Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran, Kini Beri Waktu 10 Hari

Internasional

Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran, Kini Beri Waktu 10 Hari

Firda Cynthia Anggrainy - detikJogja
Jumat, 27 Mar 2026 10:36 WIB
Dilansir dari Reuters, dalam keterangannya kepada wartawan, Trump menyebut kontrol minyak bisa melibatkan dirinya dan pemimpin Iran berikutnya,
Presiden AS Donald Trump. (Foto: 20Detik)
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda untuk menyerang pembangkit listrik Iran. Hal ini atas permintaan dari Teheran.

Dilansir Al Jazeera yang dikutip detikNews, Jumat (27/3/2026), Trump mengklaim proses pembicaraan AS dengan Negeri Para Mullah itu berjalan baik. Oleh karenanya, dia memberi tenggat waktu menunda serangan hingga 10 hari.

"Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon izinkan pernyataan ini untuk menyatakan bahwa saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00, Waktu Bagian Timur," kata Trump di platform Truth Social miliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan yang salah yang bertentangan oleh Media Berita Palsu, dan lainnya, pembicaraan berjalan sangat baik," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Pada Sabtu (21/3) lalu, Trump sempat memberi waktu 48 jam agar Iran membuka kembali Selat Hormuz yang strategis atau menghadapi ancaman serangan ke pembangkit listriknya.
Pada Senin (23/3), Trump juga memperpanjang tenggat waktu itu selama lima hari. Trump mengatakan pembicaraan dengan Teheran berjalan baik.




(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads