Renungan Harian Katolik 10 Maret 2026 dan Bacaan Hari Ini: Mengampuni

Renungan Harian Katolik 10 Maret 2026 dan Bacaan Hari Ini: Mengampuni

Santo - detikJogja
Selasa, 10 Mar 2026 04:00 WIB
Renungan Harian Katolik 9 Maret 2026 lengkap dengan bacaan Injil dan doa penutup.
Renungan harian Katolik. (Foto: freepik/Freepik)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 10 Maret 2026 merupakan hari biasa pekan III Prapaskah dengan peringatan kisah Santo Yohanes, Biarawan. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah ungu.

Mengangkat tema tentang mengampuni tanpa batas, mari simak renungan Katolik hari Selasa, 10 Maret 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Paulus Erwin Sasmito Pr. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Selasa, 10 Maret 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 10 Maret 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 10 Maret 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Dan. 3:25,34-43; dilanjut Mazmur Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; bacaan Injil Mat. 18:21-35; dan bacaan ofisi Kel 32:1-6.15-34. Berikut ini uraian lengkapnya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I Dan. 3:25,34-43

  • Dan 3:25 Maka Azarya berdiri dan berdoa sebagai berikut. Ia membuka mulutnya di tengah-tengah api itu, katanya:
  • Dan 3:34 Janganlah kami Kautolak selamanya demi namaMu, dan janganlah Kaubatalkan perjanjianMu;
  • Dan 3:35 janganlah Kautarik kembali dari pada kami belas kasihanMu demi Abraham, kekasihMu, demi Ishak, hambaMu dan demi Israel, orang suciMu,
  • Dan 3:36 yang kepadanya telah Kaujanjikan untuk memperbanyak keturunan mereka laksana bintang-bintang di langit dan seperti pasir di tepi taut.
  • Dan 3:37 Ya Selasa, jumlah kami telah menjadi lebih kecil dari jumlah sekalian bangsa, dan sekarang kamipun dianggap rendah di seluruh bumi oleh karena segala dosa kami.
  • Dan 3:38 Dewasa inipun tidak ada pemuka, nabi atau penguasa, tiada korban bakaran atau korban sembelihan, korban sajian atau ukupan; tidak pula ada tempat untuk mempersembahkan buah bungaran kepadaMu dan mendapat belas kasihan.
  • Dan 3:39 Tetapi semoga kami diterima baik, karena jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah, seolah-olah kami datang membawa korban-korban bakaran domba dan lembu serta ribuan anak domba tambun.
  • Dan 3:40 Demikianlah hendaknya korban kami di hadapanMu pada hari ini berkenan seluruhnya kepadaMu. Sebab tidak dikecewakanlah mereka yang percaya padaMu.
  • Dan 3:41 Kini kami mengikuti Engkau dengan segenap jiwa dan dengan takut kepadaMu, dan wajahMu kami cari. Janganlah kami Kaupermalukan,
  • Dan 3:42 melainkan perlakukankanlah kami sesuai dengan kemurahanMu dan menurut besarnya belas kasihanMu.
  • Dan 3:43 Lepaskanlah kami sesuai dengan perbuatanMu yang ajaib, dan nyatakanlah kemuliaan namaMu, ya Selasa.

Bacaan Mazmur Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9

  • Mzm 25:4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Selasa, tunjukkanlah itu kepadaku.
  • Mzm 25:5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
  • Mzm 25:6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya Selasa, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
  • Mzm 25:7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya Selasa.
  • Mzm 25:8 Selasa itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
  • Mzm 25:9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Bacaan Injil Mat. 18:21-35

  • Mat 18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Selasa, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
  • Mat 18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
  • Mat 18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
  • Mat 18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
  • Mat 18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
  • Mat 18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
  • Mat 18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
  • Mat 18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
  • Mat 18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
  • Mat 18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
  • Mat 18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
  • Mat 18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
  • Mat 18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
  • Mat 18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
  • Mat 18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Bacaan Ofisi Kel 32:1-6.15-34

  • Kel 32:1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir?kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."
  • Kel 32:2 Lalu berkatalah Harun kepada mereka: "Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku."
  • Kel 32:3 Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun.
  • Kel 32:4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"
  • Kel 32:5 Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: "Besok hari raya bagi Selasa!"
  • Kel 32:6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.
  • Kel 32:15 Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.
  • Kel 32:16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.
  • Kel 32:17 Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan."
  • Kel 32:18 Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan?bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."
  • Kel 32:19 Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.
  • Kel 32:20 Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.
  • Kel 32:21 Lalu berkatalah Musa kepada Harun: "Apakah yang dilakukan bangsa ini kepadamu, sehingga engkau mendatangkan dosa yang sebesar itu kepada mereka?"
  • Kel 32:22 Tetapi jawab Harun: "Janganlah bangkit amarah tuanku; engkau sendiri tahu, bahwa bangsa ini jahat semata-mata.
  • Kel 32:23 Mereka berkata kepadaku: Buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir?kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.
  • Kel 32:24 Lalu aku berkata kepada mereka: Siapa yang empunya emas haruslah menanggalkannya. Mereka memberikannya kepadaku dan aku melemparkannya ke dalam api, dan keluarlah anak lembu ini."
  • Kel 32:25 Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang?sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka?
  • Kel 32:26 maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada Selasa datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.
  • Kel 32:27 Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman Selasa, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."
  • Kel 32:28 Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.
  • Kel 32:29 Kemudian berkatalah Musa: "Baktikanlah dirimu mulai hari ini kepada Selasa, masing-masing dengan membayarkan jiwa anaknya laki-laki dan saudaranya?yakni supaya kamu diberi berkat pada hari ini."
  • Kel 32:30 Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap Selasa, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
  • Kel 32:31 Lalu kembalilah Musa menghadap Selasa dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
  • Kel 32:32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu?dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
  • Kel 32:33 Tetapi Selasa berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.
  • Kel 32:34 Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."

Renungan Harian Katolik Selasa 10 Maret 2026

Saudara-saudari terkasih, Petrus hari ini mengajukan pertanyaan yang sangat manusiawi kepada Yesus, "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"

Pertanyaan yang sama sering juga kita ungkapkan, "Berapa kali harus mengampuni? Sampai kapan harus sabar? Apakah tidak ada batasnya?" Yesus menjawab bukan hanya untuk Petrus, melainkan juga untuk kita semua, "Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."

Artinya, kita diajak untuk mengampuni tanpa batas. Mengampuni tanpa batas bukanlah hal yang mudah. Sering kali kita menggunakan itu sebagai alasan untuk tidak mengampuni, bahkan kita kaitkan dengan kemanusiaan kita: Lupa itu manusiawi; marah itu manusiawi; sakit hati dan dendam pun manusiawi.

Namun, kita diajak untuk meneladan Allah, sebab kita ini adalah gambar dan rupa Allah sendiri. Allah itu mahakasih, semestinya manusia pun mau mengasihi. Allah itu mahabaik, semestinya manusia pun mau berbuat baik. Allah itu maha pengampun, semestinya manusia pun mau mengampuni.

Gambaran tentang Allah yang berbelaskasihan dikisahkan oleh Yesus dengan perumpamaan yang kita dengarkan hari ini. Seorang raja menghapus utang hambanya yang jumlahnya luar biasa besar. Utang itu sebenarnya mustahil dilunasi.

Itulah gambaran utang dosa kita kepada Allah. Namun, Allah berkenan menghapusnya. Akan tetapi, setelah diampuni, hamba itu justru mencekik temannya yang juga berutang kepadanya. Di sinilah tragedi terjadi: Ia telah menerima belas kasihan, tetapi tidak meneruskannya.

Karakter Allah harus tampak dalam hidup kita. Allah mengampuni bukan dengan hitung-hitungan ala kalkulator. Allah mengampuni dengan hati. Sering kali kita seperti hamba pertama dalam perumpamaan ini: Mau diberi ampun, tetapi sulit memberi ampun.

Kita ingin Tuhan sabar terhadap kita, tetapi kita tidak sabar terhadap sesama. Padahal, Doa Bapa Kami yang kita ucapkan setiap hari isinya jelas: "Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami."

Sekali lagi, mengampuni memang sulit, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Mengampuni bukan berarti membenarkan kesalahan, menghapus ingatan, ataupun berpura-pura tidak terluka. Mengampuni berarti kita memilih untuk tidak membalas.

Kita menyerahkan penghakiman kepada Allah. Kita memutus rantai dendam. Mengampuni adalah tindakan iman. Mengampuni adalah keputusan, bukan perasaan. Perasaan kita bisa saja masih sakit, tetapi keputusan untuk tidak menyimpan kebencian adalah langkah agar kita menjadi serupa dengan Allah.

Menarik bahwa Yesus menutup perumpamaan ini dengan gambaran yang keras: Hamba yang tidak mau mengampuni itu akhirnya diserahkan kepada algojo. Ini sebuah simbol bahwa hati yang tidak mengampuni akan tersiksa oleh kepahitan, kemarahan, dendam, dan luka batin yang membusuk.

Orang yang tidak mampu mengampuni sebenarnya sedang memenjarakan dirinya sendiri. Sebaliknya, pengampunan itu membebaskan: Bukan hanya untuk pihak yang bersalah terhadap kita, melainkan terutama untuk diri kita sendiri.

Saudara-saudari yang terkasih, menjadi bahan refleksi kita hari ini: Adakah orang yang sampai hari ini masih kita "cekik" dalam hati kita? Siapa yang belum kita ampuni kesalahannya?

Adakah luka yang masih kita simpan sampai sekarang ini? Jika Allah sudah menghapus utang kita yang tidak terbayar, maukah kita menghapus utang saudara-saudari kita? Selamat mengampuni!

Doa Katolik Hari Ini

Kami mohon ya Tuhan, janganlah Kautarik rahmatMu dari kami. Semoga dengan bantuanMu kami menjadi abdiMu yang setia.

Demi Yesus Kristus, PutraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Selasa, 10 Maret 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 10 Maret 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 10 Maret 2026 mengangkat refleksi tentang mengampuni tanpa batas yang menjaga kita dari luka batin yang membusuk dan mencekik kehidupan kita sendiri.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 10 Maret 2026?

Bacaan Injil Katolik 10 Maret 2026 adalah Matius 18 mulai dari ayat 21 sampai 35.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 10 Maret 2026?

Dalam renungan harian Katolik 10 Maret 2026, kita juga merenungi kisah Santo Yohanes (Biarawan).




(sto/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads