- 7 Kisah Nabi dan Rasul untuk Anak 1. Kisah Nabi Adam AS: Manusia Pertama yang Belajar Bertaubat 2. Kisah Nabi Nuh AS dan Kapal Besarnya 3. Kisah Nabi Saleh AS: Manusia Bijak yang Pandai Membuat Keputusan 4. Kisah Nabi Ibrahim AS yang Taat dan Pemberani 5. Kisah Nabi Yusuf AS yang Jujur dan Pemaaf 6. Kisah Nabi Musa AS yang Berani Melawan Kezaliman 7. Kisah Nabi Muhammad SAW yang Amanah dan Penyayang
- Cara Menyampaikan Kisah Nabi dan Rasul agar Anak Tidak Bosan 1. Gunakan Alat Peraga 2. Berikan Intonasi dan Mimik Wajah yang Menarik 3. Ajak Anak untuk Terlibat 4. Buat Anak Duduk dengan Nyaman 5. Kenalkan Buku Sebelum Memulai 6. Fokus pada Pesan Moral dan Nilai Positif
Nabi dan rasul adalah teladan paling baik untuk dikenalkan kepada anak. Kisah-kisah yang terjadi pada mereka bisa menjadi sebuah hikmah dan mengandung banyak pesan moral yang bisa diajarkan kepada anak.
Menceritakan kisah nabi dan rasul kepada anak akan membantu menanamkan nilai-nilai kebaikan seperti tauhid, kejujuran, kesabaran, keberanian, serta kasih sayang. Oleh sebab itu, selain memilih kisah nabi yang menarik untuk diberikan kepada anak, detikers juga harus memahami cara menyampaikan kisah nabi dan rasul agar anak tidak mudah bosan.
Atas dasar permasalahan tersebut, artikel ini akan membagikan 7 kisah Nabi dan Rasul yang bisa detikers jadikan pilihan untuk diceritakan kepada anak dirangkum dari buku Kisah Menakjubkan 25 Nabi dan Rasul karya Nurul Ihsan dan Kisah Teladan 25 Nabi dan Rasul Disertai Silsilah Nabi Penuh Hikmah dan Pesan Moral karya Umi Ainuha beserta tips menyampaikan cerita agar anak tidak bosan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7 Kisah Nabi dan Rasul untuk Anak
1. Kisah Nabi Adam AS: Manusia Pertama yang Belajar Bertaubat
Nabi Adam AS adalah manusia pertama di bumi. Mulanya, Allah mengizinkan Adam dan pasangannya, Hawa untuk tinggal di surga. Allah SWT mengizinkan Adam dan Hawa menikmati seluruh kenikmatan surga, kecuali satu larangan: memakan buah khuldi.
Namun, Iblis yang menyimpan kedengkian terus membujuk keduanya dengan tipu daya hingga akhirnya mereka tergoda. Setelah memakan buah terlarang tersebut, aurat Adam dan Hawa terbuka, menandai kesalahan yang kemudian mereka sadari sepenuhnya.
Akibat pelanggaran itu, Allah SWT mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga. Keduanya menangisi kesalahan tersebut dalam waktu yang sangat lama sebagai bentuk penyesalan mendalam. Allah lalu menurunkan Adam dan Hawa ke bumi secara terpisah, Adam di sekitar wilayah India, sementara Hawa di daerah Jeddah. Perpisahan ini menjadi awal ujian kehidupan manusia di bumi, sekaligus jalan bagi Adam untuk belajar memohon ampun dan kembali kepada Allah dengan sungguh-sungguh.
Setelah terpisah selama puluhan tahun, Allah SWT mempertemukan kembali Adam dan Hawa di Padang Arafah, tepatnya di Jabal Rahmah, yang kini dikenal sebagai tempat wukuf bagi jemaah haji. Di bumi, keduanya menjalani kehidupan sederhana dan menghadapi rasa lapar untuk pertama kalinya. Melalui malaikat, Adam diajari bercocok tanam dan mengolah gandum menjadi makanan. Dari sinilah manusia belajar bekerja, berusaha, dan bergantung kepada Allah.
Dari Adam dan Hawa pula lahir keturunan manusia pertama. Hingga akhir hayatnya, Adam menjalani kehidupan panjang penuh pelajaran tentang ketaatan dan taubat. Kisah Nabi Adam AS mengajarkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, namun pintu ampunan Allah selalu terbuka bagi siapa pun yang menyesal dan kembali kepada-Nya dengan tulus.
2. Kisah Nabi Nuh AS dan Kapal Besarnya
Nabi Nuh AS adalah keturunan ketiga dari Nabi Idris AS yang diutus Allah SWT untuk memperbaiki akidah kaumnya yang gemar menyembah berhala dan berbuat zalim. Dengan kesabaran luar biasa, Nabi Nuh AS berdakwah siang dan malam, menyeru kaumnya agar kembali kepada tauhid dan memohon ampun kepada Allah. Namun, seruan tersebut justru sering dibalas dengan hinaan, ejekan, dan penolakan.
Meski menghadapi rintangan berat dan jumlah pengikut yang sangat sedikit, Nabi Nuh AS tidak pernah menyerah. Kesedihan yang mendalam atas kekafiran kaumnya mendorong beliau untuk berdoa memohon pertolongan Allah. Allah pun mengabulkan doa tersebut dengan memerintahkan Nabi Nuh AS untuk membuat sebuah bahtera besar sebagai bentuk persiapan menghadapi azab berupa banjir dahsyat.
Atas petunjuk wahyu Allah, Nabi Nuh AS bersama para pengikutnya membangun kapal besar, meskipun terus diejek oleh kaumnya. Setelah bahtera selesai, Allah memerintahkan Nabi Nuh AS untuk memasukkan orang-orang beriman, keluarganya yang beriman, serta sepasang dari setiap jenis hewan. Ketika banjir besar datang, Nabi Nuh AS bahkan masih berusaha menyelamatkan putranya, Kan'an, namun ia menolak dan akhirnya tenggelam bersama orang-orang kafir.
Banjir besar itu pun menenggelamkan seluruh kaum yang ingkar, sementara Nabi Nuh AS dan para pengikutnya diselamatkan Allah dengan penuh keberkahan. Kisah Nabi Nuh AS dan kapal besarnya menjadi pelajaran berharga tentang keteguhan iman, kesabaran dalam berdakwah, serta keyakinan penuh kepada pertolongan Allah, meski kebenaran hanya diikuti oleh segelintir orang.
3. Kisah Nabi Saleh AS: Manusia Bijak yang Pandai Membuat Keputusan
Kisah Nabi Saleh AS bermula di wilayah Al-Hijr atau Madain Saleh, daerah antara Makkah dan Madyan, tempat tinggal kaum Tsamud. Kaum ini dikenal kuat secara fisik dan mahir memahat gunung menjadi tempat tinggal, namun kesombongan membuat mereka jauh dari tauhid. Allah mengutus Nabi Saleh AS untuk mengajak mereka menyembah Allah semata dan meninggalkan penyembahan berhala. Dengan penuh kebijaksanaan, Nabi Saleh menyeru kaumnya agar memohon ampun dan bertobat, meski banyak yang meragukan dan menentangnya.
Sebagai bukti kenabian, Allah menganugerahkan mukjizat berupa seekor unta betina yang keluar dari batu atas izin-Nya. Nabi Saleh AS mengingatkan agar unta tersebut tidak diganggu dan dibiarkan hidup bebas sebagai tanda kekuasaan Allah. Sebagian kaum Tsamud beriman setelah menyaksikan mukjizat itu, namun para pemuka yang sombong merasa terancam kedudukannya. Meski menghadapi tekanan dan ancaman, Nabi Saleh tetap teguh dan bijak dalam menyampaikan peringatan kepada kaumnya.
Keserakahan dan hasutan para bangsawan akhirnya mendorong beberapa orang membunuh unta tersebut. Perbuatan itu menjadi titik balik kehancuran kaum Tsamud. Nabi Saleh AS memberi peringatan bahwa azab akan datang dalam tiga hari. Ketika tanda-tanda azab muncul, Allah memerintahkan Nabi Saleh dan orang-orang beriman untuk meninggalkan negeri itu sebagai bentuk keputusan penyelamatan yang penuh hikmah.
Pada hari yang dijanjikan, suara keras mengguntur menghancurkan kaum Tsamud yang zalim hingga binasa. Kisah Nabi Saleh AS mengajarkan bahwa kebijaksanaan dalam berdakwah harus disertai ketegasan dalam mengambil keputusan. Ketika kebenaran ditolak dan peringatan diabaikan, keadilan Allah pasti berlaku. Dari cerita ini, kita belajar pentingnya rendah hati, taat kepada Allah, serta tidak sombong atas kelebihan yang dimiliki.
4. Kisah Nabi Ibrahim AS yang Taat dan Pemberani
Kisah Nabi Ibrahim AS dimulai sejak kelahirannya yang penuh keajaiban. Saat Ibrahim masih dalam kandungan, Raja Namrud mengumumkan pembunuhan terhadap seluruh bayi laki-laki di Babilonia karena takut akan kehilangan kekuasaannya. Demi menyelamatkan anaknya, orang tua Ibrahim menyembunyikan sang ibu di dalam sebuah gua hingga akhirnya Nabi Ibrahim lahir secara diam-diam.
Sejak malam kelahirannya, berbagai tanda kebesaran Allah tampak jelas. Berhala-berhala berjatuhan, mahkota para raja terlepas, dan istana Raja Namrud mengalami kerusakan. Nabi Ibrahim tumbuh dengan cepat di dalam gua, hingga dalam waktu setahun fisiknya menyerupai anak berusia 12 tahun.
Setelah beranjak dewasa, keberanian Nabi Ibrahim AS kemudian tampak ketika beliau menghancurkan puluhan berhala yang disembah kaumnya, sebagai bentuk dakwah menentang kemusyrikan. Tindakan ini membuat Raja Namrud murka dan memerintahkan agar Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup. Api besar yang disiapkan selama berbulan-bulan itu, atas izin Allah SWT menjadi dingin dan tidak membahayakan Nabi Ibrahim sedikit pun. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa pertolongan Allah selalu menyertai hamba-Nya yang taat dan bertawakal.
Selain dikenal sebagai nabi yang pemberani, Nabi Ibrahim AS juga dikenal sebagai sosok dermawan dan pencinta tamu. Ia memiliki harta melimpah dan ribuan ternak, namun tidak pernah makan sendirian tanpa berbagi. Bahkan, Nabi Ibrahim rela berjalan jauh hanya untuk mencari orang yang bisa diajak makan bersama. Kisah hidupnya mengajarkan keteladanan tentang tauhid, keberanian membela kebenaran, serta keikhlasan dalam berbagi kepada sesama.
5. Kisah Nabi Yusuf AS yang Jujur dan Pemaaf
Sejak kecil, Yusuf telah menunjukkan tanda keistimewaan melalui mimpinya melihat matahari, bulan, dan sebelas bintang bersujud kepadanya. Mimpi itu diceritakan kepada sang ayah, Nabi Yakub AS, yang kemudian berpesan agar Yusuf merahasiakannya dari saudara-saudaranya. Kecemburuan kakak-kakaknya timbul karena perhatian lebih yang diberikan ayah mereka kepada Yusuf, terutama setelah wafatnya sang ibu.
Rasa iri tersebut mendorong saudara-saudaranya merencanakan kejahatan. Yusuf dibawa jauh dari rumah dan akhirnya dilemparkan ke dalam sumur di persimpangan jalan. Mereka kemudian berdusta kepada ayahnya dengan mengatakan bahwa Yusuf dimakan serigala. Meski sangat bersedih, Nabi Yakub tetap yakin bahwa Allah melindungi putranya. Benar saja, Yusuf diselamatkan oleh rombongan pedagang yang menemukannya saat menimba air, lalu membawanya ke Mesir untuk dijual.
Di Mesir, Yusuf diasuh oleh seorang pejabat tinggi bernama Qithfir Al Aziz. Ia tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan berakhlak mulia. Keteguhan imannya diuji ketika istri Qithfir, Zulaikha, mencoba menggoda dan kemudian memfitnahnya. Karena fitnah tersebut, Yusuf dipenjara meskipun tidak bersalah. Namun justru di dalam penjara itulah Allah mengangkatnya menjadi nabi dan memberinya kemampuan menakwilkan mimpi.
Kisah Nabi Yusuf AS menunjukkan bahwa kejujuran dan kesabaran akan berbuah kebaikan pada waktunya. Meski dikhianati, difitnah, dan dipenjara, Yusuf tidak menyimpan dendam. Ia memilih memaafkan dan tetap berpegang teguh pada keimanan. Dari perjalanan hidupnya, kita belajar bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-Nya yang sabar dan menjaga kesucian dirinya.
6. Kisah Nabi Musa AS yang Berani Melawan Kezaliman
Kisah Nabi Musa AS adalah teladan keberanian dalam melawan kezaliman. Musa lahir di Mesir pada masa pemerintahan Raja Fir'aun yang kejam, ketika setiap bayi laki-laki diperintahkan untuk dibunuh. Atas petunjuk Allah, ibu Musa menghanyutkan bayinya dalam peti ke Sungai Nil, hingga akhirnya ditemukan dan diasuh oleh Asyiyah, istri Fir'aun. Musa tumbuh besar di istana musuhnya sendiri, hingga kelak Allah mengangkatnya sebagai nabi dan rasul dengan gelar Kalimullah, yaitu hamba yang diajak berbicara langsung oleh Allah.
Sebagai utusan Allah, Nabi Musa AS menghadapi Fir'aun dengan penuh keberanian dan keteguhan iman. Dengan tongkatnya, Musa menunjukkan mukjizat-mukjizat besar atas izin Allah, termasuk membelah Laut Merah untuk menyelamatkan Bani Israil dari kejaran Fir'aun dan pasukannya. Peristiwa ini menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kekuasaan dunia, melainkan dari keimanan dan pertolongan Allah bagi hamba-Nya yang tertindas.
Selain dikenal pemberani, Nabi Musa AS juga mengajarkan nilai syukur dan ketulusan. Dalam kisahnya, Musa menasihati manusia tentang pentingnya bersyukur atas nikmat Allah. Orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, sementara yang kufur justru kehilangan apa yang dimilikinya. Pelajaran ini menegaskan bahwa keadilan Allah berlaku bagi siapa pun, tanpa memandang kaya atau miskin.
Dari kisah-kisah tersebut, Nabi Musa AS mengajarkan bahwa melawan kezaliman harus disertai iman, kesabaran, dan kerendahan hati. Keteladanannya menjadi inspirasi bagi siapa pun yang berjuang menegakkan kebenaran.
7. Kisah Nabi Muhammad SAW yang Amanah dan Penyayang
Kisah Nabi Muhammad SAW diawali dengan peristiwa Tahun Gajah, ketika Raja Abrahah berniat menghancurkan Ka'bah karena iri melihat manusia lebih memilih beribadah ke Mekah. Allah SWT menggagalkan rencana itu dengan mengirim burung-burung ababil yang menjatuhkan batu panas hingga pasukan bergajah binasa. Pada tahun yang penuh perlindungan ilahi inilah Nabi Muhammad SAW dilahirkan, menandai awal hadirnya seorang nabi terakhir yang membawa rahmat bagi semesta.
Sejak kecil, tanda-tanda kemuliaan telah tampak pada dirinya. Pada usia kanak-kanak, Allah membersihkan hati Nabi Muhammad melalui peristiwa pembelahan dada oleh Malaikat Jibril dan Mikail, sebagai persiapan tugas kenabian. Ketika dakwahnya mendapat penentangan keras dari kaum Quraisy, Allah kembali menunjukkan penjagaan-Nya. Saat Nabi Muhammad SAW bersembunyi di Gua Tsur bersama Abu Bakar, Allah mengutus laba-laba dan burung merpati untuk mengelabui para pengejar, sehingga beliau selamat dari ancaman.
Sifat amanah dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW tercermin jelas dalam kesehariannya. Meski sering disakiti dan dihina, bahkan diludahi oleh seorang Yahudi, beliau tidak pernah membalas dengan keburukan. Sebaliknya, Nabi justru menjenguk orang tersebut ketika sakit. Akhlak mulia ini meluluhkan hati, menunjukkan bahwa kelembutan dan pemaafan lebih kuat daripada amarah dan dendam.
Hingga akhir hayatnya, Nabi Muhammad SAW tetap menjadi teladan dalam cinta, amanah, dan kepedulian. Setelah menyampaikan risalah dan menunaikan haji terakhir, beliau wafat dalam keadaan mulia. Kisah hidupnya mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kejujuran, kasih sayang, dan kesetiaan pada amanah Allah.
Cara Menyampaikan Kisah Nabi dan Rasul agar Anak Tidak Bosan
Menyampaikan kisah Nabi kepada anak agar tetap menarik dan tidak membosankan memerlukan strategi dan teknik khusus. Berdasarkan artikel berjudul "Implementasi Metode Bercerita Tentang Kisah Nabi Pada Anak Usia Dini" oleh Marnita Bancin dan Widya Masitah, berikut adalah beberapa cara yang efektif:
1. Gunakan Alat Peraga
Menggunakan alat peraga sangat efektif untuk menjaga konsentrasi anak dari awal hingga akhir cerita. Salah satu media yang paling disarankan adalah buku cerita bergambar. Gambar dan tulisan dalam buku berfungsi sebagai alat bantu imajinasi anak agar mereka tidak mudah bosan. Selain itu, menggunakan boneka tangan sebagai alat peraga juga bisa menjadi alternatif agar anak tetap mendengarkan dengan bahagia.
2. Berikan Intonasi dan Mimik Wajah yang Menarik
Kemampuan guru atau orang tua dalam mengolah vokal atau suara sesuai dengan karakter tokoh sangatlah penting. Sesuaikan intonasi, nada suara, dan ekspresi wajah dengan alur cerita untuk mengajak anak masuk ke dalam kisah tersebut, sehingga isi cerita lebih mudah dipahami. Untuk kisah nabi dan rasul ini, detikers bisa menggunakan intonasi menyesuaikan pada peristiwa apa yang menimpa para nabi dan rasul.
3. Ajak Anak untuk Terlibat
Jangan hanya bercerita satu arah. Libatkan anak dengan memberikan pertanyaan selama atau setelah proses bercerita. Hal ini akan memicu rasa penasaran dan mendorong anak untuk berpikir kritis serta berani menceritakan kembali apa yang mereka dengar.
4. Buat Anak Duduk dengan Nyaman
Kondisi lingkungan yang kondusif sangat berpengaruh. Mengatur anak untuk duduk pada posisi yang membuatnya nyaman akan membuat anak lebih menyimak cerita dengan fokus. Jika anak tidak nyaman, bisa jadi fokusnya beralih kepada hal lainnya.
5. Kenalkan Buku Sebelum Memulai
Sebelum mulai membacakan, ajak anak untuk memperhatikan buku tersebut terlebih dahulu. Sebutkan judulnya dan beri tahu kisah Nabi siapa yang akan dibahas untuk menumbuhkan rasa ingin tahu sejak awal.
6. Fokus pada Pesan Moral dan Nilai Positif
Pilihlah tema atau bagian kisah yang mengandung nasihat dan nilai-nilai positif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak. Misalnya, menceritakan ketaatan Nabi Yusuf yang pemaaf dapat memotivasi anak untuk mencontoh perilaku baik tersebut.
Nah, itulah 7 kisah nabi dan rasul untuk anak yang penuh hikmah dan pesan moral. Kisah-kisah ini akan membantu menanamkan nilai-nilai baik dalam karakter anak. Semoga artikel ini bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(sto/ams)












































Komentar Terbanyak
Laga PSIM Vs Persija Sempat Diwacanakan Pindah ke Semarang, Tapi...
Cerita Azizah, Bocah TK di Jogja Rawat Bapak Sakit hingga Ikut Memulung
Pelukis Menolak Mengemis, Perjuangan Seniman Mbah Kibar Lunasi Utang Rp 500 Juta