Malam Takbiran, Polisi Sekat 15 Jalur Masuk Kota Jogja

Malam Takbiran, Polisi Sekat 15 Jalur Masuk Kota Jogja

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 19 Mar 2026 19:00 WIB
Tugu Golong Gilig yang dikenal sebagai Tugu Jogja
Tugu Jogja. Foto: Dhio Gandhi/Unsplash
Jogja -

Polresta Jogja menyekat 15 jalur masuk Kota Jogja guna membatasi rombongan masyarakat dari luar Kota Jogja yang hendak melaksanakan takbir keliling, malam ini. Hal ini dilakukan agar tidak menambah kepadatan di Kota Jogja.

Kabag Ops Polresta Jogja, Kompol Sumanto mengatakan penyekatan yang dilakukan untuk menanggulangi konvoi yang biasa dilakukan saat malam takbiran dari luar masuk kota Jogja. Setidaknya 700 personil disiagakan pada malam ini mulai pukul 20.00 WIB hingga 03.00 WIB.

"Untuk malam takbiran yang di hari kamis ini tanggal 19 kita ada 15 penyekatan, 15 penyekatan di titik-titik luar kota Jogja yang berhubungan langsung dengan Kota Jogja mulai dari Sleman, Bantul terus juga dan Kulon Progo," jelasnya saat dijumpai di Mapolreta Jogja, Kamis (19/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk penyekatan ini untuk rombongan-rombongan dari takbir keliling yang di luar kota Jogja terutama untuk tidak masuk ke Gumaton terutama di Malioboro," sambung Sumanto.

ADVERTISEMENT

Adapun 15 titik yang akan disekat antara lain, Jalan Magelang, Jalan Palagan, Jalan Kaliurang, Jalan Affandi, Jalan Wonocatur, Jalan Wonosari, Jalan Imogiri Timur, Jalan Ki Ageng Pamenahan, Jalan Parangtritis, Jalan Imogiri Barat, Jalan Tamantirto, Jalan Patangpuluhan, Jalan Wates, dan Jalan Godean.

"Jika dijumpai rombongan-rombongan takbir keliling dalam artian yang tidak pemberitahuan kepolisian dari sini, mungkin dari kota Bantul atau Sleman kita akan pulangkan secara humanis kita akan pulangkan ke wilayahnya masing-masing," ujarnya.

"Kalau nanti masih mungkin tetap yang dikatakan ngotot tetap kita akan melaksanakan penindakan dan pemaksaan untuk pulang," lanjut Sumanto.

Di sisi lain, dijelaskan Sumanto, pada agenda malam takbiran malam ini, setidaknya ada enam lokasi yang telah mengajukan izin ke pihaknya. Salah satunya Masjid Gedhe Kauman yang mengambil rute keliling melalui Jalan Pangurakan hingga jalan Ahmad Dahlan.

Lalu tempat kedua di Notoprajan yang mengambil rute ke Ngabean kembali ke Notoprajan. Ketiga ada di parkiran Ngabean dengan rute jalan Ahmad Dahlan.

"Ada lagi di Kotagede, terus Mergangsan, Keraton, dan Gondokusuman, jadi sudah kita siapkan personel," papar Sumanto.

"Nanti akan kita laksanakan rekayasa lalu lintas apabila nanti terjadi kepadatan di Ahmad Dahlan ini kemungkinan kita alihkan ke utara atau ke selatan dan juga yang di Gondomanan kita laksanakan pengalihan juga," urainya.

Adapun jika ada perbedaa penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah, Sumanto memastikan rekayasa yang sama tetap akan dilakukan besok malam.

"Tetap kita akan melaksanakan pengamanan dan itu pun sudah kita plotting antisipasi yang malam ini dan juga untuk malam besok sudah kita siapkan personil," pungkasnya.



(alg/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads