Mengapa Lailatul Qadar Tidak Diketahui Tanggal Pastinya? Begini Hikmahnya

Mengapa Lailatul Qadar Tidak Diketahui Tanggal Pastinya? Begini Hikmahnya

Mardliyyah Hidayati - detikJogja
Selasa, 10 Mar 2026 09:55 WIB
Pohon yang dijepret malam hari. Nuansa tenang dan adem. Ilustrasi hikmah Lailatul Qadar yang tidak diketahui tanggalnya.
Ilustrasi Lailatul Qadar (Foto: Pixabay/Pexels)
Jogja -

Lailatul Qadar merupakan malam penuh berkah yang sayang untuk dilewatkan. Sebagai muslim yang baik, kita seyogianya memperbanyak ibadah di malam tersebut untuk meraih keutamaannya. Namun, tak seorang pun tahu tanggal pasti Lailatul Qadar.

Tanggal pasti Lailatul Qadar menjadi rahasia milik Allah SWT. Tidak seorang pun mengetahui waktu tepatnya. Beruntungnya, Nabi Muhammad SAW telah memberikan kisi-kisi tanggal Lailatul Qadar dan amalan untuk mengisinya.

Lailatul Qadar sendiri memiliki segudang keutamaan, salah satunya adalah lebih baik ketimbang 1000 bulan. Kalau begitu, mengapa waktu pasti Lailatul Qadar ini dirahasiakan? Temukan hikmahnya di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar

Berdasarkan penjelasan di buku Jejak Ramadhan: Kumpulan Kultum Ramadhan 30 Hari Penuh Hikmah, berikut ini hikmah dirahasiakannya tanggal pasti malam seribu bulan tersebut:

ADVERTISEMENT

1. Lebih Bersungguh-sungguh Beribadah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Kita hanya mengetahui petunjuk bahwa Lailatul Qadar ada di antara sepuluh hari terakhir Ramadan. Sebagaimana dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim berikut ini.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: "Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan."

Ketika tak mengetahui tanggal pastinya, maka kita akan bersungguh-sungguh menjalankan ibadah selama sepuluh hari tersebut tanpa terkecuali. Tentunya dengan harapan dapat mendapatkan malam istimewa tersebut tanpa disengaja.

2. Menghidupkan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Ketika tak seorang pun tahu tanggal pasti Lailatul Qadar, tetapi ingin meraih kemuliaannya, sudah pasti ia menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadan. Ia akan mengisi sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah sehingga malam yang nilainya lebih dari seribu bulan itu dapat diraih.

Dengan demikian, kita juga secara tidak langsung telah meningkatkan ibadah kita selama sepuluh hari nonstop. Meski tidak semua merupakan malam pembersihan jiwa tersebut, tetapi ibadah-ibadah tersebut tetaplah bernilai pahala. Terlebih lagi dengan niat yang lurus dari hati kita.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa tujuan kita sebagai umat yang beriman adalah ibadah kepada Allah. Bukan semata mencari malam istimewa tersebut. Jangan sampai niat kita tidak lurus sehingga ibadah yang dikerjakan sia-sia.

Amalan Ketika Sahur untuk Meraih Berkah Lailatul Qadar

Guna meraih keberkahan Lailatul Qadar, kita tidak hanya menjalankan ibadah malam, tetapi juga amalan-amalan ketika sahur. Menurut buku berjudul Jejak Ramadan yang ditulis oleh Nova dan Para Pejuang RA, berikut 3 amalan ketika sahur untuk meraih berkah Lailatul Qadar.

1. Perbanyak Istighfar Ketika Sahur

Allah SWT akan turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, bertepatan dengan momen sahur. Waktu tersebut mustajab sehingga perlu dimanfaatkan sebaik mungkin, salah satunya dengan meminta ampunan Allah SWT.

Umat Islam dapat membaca doa tobat maupun beristighar sehingga rahmat Allah SWT yang begitu luas didapat. Dengan seizin Allah, permohonan ampun itu akan mengantarkan seorang muslim ke surga. Firman Allah dalam surat Adz-Dzariyat ayat 15-18:

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam (surga yang penuh) taman-taman dan mata air. (15) (Di surga) mereka dapat mengambil apa saja yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. (16) Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; (17) dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). (18)

2. Perbanyak Berdoa Ketika Sahur

Pada waktu yang baik tersebut, kita juga dianjurkan untuk banyak berdoa sesuai hajat masing-masing. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ؟

Artinya: "Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, 'Orang yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Orang yang meminta sesuatu kepada-Ku, akan Kuberikan. Orang yang meminta ampunan dari-Ku, akan Kuampuni.'" (HR Bukhari dan Muslim)

3. Perbanyak Membaca Al-Quran Ketika Sahur

Terakhir, waktu terbaik untuk membaca Al-Quran itu saat malam, khususnya di sepertiga malam terakhir. Hal tersebut dikarenakan waktu tersebut terasa tenang dan lebih khusyu' untuk menjalankan ibadah, seperti yang disebutkan dalam surat Al-Muzammil ayat 6 berikut ini.

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

Artinya: "Sesungguhnya, bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan."

Itulah penjelasan mengenai hikmah dirahasiakannya tanggal pasti Lailatul Qadar. Semoga menambah wawasan keagamaan ya, Dab!

Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads