Apa Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar? Ini Amalan Sunnahnya

Apa Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar? Ini Amalan Sunnahnya

Mardliyyah Hidayati - detikJogja
Rabu, 04 Mar 2026 11:03 WIB
Tamu didampingi petugas mengamati mushaf kitab suci Al Quran berukuran jumbo 3 X 2 meter di Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (28/2/2026). Mushaf tulis tangan karya Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Wonosobo ini merupakan pemberian Presiden ke-7 RI Joko Widodo kepada pengurus masjid setempat untuk dipamerkan sebagai daya tarik bagi pengunjung dan wisatawan. ANTARAFOTO/Maulana Surya/wsj. *** Local Caption ***
Mushaf Al-Quran Raksasa Dipamerkan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Foto: ANTARA FOTO/Maulana Surya
Jogja -

Bulan Ramadan menyimpan dua momen penuh kemuliaan dalam Islam. Keduanya adalah Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar. Meski sama-sama terjadi di bulan Ramadan, tetapi keduanya merupakan hal yang berbeda.

Peristiwa Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar secara umum diyakini terjadi pada bulan Ramadan. Keduanya memiliki kemuliaan yang sayang untuk dilewatkan tanpa memperbanyak ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Akan tetapi, keduanya bukanlah hal yang sama. Lantas, apa saja perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar itu? Temukan perbedaan dan amalan sunnahnya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar terletak pada makna istilah, pengertian, dan sebagainya. Lebih jelasnya, mari simak uraian lengkapnya berikut ini.

1. Nuzulul Quran: Hari Turunnya Al-Quran

Dijelaskan dalam buku All About Ramadhan: Teman Setia Menikmati Ibadah oleh Rosidin bahwa Nuzulul Quran berasal dari kata nuzul yang artinya turun. Dengan demikian, makna Nuzulul Quran secara keseluruhan adalah hari turunnya Al-Quran.

ADVERTISEMENT

Dalam sumber lain, yakni Buku Ajar Ulumul Qur'an yang ditulis oleh Ali Mubin, Nuzulul Quran tidak dapat dimaknai secara harfiah sebagai 'turunnya Al-Quran'. Sumber tersebut menguraikan Nuzulul Al-Quran dalam pengertian majazi, yakni penyampaian informasi atau wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, dari alam gaib ke alam nyata melalui perantaran malaikat Jibril.

Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada malam Jumat, 17 Ramadan, di Gua Hira tahun ke-41 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peristiwa tersebut disebutkan dalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 185 di bawah ini.

"Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan menjelaskan perbedaan antara yang benar dan yang salah."

Berbeda dengan sumber sebelumnya, buku All About Ramadhan: Teman Setia Menikmati Ibadah, menyebutkan hari turunnya Al-Quran bertepatan dengan Perang Badar, yakni pada 17 Ramadan 2 H. Informasi tersebut didasarkan pada firman Allah SWT surat Al-Anfal ayat 41 berikut ini.

"... di hari Furqan, yaitu hari bertemunya dua pasukan (Perang Badar)."

Dalam firman lain, disebutkan pula bahwa turunnya Al-Quran itu pada malam Lailatul Qadar. Berikut ini lafal dan terjemahan firman Allah tersebut, yakni surat Al-Qadar ayat 1.

"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada Lailatul Qadar."

Ayat tersebut menunjukkan bahwa meski Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar itu berbeda, tetapi saling beririsan. Keduanya terjadi pada waktu yang kemungkinan sama.

2. Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan

Lailatul Qadar berasal dari kata lailah yang berarti 'malam' dan qadar yang berarti 'mulia'. Dengan demikian, istilah Lailatul Qadar bermakna malam kemuliaan.

Abdillah F Hasan dalam buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa menjelaskan Lailatul Qadar merupakan satu malam di bulan Ramadan yang digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, atau setara dengan 83 tahun dari umur seseorang.

Uraian keistimewaan malam Lailatul Qadar tersebut disebutkan dalam firman Allah QS Al-Qadr ayat 1-5. Berikut ini terjemahan ayat tersebut.

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemudiaan dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

Tidak ada yang tahu pasti kapan malam Lailatul Qadar itu. Namun, dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, malam Lailatul Qadar dikabarkan terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, terutama di malam ganjil. Berikut bunyi terjemahan hadits tersebut.

"Rasulullah SAW beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda, 'Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.'"

Nabi Muhammad juga menjelaskan tanda-tanda Lailatul Qadar. Tanda malam Lailatul Qadar disebutkan Nabi Muhammad dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad. Terjemahan haditsnya:

"Tanda-tanda Lailatul Qadar adalah malamnya yang terang seperti ada rembulan terbit, tenang, sunyi, tidak dingin, tidak panas, dan tidak dihalalkan bagi bintang-bintang untuk dilemparkan di malam itu hingga pagi. Dan di antara tanda tanda-tandanya adalah di pagi harinya matahari terbit merata, pancaran cahayanya tidak menyilaukan, cahayanya seperti bulan, dan tidak halal bagi setan untuk keluar di saat itu."

Amalan Sunnah pada Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran

Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, baik Nuzulul Quran maupun Lailatul Qadar, memiliki waktu yang sama, yakni pada bulan Ramadan, bahkan pada waktu yang berdekatan. Amalan sunnah keduanya juga tidak jauh-jauh dari amalan sunnah di bulan Ramadan.

Dalam hal ini, kita bisa menjalankannya amalan sunnah yang sama untuk meraih kemuliaan pada malam-malam tersebut. Oleh karena itu, berikut ini beberapa amalan sunnah Lailatul Qadar yang dikutip dari buku Mukjizat Lailatul Qadar: Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan oleh Arif M. Riswanto:

  • Melakukan i'tikaf di masjid
  • Mengerjakan sholat Tarawih
  • Membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran
  • Memperbanyak sedekah
  • Memperhatikan kebersihan fisik dan pakaian
  • Memperbanyak doa, zikir, dan istighfar

Itulah penjelasan mengenai perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar beserta amalan-amalan sunnahnya. Semoga jelas sehingga dapat dijadikan pedoman dalam mengerjakan amalan sunnahnya ya, Dab!

Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(afn/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads