- Renungan Katolik Hari Ini Rabu, 4 Maret 2026 Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 4 Maret 2026 Bacaan I Yer. 18:18-20 Bacaan Mazmur Mzm. 31:5-6,14,15-16 Bacaan Injil Mat. 20:17-28 Bacaan Ofisi Kel 17:1-16 Renungan Harian Katolik Rabu 4 Maret 2026 Doa Katolik Hari Ini
- FAQ 1. Renungan harian Katolik 4 Maret 2026 tentang apa? 2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 4 Maret 2026? 3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 4 Maret 2026?
Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 4 Maret 2026 merupakan hari dengan peringatan kisah Santo Kasimirus, Pengaku Iman; serta Santo Lusius, Paus dan Martir. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah ungu.
Mengangkat tema tentang pengorbanan, mari simak renungan Katolik hari Rabu, 4 Maret 2026 yang dikutip dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Alfons Jehadut. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Rabu, 4 Maret 2026
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 4 Maret 2026
Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 4 Maret 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Yer. 18:18-20; dilanjut Mazmur Mzm. 31:5-6,14,15-16; bacaan Injil Mat. 20:17-28; dan bacaan ofisi Kel 17:1-16. Berikut ini uraiannya:
Bacaan I Yer. 18:18-20
- Yer 18:18 Berkatalah mereka: "Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!"
- Yer 18:19 Perhatikanlah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah suara pengaduanku!
- Yer 18:20 Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan? Namun mereka telah menggali pelubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka, supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka.
Bacaan Mazmur Mzm. 31:5-6,14,15-16
- Mzm 31:5 (31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya Tuhan, Allah yang setia.
- Mzm 31:6 (31-7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada Tuhan.
- Mzm 31:14 (31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya Tuhan, aku berkata: "Engkaulah Allahku!"
- Mzm 31:15 (31-16) Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
- Mzm 31:16 (31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
Bacaan Injil Mat. 20:17-28
- Mat 20:17 Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
- Mat 20:18 "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
- Mat 20:19 Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."
- Mat 20:20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
- Mat 20:21 Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
- Mat 20:22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat."
- Mat 20:23 Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."
- Mat 20:24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
- Mat 20:25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
- Mat 20:26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
- Mat 20:27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
- Mat 20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Bacaan Ofisi Kel 17:1-16
- Kel 17:1 Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah Tuhan, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.
- Kel 17:2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai Tuhan?"
- Kel 17:3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"
- Kel 17:4 Lalu berseru-serulah Musa kepada Tuhan, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"
- Kel 17:5 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.
- Kel 17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
- Kel 17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai Tuhan dengan mengatakan: "Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?"
- Kel 17:8 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.
- Kel 17:9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."
- Kel 17:10 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.
- Kel 17:11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
- Kel 17:12 Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.
- Kel 17:13 Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
- Kel 17:14 Kemudian berfirmanlah Tuhan kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit."
- Kel 17:15 Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: "Tuhanlah panji-panjiku!"
- Kel 17:16 Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji Tuhan! Tuhan berperang melawan Amalek turun-temurun."
Renungan Harian Katolik Rabu 4 Maret 2026
Bacaan Injil hari ini memuat nubuat ketiga tentang penderitaan dan kematian Yesus. Nubuat ini diikuti oleh permintaan ibu Yakobus dan Yohanes kepada Yesus agar kedua anaknya diberikan tempat terhormat di dalam Kerajaan-Nya kelak.
Permintaan ini jelas menunjukkan betapa jauh pemikiran Yakobus, Yohanes, serta ibu mereka dari cara berpikir Yesus tentang kebesaran dan keagungan yang sejati, meskipun mereka telah lama berada bersama-Nya dan mendapat pengajaran secara khusus dari-Nya. Permintaan itu juga dapat dianggap sebagai contoh klasik dari ambisi buta untuk mendapatkan posisi terhomat.
Kedua murid ini menunjukkan bahwa janji duduk bersama Yesus di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel dipandang tidak cukup, sehingga mereka masih meminta tempat duduk yang terhormat di antara kelompok dua belas.
Mereka meminta takhta di kedua sisi Yesus ketika Ia dinobatkan sebagai Raja dan Hakim eskatologis. Kursi di sebelah kanan dan kiri seorang tuan merupakan kursi kehormatan utama.
Menanggapi permintaan itu, Yesus berkata kepada Yakobus dan Yohanes, "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Ketika Yakobus dan Yohanes menunjukkan kesiapan mereka untuk mengambil dan meminum cawan yang dipahami sebagai kiasan untuk penderitaan, Yesus memberikan tanggapan-Nya yang kedua dengan mengklarifikasi apa yang bisa dan tidak bisa diberikan-Nya kepada mereka.
"Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." Penempatan untuk duduk di sebelah kanan atau kiri dalam Kerajaan Allah merupakan hak istimewa Allah sendiri.
Yesus kemudian berbicara tentang perbedaan antara Kerajaan-Nya kelak di surga dan kerajaan yang ada di dunia ini. Dalam kerajaan di dunia, kebesaran atau keagungan seseorang diukur dari tingkat dominasinya, namun dalam Kerajaan-Nya, hal itu diukur dari tingkat pelayanan seseorang kepada sesama.
Karena itu, mereka tidak boleh memerintah orang lain seperti yang diperlihatkan oleh pemerintah bangsa-bangsa dan pembesar-pembesar yang menjalankan kekuasaan dengan keras. Sebaliknya, mereka harus melayani seperti yang diperlihatkan oleh Yesus sendiri sepanjang karya pelayanan-Nya.
Mendengar permintaan Yakobus dan Yohanes, sepuluh murid yang lain menjadi marah. Tidak jelas apakah mereka marah karena permintaan yang keterlaluan itu, ataukah karena kesal sebab kedua murid itu telah mendahului mereka.
Apa pun alasannya, Yesus mengajarkan mereka untuk menjadi pelayan seperti diri-Nya yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, serta untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Banyak dari antara kita yang mau menjadi pemimpin dan tidak mau berkorban. Banyak dari antara kita yang ingin menjadi pemimpin karena menginginkan kehidupan yang mudah dan nyaman.
Hidup yang mudah dan nyaman bukanlah jalan hidup para pengikut Yesus, sebab jalan hidup Yesus sendiri sarat dengan penderitaan, pengorbanan, dan kerendahan hati. Karena itu, kita tidak boleh lupa bahwa esensi dari mengikuti Yesus adalah melayani dengan kerendahan hati dan penuh pengorbanan. Kita melayani bukan supaya menonjol, diperhatikan, dikagumi, dan dihormati.
Murid Yesus yang sejati tidak boleh haus akan kekuasaan, prestise, dan hak istimewa, tetapi harus melayani dengan kerendahan hati dan penuh pengorbanan sekalipun tidak ada yang memperhatikan perbuatan baik yang dilakukannya.
Doa Katolik Hari Ini
Ya Tuhan, peliharalah umatMu dan ajarlah kami berbuat baik. Bantulah kami dengan kekuasaanMu, agar kami layak menikmati anugerah surgawi.
Demi Yesus Kristus, PutraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari ini Rabu, 4 Maret 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
FAQ
1. Renungan harian Katolik 4 Maret 2026 tentang apa?
Renungan Katolik hari ini 4 Maret 2026 mengangkat refleksi tentang permintaan yang harus diimbangi dengan pengorbanan.
2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 4 Maret 2026?
Bacaan Injil Katolik 4 Maret 2026 adalah Matius 20 mulai dari ayat 17 sampai 28.
3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 4 Maret 2026?
Dalam renungan harian Katolik 4 Maret 2026, kita juga merenungi kisah Santo Kasimirus (Pengaku Iman) dan Santo Lusius (Paus dan Martir).
(sto/ams)












































Komentar Terbanyak
Suasana Kirab Peringati HUT Ke-80 Sultan HB X Pagi Ini
Lagi! Serangan Israel Tewaskan 2 Prajurit TNI Penjaga Perdamaian di Lebanon
Ayah Ungkap Komunikasi Terakhir Praka Farizal Sebelum Gugur di Lebanon