- Jadwal Imsak Ramadan 2026 di Jogja Selama Sebulan
- Hal-Hal yang Disunnahkan Saat Sahur 1. Mengakhirkan Sahur hingga Dekat Waktu Fajar 2. Bersahur untuk Mendapatkan Keberkahan 3. Makanan yang Dianjurkan Saat Sahur 4. Melaksanakan Sholat Tahajud 5. Mengerjakan Sholat Subuh Secara Berjamaah 6. Memberikan Makanan Sahur Lebih Utama dari Berbuka
- Niat Puasa Ramadan dan Waktu Membacanya Niat Puasa Setiap Hari Niat Puasa Sebulan Penuh
Bulan suci Ramadan kembali hadir, membawa suasana khusyuk di tengah kehidupan masyarakat Jogja. Setiap hari, umat Islam memulai ibadah puasanya sejak waktu imsak, momen penting yang menandai batas akhir sahur sebelum memasuki waktu Subuh.
Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa imsak berarti menahan, yakni pengingat bagi umat Islam untuk mengakhiri sahur sebelum masuk waktu Subuh. Secara syariat, batas sahur memang berakhir saat terbit fajar shadiq.
Namun, imsak diberlakukan sebagai bentuk kehati-hatian, sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang jeda waktu antara sahur Nabi SAW dan sholat Subuh, yang kira-kira sepanjang bacaan 50 ayat. Dari dasar inilah Kementerian Agama bersama Tim Hisab dan Rukyat menyepakati jarak 10 menit sebelum Subuh sebagai waktu imsak yang digunakan secara nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memudahkan masyarakat, detikJogja telah merangkum jadwal imsak Ramadan 2026 di Jogja selama sebulan penuh. Seluruh jadwal disajikan dalam Waktu Indonesia Barat (WIB) dan mencakup hari pertama hingga hari terakhir Ramadan 1447 H. Simak jadwal berikut agar sahur tidak terlewat dan ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih tenang dan lancar.
Jadwal Imsak Ramadan 2026 di Jogja Selama Sebulan
Hal-Hal yang Disunnahkan Saat Sahur
Sahur merupakan sunnah yang sangat dianjurkan dalam puasa Ramadan. Aktivitas ini tidak hanya menyiapkan fisik untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memiliki banyak keberkahan dari sisi dunia dan akhirat.
Berikut beberapa hal yang disunnahkan saat sahur berdasarkan buku Tuntunan Ramadhan: Antara Ritual Tahunan & Penyucian Jiwa karya Maulana La Eda dan Sunnah Ketika Puasa Ramadhan karya Ibn Ramzi.
1. Mengakhirkan Sahur hingga Dekat Waktu Fajar
Rasulullah SAW menyarankan untuk mengakhirkan sahur mendekati waktu fajar. Dalam hadis dari Anas bin Malik RA, Zaid bin Tsabit RA berkata:
"Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, lalu beliau berdiri melakukan shalat Subuh. Saya bertanya, berapa jeda antara makan sahur dan adzan? Zaid menjawab, selama membaca 50 ayat." (HR. Bukhari: 575; Muslim: 1097)
Hal ini menunjukkan pentingnya menunda sahur sampai mendekati subuh, sehingga keberkahan sahur tetap diperoleh.
2. Bersahur untuk Mendapatkan Keberkahan
Keberkahan sahur tidak hanya dirasakan dari sisi fisik, tetapi juga spiritual. Dari sisi dunia, sahur membantu tubuh mendapatkan energi sehingga lebih kuat menjalani puasa sepanjang hari.
Sementara dari sisi akhirat, sahur menjadi amalan yang mendatangkan pahala dan keberkahan bagi orang yang melaksanakannya. Rasulullah SAW pun menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur. Dalam sebuah hadits beliau bersabda:
"Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari No. 1923)
3. Makanan yang Dianjurkan Saat Sahur
Rasulullah SAW menganjurkan sahur dengan buah kurma, atau paling tidak dengan segelas air:
"Sebaik-baik sahur orang mukmin adalah dengan buah tamar. Bersahurlah walaupun hanya segelas air." (Sunan Abu Daud: 2345; Sahih Ibn Hibban: 3476)
Selain itu, sahur dengan kurma juga membedakan puasa umat Islam dari puasa ahli kitab atau Yahudi dan Nasrani.
