Putri Sulung Kenang Pesan Terakhir John Tobing 'Darah Juang'

Putri Sulung Kenang Pesan Terakhir John Tobing 'Darah Juang'

Adji G Rinepta - detikJogja
Sabtu, 28 Feb 2026 16:20 WIB
Upacara pemakaman John Tobing di TPU Madurejo, Prambanan, Sleman, Sabtu (28/2) siang.
Upacara pemakaman John Tobing di TPU Madurejo, Prambanan, Sleman, Sabtu (28/2) siang. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Sleman -

Pencipta lagu 'Darah Juang', Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing, dimakamkan siang ini di TPU Madurejo, Prambanan, Sleman. Usai pemakaman, putri sulung John, Cathrin Tana Tania mengenang sosok sang ayah.

Menurut Cathrin, John adalah ayah yang sangat baik dan perhatian. Ia mengenang perhatian-perhatian yang kerap diberikan John kepadanya.

"Papa itu baik banget, dulu aku pulang kerja selalu ditungguin, sampai malam pun ditungguin. Tiap hari kayak gitu, bener-bener ditungguin sampai aku pulang," terangnya usai prosesi pemakaman di TPU Madurejo, Sabtu (28/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai putri sulung, Cathrin pun mengingat pesan John kepadanya untuk bisa menjaga ibu dan dua adik laki-lakinya. Di momen ini, Cathrin pun tak kuasa menahan air matanya.

"Papa saya sangat menyayangi saya, karena saya anak pertama, dan menurut papa saya harus kuat menjaga adik-adik saya dan mama saya. Sekarang saya sudah ditinggal papa, ndak tahu harus gimana," kenangnya sambil terbata-bata.

ADVERTISEMENT

"Perhatian papa itu banget banget ke aku, terus sekarang papa udah nggak ada, nggak tahu," pungkas Cathrin yang tak kuasa menahan tangis.

John meninggal dunia di usia 59 tahun 3 bulan akibat henti jantung pada Rabu (25/2) malam. Jenazahnya kemudian disemayamkan di Rumah Duka Bethesda sejak Kamis (26/2) hingga akhirnya dimakamkan Sabtu (28/2) esok di TPU Madurejo, Prambanan, Sleman.

Putra bungsu John, Gopas Kibar Syang Proudy (18) menceritakan, kondisi kesehatan ayahnya mulai menurun hingga harus dirawat di rumah sakit sejak November 2025. Semenjak saat itu, John pun harus bolak-balik rumah sakit untuk mendapat perawatan.

"(masuk rumah sakit) Semenjak 29 November (2025), balik ke rumah 28 Januari (2026). Terus masuk lagi itu awal Februari, tanggal 8 Februari masuk lagi di Hermina, semingguan di Hermina, terus sudah balik lagi ke rumah," terang Gopas ditemui di Rumah Duka Bethesda, Kamis (26/2/2026).

John pun harus kembali ke rumah sakit pada Rabu (25/2) dini hari dan langsung masuk ke ruang ICU akibat penurunan kesadaran.

"Terus barulah hari Rabu ini dini hari, minggu ini, masuk lagi karena penurunan kesadaran itu. Awalnya saya ke Rumah Sakit Hermina, cuma karena belum tercover BPJS karena terakhir dirawat di Hermina, kemudian dibawa ke RSA UGM lagi," paparnya.

Hingga pada Rabu malam, John tiba-tiba mengalami henti jantung. Ia meninggal dunia di dinginnya ruang ICU tanpa didampingi keluarganya. Gopas bilang, keluarga sangat terpukul akan kepergian John yang mendadak ini.

"Ini mendadak sih, sebetulnya. Memang kami dari keluarga itu pas sedang di rumah memang, karena di rumah sakit itu dimasukkan ke ruang ICU, tidak bisa ditunggu," ungkap Gopas.

"Dan juga malam itu, jam 20.45 ditelepon pihak keluarga, terus katanya memang Bapak henti jantung dan memang tidak kembali berdetak lagi, dan akhirnya kami semua langsung datang ke rumah sakit sih. Memang kami belum cukup siap juga sebetulnya karena dadakan itu kan," pungkasnya.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads