2 Pelajar Tewas Usai Pesta Minuman Campur Spiritus, 11 Lainnya Dirawat

2 Pelajar Tewas Usai Pesta Minuman Campur Spiritus, 11 Lainnya Dirawat

Muhammad Subhan - detikJogja
Jumat, 06 Feb 2026 20:41 WIB
Ilustrasi kasus miras oplosan
Ilustrasi minuman oplosan. Foto: Ilustrator: Edi Wahyono
Jogja -

Dua pelajar tewas usai pesta miras racikan dari minuman energi yang dicampur spiritus. Selain dua orang tewas, 11 lainnya dirawat di puskesmas.

Dilandir detikSulsel, peristiwa ini terjadi di Pulau Sapuka, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Benar telah terjadi peristiwa adanya dua orang meninggal dunia, diduga telah meminum cairan spiritus bersama temannya. Yang minum ada 13 orang remaja, semuanya pelajar," kata Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imran menyebut kejadian berawal saat korban tewas yakni WA dan SA bersama 2 temannya, AB (16) dan SO (16) pesta minuman oplosan di bangunan sekolah pada Selasa (3/2).

"AB membeli 1 botol spiritus, 1 botol air mineral 2 saset Kuku Bima dan 1 saset susu kental manis dan membawa ke belakang sekolah. Barang itu lalu dioplos dan diminum bersama WA, SA dan SO," katanya.

Lalu malam harinya, SA dan WA kembali membeli barang yang sama dan meminumnya di Dermaga Batu. Di sana, keduanya minum bersama 9 remaja lain yaitu IK (6), IN (16), AK (16), AM (17), AD (17), FA (16), DA (15), AR (16) dan SU (16).

"Laki WA mengoplos barang yang dibeli lalu diminum bersama dengan teman-temannya berjumlah sekitar 9 orang sampai pukul 22.00 Wita," terangnya.

Lalu Kamis (5/2), WA dan SA merasa sakit di badannya dan dilarikan ke puskesmas. SA dirawat sekitar pukul 09.00 Wita, sedangkan SA menyusul pukul 12.40 Wita.

"Pada pukul 13.00 wita, laki WA dinyatakan meninggal dunia dan pukul 20.00 Wita laki SA dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Sapuka," kata Imran.

Sementara itu, 11 orang remaja lain juga sempat menjalani perawatan di Puskesmas Sapuka. Namun saat ini, tersisa 4 remaja yaitu IK, IN, AM dan AB yang masih dirawat.

"Sempat dilakukan perawatan di Puskesmas Sapuka ada 11 orang. Dan sekarang tersisa 4 orang yang masih dirawat yaitu IK, IN, AM dan AB," ujarnya.

Kasus ini kini diselidiki oleh pihak kepolisian. Sejumlah saksi diperiksa termasuk korban dan penjual spiritus yang menjual kepada para remaja.

"Kami sedang penyelidikan, interogasi saksi dan korban serta mendatangi dan interogasi pedagang spiritus yang menjual kepada para korban," pungkasnya.




(afn/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads