Polisi mengamankan tiga remaja yang diduga terlibat dalam peracikan dan penjualan bubuk petasan di wilayah Ambarketawang, Gamping, Sleman. Ketiganya diamankan saat patroli subuh yang dilakukan jajaran Polsek Gamping pada Sabtu (7/3).
Kapolsek Gamping AKP Bowo Susilo mengatakan pengungkapan tersebut bermula saat petugas melakukan patroli rutin pada pukul 06.12 WIB di wilayah Ambarketawang.
"Saat melintas di bawah Jembatan Utara Pasar Sapi, tepatnya di area bulak persawahan Dusun Sorogenen, Ambarketawang, petugas mendapati dua anak sedang mengisi bubuk petasan," kata Bowo kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Dua anak yang diamankan inisial HP dan AP. Keduanya kemudian dibawa ke Polsek Gamping untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari hasil pendalaman, petugas memperoleh informasi mengenai seorang anak lain yang diduga sebagai penjual bubuk petasan," ujarnya.
Petugas kemudian mengamankan seorang anak berinisial FAP (16) warga Gamping. Dia diduga meracik sekaligus menjual bubuk petasan kepada dua anak tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bubuk petasan tersebut dijual dengan harga sekitar Rp 30.000 per ons," katanya.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya berupa 5 kilogram bubuk petasan yang telah dikemas dalam beberapa bungkus plastik, dan satu kilogram bubuk belerang.
Selain itu petugas juga menyita alat pengolahan seperti ember, ulekan kayu, ayakan, serta bahan pembuatan selongsong petasan dan beberapa selongsong petasan siap isi.
"Saat ini ketiga anak tersebut beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Gamping untuk proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Bowo menjelaskan pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mengantisipasi peredaran bahan petasan yang berpotensi membahayakan masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.
"Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terlibat dalam aktivitas pembuatan maupun penggunaan petasan yang berbahaya," pungkasnya.
(dil/alg)












































Komentar Terbanyak
3 Kepala Daerah di Jatim Kena OTT KPK, Ini Kata Gubernur Khofifah
Sederet Fakta Penemuan Mayat Pria Dalam Mobil di Condongcatur Sleman
Zulhas Ungkap Biang Kerok Minyakita Langka di Sejumlah Daerah