- Renungan Katolik Hari Ini Jumat, 13 Maret 2026 Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 13 Maret 2026 Bacaan I Hos. 14:2-10 Bacaan Mazmur Mzm. 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14.17 Bacaan Injil Mrk. 12:28b-34 Bacaan Ofisi Kel 35:30-36:1; 37:1-9 Renungan Harian Katolik Jumat 13 Maret 2026 Doa Katolik Hari Ini
- FAQ 1. Renungan harian Katolik 13 Maret 2026 tentang apa? 2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 13 Maret 2026? 3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 13 Maret 2026?
Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 13 Maret 2026 merupakan hari biasa pekan III Prapaskah dengan peringatan kisah Santa Eufrasia/Eupraxia, Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah ungu.
Mengangkat tema tentang dua hukum kasih, mari simak renungan Katolik hari Jumat, 13 Maret 2026 yang dikutip dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Paulus Erwin Sasmito PR. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Jumat, 13 Maret 2026
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 13 Maret 2026
Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 13 Maret 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Hos. 14:2-10; dilanjut Mazmur Mzm. 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14.17; bacaan Injil Mrk. 12:28b-34; dan bacaan ofisi Kel 35:30-36:1; 37:1-9. Berikut ini uraiannya:
Bacaan I Hos. 14:2-10
- Hos 14:2 (14-3) Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.
- Hos 14:3 (14-4) Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim."
- Hos 14:4 (14-5) Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
- Hos 14:5 (14-6) Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
- Hos 14:6 (14-7) Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
- Hos 14:7 (14-8) Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
- Hos 14:8 (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
- Hos 14:9 (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.
Bacaan Mazmur Mzm. 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14.17
- Mzm 81:6 (81-7) "Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan;
- Mzm 81:7 (81-8) dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela
- Mzm 81:8 (81-9) Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!
- Mzm 81:8 (81-9) Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!
- Mzm 81:9 (81-10) Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.
- Mzm 81:10 (81-11) Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.
- Mzm 81:11 (81-12) Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.
- Mzm 81:14 (81-15) Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku.
Bacaan Injil Mrk. 12:28b-34
- Mrk 12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
- Mrk 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
- Mrk 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
- Mrk 12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
- Mrk 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
- Mrk 12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
- Mrk 12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Bacaan Ofisi Kel 35:30-36:1; 37:1-9
- Kel 35:30 Berkatalah Musa kepada orang Israel: "Lihatlah, TUHAN telah menunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,
- Kel 35:31 dan telah memenuhinya dengan Roh Allah, dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,
- Kel 35:32 yakni untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;
- Kel 35:33 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan yang dirancang itu.
- Kel 35:34 Dan TUHAN menanam dalam hatinya, dan dalam hati Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan, kepandaian untuk mengajar.
- Kel 35:35 Ia telah memenuhi mereka dengan keahlian, untuk membuat segala macam pekerjaan seorang tukang, pekerjaan seorang ahli, pekerjaan seorang yang membuat tenunan yang berwarna-warna dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus, dan pekerjaan seorang tukang tenun, yakni sebagai pelaksana segala macam pekerjaan dan perancang segala sesuatu.
- Kel 36:1 Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN."
- Kel 37:1 Bezaleel membuat tabut itu dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya, dan satu setengah hasta tingginya.
- Kel 37:2 Disalutnyalah itu dengan emas murni, dari dalam dan dari luar, dan dibuatnyalah bingkai emas sekelilingnya.
- Kel 37:3 Dituangnyalah empat gelang emas untuk tabut itu, pada keempat penjurunya, yaitu dua gelang pada rusuknya yang satu dan dua gelang pada rusuknya yang kedua.
- Kel 37:4 Dibuatnyalah kayu pengusung dari kayu penaga dan disalutnyalah itu dengan emas.
- Kel 37:5 Dan dimasukkannyalah kayu pengusung itu ke dalam gelang yang pada rusuk tabut itu, supaya tabut dapat diangkut.
- Kel 37:6 Dibuatnyalah tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.
- Kel 37:7 Dibuatnyalah dua kerub dari emas, dari emas tempaan dibuatnya itu, pada kedua ujung tutup pendamaian itu,
- Kel 37:8 satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu dibuatnya kerub itu pada kedua ujungnya.
- Kel 37:9 Kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah menghadap muka kerub-kerub itu.
Renungan Harian Katolik Jumat 13 Maret 2026
Seorang bijak pernah mengatakan ini kepada saya, "Kalau kamu ingin tahu apakah suatu agama baik dan benar, lihatlah buahnya terhadap sesama. Jika agama itu membuat penganutnya semakin dekat dan semakin mampu mencintai sesamanya, pilihlah agama itu."
Perkataan bijak tersebut mengingatkan saya pada bacaan Injil hari ini. Seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, "Hukum manakah yang paling utama?" Yesus menjawab dengan sangat jelas, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu ... Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Dua perintah ini tidak bisa dipisahkan. Di sinilah kita menemukan kebenaran yang sejati bahwa semakin kita dekat dengan Allah (semakin ilahi), semakin kita mampu mengasihi manusia (semakin manusiawi). Semakin hidup agama kita baik, semestinya semakin pula kita mampu mencintai sesama.
Kadang kita berpikir bahwa hidup rohani melulu merujuk pada banyaknya doa, ibadah, atau aktivitas gerejawi. Semua itu baik. Namun, Yesus menunjukkan bahwa ukuran kedewasaan rohani bukan hanya relasi vertikal dengan Tuhan, melainkan juga relasi horizontal dengan sesama.
Tidak mungkin seseorang berkata, "Saya sangat mencintai Tuhan," tetapi ia dingin, kasar, dan tidak peduli pada orang lain. Jika relasi kita dengan Tuhan benar, hati kita pasti akan menjadi lebih lembut, lebih sabar, dan lebih peduli pada sesama. Semakin ilahi, semakin manusiawi.
Dua hukum kasih yang vertikal dan horizontal ini tidak terpisahkan. Yesus mengajak kita semua untuk mencintai Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan.
Mengasihi Allah itu bukan hanya soal perasaan, melainkan menyangkut pula seluruh pikiran dan dan tindakan. Mengasihi Allah berarti mengizinkan Dia membentuk cara kita berpikir, membimbing keputusan kita, dan mengubah karakter kita.
Ketika Allah sungguh menjadi pusat hidup kita, pastilah hal itu akan berbuah pada cara kita memperlakukan sesama. Dalam hukum kasih, mengasihi sesama bukan sekadar tambahan. Ketika kita mengasihi sesama, berarti kita mengasihi Tuhan yang ada dalam diri sesama kita.
Ketika kita peduli dan mencintai saudara-saudari kita yang lemah dan tersingkir, di situlah kita melakukannya untuk Tuhan. Saudara-saudari terkasih, marilah kita sejenak berefleksi:
Bagaimana kita menghidupi hukum kasih dalam hidup kita sehari-hari?
Apakah kedekatan kita dengan Tuhan semakin membuat kita sabar dalam keluarga, rendah hati dalam komunitas, dan peduli kepada mereka yang lemah, kecil, miskin, dan tersingkir?
Doa Katolik Hari Ini
Ya Tuhan, curahkanlah rahmat-Mu dalam hati kami. Kami ini sering lemah. Maka bila kami menyeleweng, bimbinglah kami kembali, agar kami selalu setia kepada perintah-Mu.
Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari ini Jumat, 13 Maret 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
FAQ
1. Renungan harian Katolik 13 Maret 2026 tentang apa?
Renungan Katolik hari ini 13 Maret 2026 mengangkat refleksi tentang dua hukum kasih, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama.
2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 13 Maret 2026?
Bacaan Injil Katolik 13 Maret 2026 adalah Markus 12 mulai dari ayat 28 sampai 34.
3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 13 Maret 2026?
Dalam renungan harian Katolik 13 Maret 2026, kita juga merenungi kisah Santa Eufrasia/Eupraxia (Pengaku Iman).
(sto/apl)












































Komentar Terbanyak
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja