Seorang turis perempuan asal China berinisial RF (22) diduga menjadi korban pemerkosaan pria tak dikenal di kawasan Uluwatu, tepatnya di Jalan Labuansait, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali. Tak hanya diperkosa, ponsel korban juga dicuri terduga pelaku.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, mengungkap insiden terjadi pada Senin (23/3/2026). Korban saat itu bersama temannya, inisial A dan merupakan warga Kazakhstan, berkunjung ke sebuah bar di kawasan Uluwatu sekitar pukul 01.00 Wita.
Saat itu, A memutuskan pulang lebih dulu sekitar pukul 04.00 Wita. Korban tidak lama kemudian juga berniat untuk kembali ke penginapannya di Jalan Pantai Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara. Namun, RF mengaku tidak ingat bagaimana dirinya bisa duduk di atas sepeda motor bersama pria yang tidak dikenalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban tidak ingat tiba-tiba sudah berada di atas sepeda motor yang dikendarai oleh seorang laki-laki yang memakai baju warna biru gelap dan korban menyadari bahwa laki-laki tersebut bukan ke arah Wingsu Guest House tempatnya menginap," ujar Ariasandy, Rabu (25/3), dilansir detikBali.
Korban Diperkosa
Pelaku kemudian menghentikan motornya di sebuah tempat yang dipenuhi pepohonan dan rerumputan. Korban lantas diajak ke semak-semak.
Saat itulah pria tak dikenal itu memaksa korban untuk melakukan hubungan intim. Korban sempat menolak. Namun, pelaku terus memaksa hingga perempuan China itu ketakutan dan menangis sejadi-jadinya.
Usai diperkosa, korban sempat meminta pelaku supaya bisa diantarkan lagi ke penginapannya. Pelaku setuju dan meminjam ponsel korban dengan alasan untuk navigasi.
"Laki-laki tersebut berkata 'I need to borrow your phone for guide' (saya perlu pinjam hp kamu untuk pengarah jalan) dan pelapor/korban memberikan HP iPhone 14 warna ungu kepada laki-laki tersebut. Lalu kembali ke motor dan melanjutkan perjalanan," ujar Ariasandy.
iPhone Korban Dicuri
Mereka tiba di penginapan RF sekitar pukul 06.00 Wita. Ariasandy melanjutkan, pelaku masih mengajak korban berhubungan seks.
Korban menolak, dan memberikan uang Rp 150 ribu kepada pelaku supaya dia segera pergi.
Saat itulah, korban menyadari iPhone 14 miliknya masih dibawa pelaku. Ia mencoba mengejar, namun pelaku sudah meninggalkan penginapan.
"Baru sampai tangga menuju ke kamar korban di lantai 2, korban baru sadar bahwa handphone korban masih dibawa oleh laki-laki tersebut. Kemudian korban langsung lari keluar pintu Wingsu Guest House, namun laki-laki tersebut sudah tidak ada," imbuh Ariasandy.
Ariasandy mengatakan korban merasa syok, trauma, dan ketakutan akibat peristiwa yang dialaminya. Ia menegaskan polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut dan mengejar terduga pelaku.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Curhat Pedagang di Jogja Malah Sepi Pembeli Usai Pasar Direnovasi