Catat! Ini 7 Jalur Alternatif Mudik di Sleman Jika Terjadi Kemacetan

Catat! Ini 7 Jalur Alternatif Mudik di Sleman Jika Terjadi Kemacetan

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Kamis, 12 Mar 2026 12:37 WIB
Ilustrasi Mudik Lebaran 2025
Ilustrasi Mudik Lebaran. Foto: Edi Wahyono
Sleman -

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman menyiapkan tujuh jalur alternatif selama arus mudik dan libur Lebaran 2026. Jalur-jalur tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama.

"Jadi dari ini dari Dishub Sleman ada tujuh jalur alternatif yang kami akan gunakan dalam proses membantu kelancaran arus kendaraan," kata Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi, kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Heri mengatakan, jalur alternatif itu untuk membantu pemudik yang melintas dari arah Klaten, Magelang, maupun dari Purworejo menuju Jogja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruas tersebut meliputi alternatif dari Magelang menuju arah Jogja. Pemudik bisa melalui jalan simpang Pasar Tempel-Batas Kota dengan panjang jalur 22,4 kilometer.

Alternatif kedua disiapkan untuk kendaraan dari arah Solo menuju Jogja melalui jalan Berbah-Kalasan hingga Simpang Blok O dengan panjang jalur sekitar 9 kilometer.

ADVERTISEMENT

"Kemudian jalur alternatif dari arah Wates menuju Magelang dapat ditempuh melalui simpang tiga Klangon hingga simpang empat Tempel dengan panjang sekitar 22 kilometer," ujarnya.

Dishub Sleman juga menyiapkan jalur alternatif menuju kawasan wisata Tebing Breksi melalui simpang Pasar Prambanan hingga kawasan Breksi dengan panjang jalur sekitar 5,4 kilometer.

Jalur alternatif lainnya yakni dari Wates menuju Jogja melalui simpang Klangon hingga simpang empat Pelemgurih dengan panjang sekitar 15 kilometer.

Selanjutnya, jalur alternatif dari arah Magelang menuju Prambanan dapat melalui simpang Pasar Tempel hingga simpang Ramayana Bogem dengan panjang jalur sekitar 30,6 kilometer.

"Sedangkan untuk bus dari arah Magelang menuju Prambanan disiapkan jalur melalui Simpang Pasar Tempel hingga Simpang Proliman Bogem dengan panjang sekitar 28,5 kilometer," ucapnya.

Titik Rawan Laka di Sleman

Selain menyiapkan jalur alternatif, Dishub Sleman juga memetakan sejumlah ruas jalan yang rawan kecelakaan selama arus mudik.

Beberapa di antaranya jalan Selokan Mataram wilayah Cupuwatu Kalasan, jalan Kalasan-Potrojayan atau Jalan Opak Raya, serta jalan Karangnongko-Babadan atau Jalan Kalimati.

Kemudian jalan Sorogenen-Sidorejo atau Jalan Candi Sambisari, jalan Turi-Tempel di simpang empat Ngablak, jalan Sumber-Pelem atau Jalan Raya Berbah, hingga jalan Glondong-Tegalrejo atau Jalan LPMP

Selain itu terdapat pula jalan Dayu-Krapyak atau Jalan Kaliurang Timur, jalan Potrojayan-Kenaran, serta jalan Kenaran-Losari atau Jalan Raya Pereng.

Titik Rawan Macet di Sleman

Dishub Sleman juga mengidentifikasi sejumlah ruas jalan yang rawan kemacetan saat arus mudik. Di antaranya Jalan Wates, Jalan Solo, dan Jalan Magelang yang merupakan jalan nasional.

"Kalau rawan berkaitan dengan kemacetan ini jalur utama ini rawan macet, terutama ada tol Prambanan ini potensi macetnya sangat tinggi," ucapnya.

Selain itu kemacetan juga diperkirakan terjadi di Jalan Godean serta sejumlah ruas menuju destinasi wisata seperti kawasan Tebing Breksi, kawasan Ibarbo, dan jalur menuju kawasan wisata Kaliurang.

"Untuk mengurangi kemacetan di jalur utama seperti kami sampaikan tadi ada jalur alternatif yang bisa digunakan," pungkasnya.




(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads