Kenapa Tenggorokan Mudah Sakit Saat Musim Kemarau? Ternyata Ini Penyebabnya!

Kenapa Tenggorokan Mudah Sakit Saat Musim Kemarau? Ternyata Ini Penyebabnya!

Ovilia Putri Ramadhani - detikJogja
Minggu, 02 Agu 2026 08:33 WIB
Ilustrasi Sakit Tenggorokan
Ilustrasi Sakit Tenggorokan (Foto: Sasun Bughdaryan/Unsplash)
Jogja -

Saat musim kemarau, pernahkah detikers merasakan tenggorokan terasa kering, gatal, dan sakit? Keluhan tersebut sering muncul setelah terlalu lama berada di ruangan ber-AC, beraktivitas di luar rumah, atau terpapar debu dan polusi sepanjang hari di tengah panasnya musim kemarau.

Cuaca kemarau yang lebih kering memang dapat mengurangi kelembaban udara. Karenanya tidak heran jika kondisi ini membuat tenggorokan detikers kehilangan kelembaban hingga menyebabkan rasa tidak nyaman muncul.

Namun, sakit tenggorokan pada musim kemarau tidak semata-mata disebabkan oleh cuaca panas atau udara kering. Ada beberapa faktor lain yang dapat ikut memicu keluhan. Lantas, kenapa tenggorokan mudah sakit saat musim kemarau? Berikut penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Tenggorokan Mudah Sakit Saat Musim Kemarau

Di bawah ini beberapa kemungkinan penyebab tenggorokan mudah sakit pada musim kemarau:

ADVERTISEMENT

1. Udara Kering

Dilansir Bass Medical Group, udara yang dingin maupun kering dapat mengurangi kelembapan pada saluran pernapasan. Bernapas melalui mulut dapat memperparah kekeringan karena udara masuk tanpa melalui proses penyaringan dan kelembaban alami di hidung.

Udara dengan kelembaban yang rendah membuat permukaan menjadi kering dan mudah iritasi. Biasanya gejala disertai gatal, serak, atau rasa haus secara berlebihan.

2. Tubuh Kekurangan Cairan

Cuaca pada musim kemarau yang panas membuat tubuh mengeluarkan banyak cairan melalui keringat. Apabila cairan yang hilang tidak segera diganti, maka detikers bisa mengalami dehidrasi ringan yang ditandai dengan mulut dan tenggorokan kering.

Kurangnya cairan juga dapat membuat produksi air liur berkurang. Padahal air liur ini sangat penting yang berperan membantu menjaga kelembaban mulut dan tenggorokan sekaligus membersihkan partikel yang masuk.

3. Debu dan Polusi Udara Meningkat

Musim kemarau pada umumnya membuat kondisi jalan atau lingkungan sekitar lebih panas dan berdebu. Debu dari kendaraan, pembakaran sampah, hingga asap rokok yang masuk bersama udara lalu dihirup berpotensi menimbulkan iritasi tenggorokan.

Paparan tersebut dapat memicu rasa gatal, batuk, tenggorokan kering, dan suara serak. Risiko keluhan dapat meningkat pada orang yang sering berkendara atau tinggal di kawasan dengan kualitas udara buruk.

4. Alergi terhadap Debu

Debu dan partikel tanaman yang beterbangan dapat memicu alergi pada sebagian orang. Reaksi alergi biasanya menyebabkan hidung berair, bersin-bersin, hidung tersumbat dan lendir yang mengalir ke belakang tenggorokan atau postnasal drip.

5. Terlalu Sering Berada di Ruangan Ber-AC

Dirujuk dari AFC Urgent Care Attleboro, terlalu lama berada di ruangan berpendingin udara dapat menyebabkan tenggorokan kering dan iritasi. Apa hubungannya?

Saat cuaca panas, tentunya orang akan mencari atau berlama-lama dalam ruangan ber-AC. Sayangnya, udara yang terlalu dingin dapat membuat tenggorokan kering hingga tersumbat.

6. Penggunaan Suara Secara Berlebihan

Penggunaan suara berlebihan merupakan salah satu penyebab umum tenggorokan terasa sakit dan teriritasi. Saat detikers terlalu banyak berbicara dan teriak dengan menggunakan suara keras, aktivitas tersebut akan membuat pita suara tegang dan iritasi. Keluhan awalnya, suara terasa seperti mau habis atau serak.

7. Infeksi Virus atau Bakteri

Sebagian besar sakit tenggorokan berkaitan dengan infeksi virus. Gejalanya dapat berupa batuk, pilek, demam ringan, hidung tersumbat, dan suara serak.

Hal ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang memicu infeksi tenggorokan. Walaupun identik dengan udara kering, sakit tenggorokan pada musim kemarau juga dapat disebabkan oleh infeksi. Virus penyebab pilek atau flu masih bisa menyebar kapan saja termasuk ketika cuaca panas.

Cara Meredakan Tenggorokan Sakit Saat Musim Kemarau

Ada beberapa perawatan yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi sakit tenggorokan pada musim kemarau, seperti:

  • Memperbanyak minum air putih.
  • Mengonsumsi minuman hangat.
  • Berkumur menggunakan air hangat.
  • Menggunakan pelembab udara apabila ruangan terlalu kering.
  • Mengistirahatkan suara dan menghindari berteriak.
  • Menghindari asap rokok, debu dan polusi.
  • Memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
  • Beristirahat dengan cukup.
  • Menghindari makanan yang terlalu pedas dan panas.

Bedanya Tenggorokan Sakit Akibat Iritasi dan Infeksi

Tenggorokan sakit akibat udara kering atau iritasi biasanya terasa ringan disertai rasa gatal atau kering. Sensasi mengganggu nan menggelitik ini akan membaik setelah minum air hangat.

Sementara itu sakit tenggorokan akibat infeksi virus dapat muncul bersama pilek, batuk, tubuh lemas, atau demam ringan.

Meski demikian, penyebab sakit tenggorokan tidak bisa dipastikan hanya dari gejala. Pemeriksaan tenaga medis mungkin diperlukan, terutama bila keluhan berat atau tidak kunjung mereda.

Demikian penjelasan terkait mengapa tenggorokan bisa sakit saat musim kemarau. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel ini ditulis oleh Ovilia Putri Ramadhani Mahasiswa Magang Pendidikan di detikcom



(num/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads