Trump Masih Mau Perang dengan Iran 2 Minggu Lagi: Mungkin Lebih Lama

Internasional

Trump Masih Mau Perang dengan Iran 2 Minggu Lagi: Mungkin Lebih Lama

Matius Alfons - detikJogja
Rabu, 01 Apr 2026 10:42 WIB
A member of the media raises her hand for a question as U.S. President Donald Trump talks while holding up renderings of the planned White House ballroom, aboard Air Force One en route to Joint Base Andrews, Maryland, U.S., March 29, 2026. (Reuters)
Presiden AS Donald Trump. Foto: Reuters
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan masih akan menyelesaikan pekerjaannya di Iran sebelum mengakhiri perang dengan negara tersebut. Dia menyebut perang mungkin baru berakhir 2-3 minggu lagi.

Dilansir detikNews dari pemberitaan AFP dan Al-Jazeera Rabu (1/4/2026), Trump menyampaikan hal itu di Gedung Putih saat menjawab kapan perang AS-Israel melawan Iran berakhir.

"Dua hingga tiga minggu," kata Trump soal akhir perang dengan Iran. Ia juga mengatakan AS telah mencapai perubahan rezim di Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump menyampaikan jika AS sebenarnya bisa meninggalkan Iran kapanpun dan tanpa mencapai negosiasi apapun. Dia yakin Iran telah runtuh.

ADVERTISEMENT

"Yang harus saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kita akan segera melakukannya, dan mereka akan runtuh," ujar dia.

"Tetapi kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya pikir mungkin dalam dua minggu, mungkin beberapa hari lebih lama, pasukan AS akan pergi," tambahnya.

Sebelumnya, Paus Leo XIV juga sempat bicara terkait Presiden Donald Trump yang tengah berupaya mengakhiri perang dengan Iran. Ia mengatakan Trump sedang mencari 'jalan keluar' untuk akhiri perang yang tengah berkecamuk di Timur Tengah.

"Saya diberitahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan bahwa ia ingin mengakhiri perang, mudah-mudahan ia sedang mencari jalan keluar, mudah-mudahan ia sedang mencari cara untuk mengurangi jumlah kekerasan, pemboman," kata Paus kepada wartawan saat ia meninggalkan kediamannya di Castel Gandolfo, di luar Roma, menuju Vatikan, dilansir AFP, Rabu (1/4/2026).



(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads