Motif pembunuhan pria yang jasadnya disimpan dalam freezer di kios ayam geprek di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, akhirnya terungkap. Polisi mengungkap pelaku tega melakukan perbuatan keji tersebut lantaran ingin menguasai harta korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kedua pelaku membunuh korban karena motif ekonomi. Keduanya disebut ingin menguasai harta milik korban.
"Untuk motifnya ekonomi. Kedua pelaku ingin menguasai motor dan HP korban serta ingin menguasai kendaraan operasional tempat kerjanya," kata Budi Hermanto, dikutip dari detikNews, Selasa (31/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi mengatakan penyidik telah mengamankan satu orang pelaku yang diduga berperan sebagai penadah hasil kejahatan dua pelaku.
"Penyidik juga sudah mengamankan penadah hasil penerima barang yang diambil dan dijual," imbuhnya.
Penadah Ditangkap Polisi
Diberitakan sebelumnya, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengonfirmasi penangkapan pelaku berinisial A. Pelaku diringkus usai polisi melakukan pelacakan terhadap barang-barang milik korban dan pemilik toko yang raib saat kejadian.
"Alhamdulillah, tim Jatanras Polda Metro sudah melakukan penangkapan terhadap satu orang lagi dengan inisial A. Yang bersangkutan berperan sebagai penadah hasil kejahatannya," ujar AKBP Rohim.
Polisi menelusuri aliran barang bukti berupa dua unit sepeda motor yang dibawa kabur oleh dua eksekutor utama, S dan DS alias ANS. Sepeda motor tersebut kemudian dijual S dan DS alias DNS kepada A.
Selain itu, polisi juga menemukan titik terang terkait bagian tubuh korban berinisial AH (39) yang sempat hilang. Berdasarkan pengakuan pelaku, potongan tangan dan kaki korban dibuang di wilayah Jawa Barat.
"Potongan tubuh korban yang lain, yakni tangan dan kakinya, sudah ditemukan. Dibuang secara terpisah oleh pelaku di daerah Cariu, Bogor," ungkap pria yang akrab disapa Rohim ini.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Curhat Pedagang di Jogja Malah Sepi Pembeli Usai Pasar Direnovasi