4. Melaksanakan Sholat Tahajud
Melakukan sholat malam (tahajud) sebelum atau setelah sahur sangat dianjurkan agar pahala yang didapatkan selama bulan Ramadan semakin berlipat. Nabi SAW bersabda:
"Sebaik-baik solat selepas solat fardhu ialah sholat malam." (Sahih Muslim: 1982)
Sholat tahajud minimal dua rakaat, tanpa batasan maksimal, dilakukan setelah bangun dari tidur dan sebelum Subuh.
5. Mengerjakan Sholat Subuh Secara Berjamaah
Setelah sahur, disunnahkan melaksanakan sholat Subuh berjamaah. Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa sholat Subuh secara berjamaah, seolah-olah dia telah sholat sepanjang malam." (Sahih Muslim: 656)
Dengan melaksanakan sholat Subuh berjamaah setelah sahur, seseorang memperoleh pahala yang besar, dan di bulan Ramadan, hal ini semakin dianjurkan untuk memperbanyak amalan.
6. Memberikan Makanan Sahur Lebih Utama dari Berbuka
Para ulama menyatakan bahwa memberikan makanan sahur lebih utama daripada memberi makanan berbuka. Beberapa alasan utamanya adalah, dari segi makanan, sahur adalah makanan yang penuh berkah, keistimewaan yang tidak dimiliki makanan berbuka. Dari segi tujuan, sahur diberikan agar orang yang berpuasa dapat menyambut hari puasa dan menguatkan tubuh mereka, sedangkan makanan berbuka hanya untuk mengakhiri puasa.
Dari praktik, ulama salaf juga lebih menghidupkan sunnah memberikan makanan sahur dibanding berbuka. Selain itu, hadits yang menekankan keutamaan memberi makanan berbuka memiliki derajat dhoif, sehingga memberi makan sahur lebih dianjurkan menurut sunnah Nabi SAW.
Niat Puasa Ramadan dan Waktu Membacanya
Niat adalah syarat sahnya semua ibadah, termasuk puasa Ramadan. Tanpa niat, puasa tidak dianggap sah meskipun seseorang menahan lapar dan haus sepanjang hari. Berikut penjelasan mengenai niat puasa, waktu membacanya, dan hal-hal terkait Mengutip buku 125 Masalah Puasa karya Muhammad Anis Sumaji dan Muhammad Najmuddin Zuhdi,
Imam Syafi'i, bersepakat bahwa niat puasa untuk satu hari tidak terkait dengan hari lainnya. Artinya, rusaknya puasa pada satu hari tidak mempengaruhi hari-hari berikutnya.
Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa niat puasa Ramadan bisa dilakukan cukup sekali saja di awal bulan, dengan syarat orang tersebut tidak berbuka di pertengahan bulan. Selain itu, orang yang hendak berpuasa Ramadan wajib berniat sebelum terbit fajar. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Hafshah, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum terbit fajar, tidak (terhitung) puasanya baginya." (HR. Abu Daud)
Di Indonesia, niat sering diucapkan bersama-sama di masjid setelah sholat tarawih. Berikut adalah niat puasa Ramadan setiap hari dan satu bulan penuh:
Niat Puasa Setiap Hari
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΨ±ΩΨΆΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ°ΩΩΩ Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩ°ΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Sebulan Penuh
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω Ψ¬ΩΩ ΩΩΩΨΉΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ ΩΩ°Ψ°ΩΩΩ Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΨ±ΩΨΆΩΨ§ ΩΩΩΩΩ°ΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma jami'i syahri Ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala."
Sebagai langkah kehati-hatian, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti Mazhab Syafi'i dengan berniat setiap malam. Namun, tidak ada salahnya mengadopsi mahzab lain, misalnya Mazhab Maliki dengan berniat sebulan penuh di awal Ramadhan, sebagai antisipasi jika suatu hari seseorang lupa berniat di malam harinya.
Demikian jadwal imsak Ramadan 2026 di Jogja selama satu bulan penuh, hal-hal yang disunnahkan saat sahur, serta bacaan niat puasanya. Semoga bermanfaat ya, detikers. Selamat menunaikan ibadah puasa!
Artikel ini ditulis oleh Angely Rahma, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(sto/sto)












































Komentar Terbanyak
Suasana Kirab Peringati HUT Ke-80 Sultan HB X Pagi Ini
Bahlil Bilang RI Masih Intens Minta Restu Iran buat Lewat Hormuz
Ayah Ungkap Komunikasi Terakhir Praka Farizal Sebelum Gugur di Lebanon