Pemandangan unik terjadi di acara silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY bersama masyarakat di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, hari ini. Sebagian emak-emak melepas sandalnya sesaat sebelum naik ke Bangsa Kepatihan untuk bersalaman dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Pantauan detikJogja, petugas Satpol PP sudah membuat jalur antrean masyarakat. Dengan kelompok masyarakat difabel dan lansia didahulukan untuk bersalaman. Jalur antrean dibuat mengular menuju Bangsal.
Di jalur antrean terakhir sebelum naik ke Bangsal, tampak beberapa emak emak paruh baya melepas sandalnya dan menatanya rapi di bawah tiang tenda. Namun aksi ini hanya dilakukan sebagian ibu-ibu saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Njih kan infonya nggak boleh pakai sandal, jadi ya dilepas aja, ini punya saya," ujar warga asal Muja Muju Kota Jogja seraya menunjuk sandalnya, Senin (30/3/2026).
Pemda DIY sebelumnya memang sudah mewajibkan masyarakat yang hendak hadir dalam silaturahmi ini untuk berpakaian sopan dan tidak mengenakan sandal japit.
Namun, Koordinator Substansi Bagian Humas Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji mengatakan, aksi emak-emak ini adalah insiatif mereka sendiri.
"Dari kami tidak ada arahan (untuk melepas sandal), itu inisiatif ibu-ibu," terang Ditya.
Diberitakan, acara silaturahmi ini kembali tergelar setelah acara serupa silaturahmi bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY ataupun open house tahun lalu urung digelar lantaran efisiensi anggaran.
Di tahun ini pun, kata Ditya, dalam acara silaturahmi ini terdapat perbedaan dengan acara-acara open house di tahun-tahun sebelumnya, yakni perkara suguhan untuk undangan dan masyarakat umum.
"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kita menyediakan makanan dalam bentuk prasmanan. Tahun ini kita selenggarakan dengan lebih sederhana, karena sudah menjadi arahan dari pimpinan," ungkap Ditya ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (27/3/2026).
Sebagai ganti hidangan prasmanan, Pemda DIY menyediakan 70 gerobak yang berisi berbagai UMKM kuliner dari warga, seperti angkringan, soto, dan lain sebagainya. Semuanya tersedia gratis untuk dinikmati masyarakat yang hadir.
"Kita kembalikan dari masyarakat untuk masyarakat dengan menggandeng UMKM. Semangatnya silaturahmi dengan kesederhanaan dan harapannya ekonomi juga terap berputar," terang Ditya.
Silaturahmi ini dibuka untuk undangan dan masyarakat umum tak hanya untuk warga Jogja. Namun, terdapat pembatasan waktu pelaksanaan. Silaturahmi akan dibuka pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB, setelahnya akan ditutup dan hanya menghabiskan antrean yang ada di dalam.
"Karena biasanya antrean sudah panjang dari pagi. Kita habiskan yang ingin bersalaman dengan beliau. Secara anggaran lebih efisien dan menjangkau lebih banyak masyarakat," ujar Ditya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat hanya dipersilahkan bersalaman dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tanpa ada sesi mengobrol panjang apalagi swafoto. Hal ini dilakukan agar tidak memperpanjang atrean.
Masyarakat yang datang juga diwajibkan memakai pakaian rapi, sopan, dan dilarang mengenakan sandal jepit. Untuk warga disabilitas, akan disediakan fasilitas dan akses khusus untuk diutamakan.
"Seperti tahun sebelumnya, modelnya hanya salaman. Nanti lengkap ada Gubernur, GKR Hemas, Wakil Gubernur dan Gusti Putri," ujar Ditya.
"Untuk foto, seperti tahun sebelumnya, nanti ada tim dari Humas Pemda yang akan mengambil foto. Hasilnya akan dibagikan ke masyarakat melalui link untuk didownload. Karena antrian panjang tidak bisa mengobrol panjang, hanya menyapa saja," pungkasnya.
(afn/ahr)












































Komentar Terbanyak
Netanyahu Murka Israel Hancur Dibombardir, Janji Buru Bos Garda Revolusi Iran
Ikuti Google Maps, Pemudik Bingung Lewati Persawahan Arah Tol Purwomartani
Komandan IRGC Tokoh Kunci Penutupan Selat Hormuz Tewas Diserang Israel