Duh! Ornamen Gunungan Jembatan Kabanaran-Tiang PJU Rusak

Duh! Ornamen Gunungan Jembatan Kabanaran-Tiang PJU Rusak

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 09 Mar 2026 17:01 WIB
Penampakan bagian Jembatan Kabanaran yang keropos dan lampu PJU yang rusak, Senin (9/3/2026).
Penampakan Jembatan Kabanaran yang rusak dan lampu PJU yang patah, Senin (9/3/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Sedikitnya lima lampu penerangan jalan umum (PJU) yang terpasang di Jembatan Kabanaran patah. Selain itu, besi yang terpasang pada ornamen gunungan sebagai ikon jembatan tersebut juga terlepas.

Pantauan detikJogja, Senin (9/3/2026), tampak satu PJU di sisi selatan Jembatan Kabanaran patah. Selanjutnya, satu PJU di sisi utara jembatan juga tampak patah.

Melaju ke arah barat, tepatnya di barat ornamen gunungan tampak dua PJU di sisi utara jembatan juga patah. Hal yang sama juga terlihat di sisi barat ornamen tersebut, di mana ada satu lagi PJU yang patah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, bagian dari ornamen gunungan di sisi selatan Jembatan Kabanaran, yakni besi yang menempel juga hampir terlepas. Sedangkan pada bagian bawah ornamen gunungan juga tampak ada salah satu bagian besi yang diikat dengan tali plastik agar tidak terlepas dari tempatnya.

ADVERTISEMENT

Tampak pula beberapa petugas berbaju hijau bersiaga di sekitar Jembatan Kabanaran. Mereka tampak melakukan pemeliharaan jembatan yang berada di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kulon Progo tersebut.

Salah satu pedagang cilok yang sedang berhenti di bawah ornamen gunungan, Yayak (50), mengatakan patahnya PJU dan mengelupasnya besi pada ornamen gunungan terjadi hari Rabu (4/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Dia menyebut saat itu terjadi hujan deras disertai angin kencang.

"Patahnya lampu-lampu itu hari Rabu siang, kok saya tahu? Karena saat itu saya sedang berteduh dari hujan dan lihat tiang lampu itu patah," kata Yayak kepada detikJogja di Srandakan, Bantul, siang ini.

Bagian besi di bawah ornamen gunungan Jembatan Kabanaran tampak ditali menggunakan tali plastik agar tidak copot.Besi yang terlepas pada bagian ornamen gunungan Jembatan Kabanaran. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Yayak menyebut patahnya tiang lampu itu diduga karena tidak kuat menahan angin kecang. Beruntung patahan tiang-tiang tersebut tidak jatuh ke jalan.

"Tapi tidak ke jalan jatuhnya tiang itu, karena angin berhembus ke arah utara saat itu. Kalau penyebabnya saya kira karena las-lasan terus bagian atasnya berat dan akhirnya patah saat terkena angin kencang," ujarnya.

Sedangkan untuk bagian besi pada ornamen gunungan yang terkelupas, Yayak menyebut juga terjadi hari Rabu (4/3). Namun, Yayak mengaku tidak tahu langsung kejadian tersebut.

"Yang ornamen itu juga pas saat angin kencang hari Rabu. Jadi saat hujan deras saya meneduh dan karena tetap basah saya geser ke sisi timur, nah saat kembali lagi sudah seperti itu (besi pada ornamen Gunungan terlepas)," ucapnya.

Yayak juga mengaku sempat memperbaiki salah satu besi yang terlepas pada ornamen Gunungan. Menurutnya, hal itu agar besi tersebut tidak hilang.

"Ini ada satu ini yang bagian bawah ini saya tali biar tidak lepas," katanya.

Yayak mengatakan beberapa petugas sudah datang untuk melakukan pengecekan terkait kerusakan tersebut. Namun, untuk tiang PJU yang patah belum ada penanganan.

"Sudah ada yang ke sini, tapi hanya melakukan pengelasan tiang lampu. Kalau yang patah belum disambung lagi, mungkin bertahap ya yang memperbaiki," ujarnya.

Tiang PJU di Jembatan Kabanaran yang patah, Senin (9/3/2026).Tiang PJU di Jembatan Kabanaran yang patah, Senin (9/3/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Kerusakan Jembatan Banaran ini pun dibenarkan Panewu (Camat) Srandakan. "Iya, betul (ada tiang PJU patah), ada juga kerusakan di bagian ornamen Gunungan yang warna kuning itu," kata Panewu Srandakan, Karjiyem kepada detikJogja, Senin (9/3).

Karjiyem menyebut kerusakan jembatan tersebut sudah mendapat tindak lanjut dari DPUPKP Bantul. Bahkan, DPUPKP Bantul telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.

"Sudah ditindaklanjuti oleh PU Bantul untuk dilaporkan di Balai Jalan Nasional. Karena masih dalam pemeliharaan dan itu ranah pusat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Alran Menumpak Simbolon, mengatakan perbaikan PJU dan ornamen gunungan Jembatan Kabanaran bukanlah wewenangnya. Mengingat Jembatan Kabanaran merupakan program strategis nasional (PSN).

"Nuwun sewu, menika kewenangan Balai Jalan Nasional (maaf, itu kewenangan Balai Jalan Nasional)," ucap Jimmy kepada detikJogja.

Meski begitu, Jimmy mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Balai Jalan Nasional. Menurutnya, Balai Jalan Nasional yang akan melakukan perbaikan terhadap kerusakan tersebut.

"Sampun (lapor ke Balai Jalan Nasional)," katanya.

Sebagai informasi, Jembatan Kabanaran yang menghubungkan Kabupaten Bantul-Kulon Progo melalui jalur jalan lintas selatan (JJLS) di Poncosari, Srandakan, Bantul diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo menyebut lokasi Jembatan tersebut sarat akan nilai historis.

"Pertama-tama tentunya kita selalu bersyukur dan tidak henti-hentinya kita panjatkan rasa syukur kita ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga hari ini kita dapat berkumpul pada acara peresmian Jembatan Kabanaran di Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Prabowo saat memberikan sambutan di Jembatan Kabanaran, Bantul, Rabu (19/11/2025).

Halaman 2 dari 2
(ams/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads