ada pula yang tidak mempermasalahkannya.

Ketua RT 06, Glugo Kulon, mengatakan dengan tegas menolak keberadaan GMS Bantul. Pria yang enggan disebutkan namanya itu mengaku tidak mengetahui jika bangunan tersebut ternyata gereja.

"Kalau dari saya menolak, tidak setuju. Saya juga tidak tahu kalau itu gereja," katanya kepada detikJogja di Glugo, Bantul, Selasa (26/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua RT tersebut mengatakan, awalnya GMS Bantul hanya mengajukan domisili kantor yayasan. Sehingga dirinya menganggap bangunan tersebut merupakan kantor yayasan.

"Karena izinnya hanya domisili kantor yayasan. Jadi pikir saya untuk kantor yayasan, karena saat itu saya tanya kantor yayasan apa tidak dijawab," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, warga Glugo lainnya yang enggan disebut namanya mengaku tidak mempermasalahkan adanya GMS Bantul. Pasalnya GMS Bantul tidak pernah mengganggu dirinya.

"Kalau saya tidak apa-apa karena tidak mengganggu, dan saya juga merasa tidak terganggu," ucapnya.

Wanita yang sudah berusia lanjut ini juga menjelaskan, bahwa sudah mengetahui jika bangunan tersebut merupakan gereja. Hal itu berdasarkan informasi yang wanita itu dapatkan.

"Tahu kalau itu gereja, itu karena dengar-dengar informasi saja. Tapi ya tidak apa-apa karena namanya beragama kan berbeda-beda," katanya.

Diberitakan sebelumnya, postingan bernarasi adanya pembubaran ibadah di salah satu gereja di Sewon, Bantul oleh salah satu organisasi kemasyarakatan (Ormas) ramai di media sosial (medsos). Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul mengaku tengah mengambil langkah agar situasi tetap kondusif.

"Lagi dan lagi, hari ini saya mendapatkan laporan tentang adanya pembubaran ibadah paksa yang dialami oleh Jemaat Gereia GMS Bantul oleh oknum-oknum Intolerans. bahkan sampai memakai kekerasan. tolong diatensi broku @yudhawk157," kata akun Instagram @davidherson_official seperti dilihat detikJogja hari ini.

"Apa mereka lupa bahwa Negara ini menjamin sesuai dengan Pasal 29:1&2 Undang-undang dasar 1945 bahwa setiap negara berhak untuk beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Mohon perhatiannva dan tindak secara tegas oknum-oknum intolerans tersebut @kapolri_indonesia @pemkabbantul @kemenag_ri @polresbantuldiy @poldajogja," lanjut akun tersebut.

Plt Kepala Kesbangpol Bantul, Yulius Suharta, membenarkan adanya kejadian tersebut. Yulius menyebut kejadian itu terjadi kemarin, Minggu (24/5).

"Kebangpol tidak hanya pada posisi menunggu laporan, tapi dari informasi kemarin ketika berkembang akan ada penolakan terkait kegiatan GMS, kami sudah mengkoordinasikannya," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (25/5).

Bahkan, Yulius menyebut jika Kesbangpol telah mencoba untuk melakukan antisipasi terkait pergerakan tersebut. Akan tetapi, kejadian tersebut akhirnya tetap terjadi.

"Kami sudah mencoba untuk mengantisipasi, tapi memang faktanya kemarin terjadi pergerakan di tempat kegiatan GMS seperti itu," ucapnya.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads