Renungan Harian Katolik 7 Februari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Kebijaksanaan

Renungan Harian Katolik 7 Februari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Kebijaksanaan

Santo - detikJogja
Sabtu, 07 Feb 2026 04:00 WIB
Renungan Katolik di gereja
Renungan harian Katolik. (Foto: freepik/Freepik)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 7 Februari 2026 merupakan Hari Sabtu Imam dengan peringatan kisah Santo Rikardus, Pertapa; dan Santa Koleta, Perawan. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah merah.

Mengangkat tema tentang hati yang penuh kebijaksanaan, mari simak renungan Katolik hari Sabtu, 7 Februari 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh M Constantin FSGM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Sabtu, 7 Februari 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 7 Februari 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 7 Februari 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan 1Raj. 3:4-13; dilanjut Mazmur Mzm. 119:9,10,11, 12,13,14; bacaan Injil Mrk. 6:30-34; dan bacaan ofisi Kej 37:2-4.12-36. Berikut ini uraiannya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I 1Raj. 3:4-13

  • 1Raj 3:4 Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu.
  • 1Raj 3:5 Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu."
  • 1Raj 3:6 Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.
  • 1Raj 3:7 Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.
  • 1Raj 3:8 Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.
  • 1Raj 3:9 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yanjahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"
  • 1Raj 3:10 Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.
  • 1Raj 3:11 Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,
  • 1Raj 3:12 maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.
  • 1Raj 3:13 Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja.

Bacaan Mazmur Mzm. 119:9,10,11, 12,13,14

  • Mzm 119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
  • Mzm 119:10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
  • Mzm 119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
  • Mzm 119:12 Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
  • Mzm 119:13 Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.
  • Mzm 119:14 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.

Bacaan Injil Mrk. 6:30-34

  • Mrk 6:30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
  • Mrk 6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
  • Mrk 6:32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
  • Mrk 6:33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
  • Mrk 6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Bacaan Ofisi Kej 37:2-4.12-36

  • Kej 37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun?jadi masih muda?biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
  • Kej 37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
  • Kej 37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
  • Kej 37:12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.
  • Kej 37:13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa."
  • Kej 37:14 Kata Israel kepadanya: "Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku." Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusufpun sampailah ke Sikhem.
  • Kej 37:15 Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: "Apakah yang kaucari?"
  • Kej 37:16 Sahutnya: "Aku mencari saudara-saudaraku. Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?"
  • Kej 37:17 Lalu kata orang itu: "Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan." Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.
  • Kej 37:18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.
  • Kej 37:19 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang!
  • Kej 37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!"
  • Kej 37:21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!"
  • Kej 37:22 Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" ?maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.
  • Kej 37:23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.
  • Kej 37:24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.
  • Kej 37:25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
  • Kej 37:26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?
  • Kej 37:27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.
  • Kej 37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.
  • Kej 37:29 Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya,
  • Kej 37:30 dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: "Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?"
  • Kej 37:31 Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.
  • Kej 37:32 Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka dengan pesan: "Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?"
  • Kej 37:33 Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: "Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam."
  • Kej 37:34 Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.
  • Kej 37:35 Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: "Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!" Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.
  • Kej 37:36 Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.

Renungan Harian Katolik Sabtu 7 Februari 2026

Saudara-saudari yang terkasih, manusia dalam keegoisannya sering kali mengalami kebutaan rohani atau ignorantia. Hal yang dimaksud bukan sekadar tentang ketidaktahuan, melainkan ketertutupan terhadap kebenaran.

Dalam bahasa St. Agustinus, hati menjadi incurvatus in se, yakni kecenderungan untuk terlipat ke dalam diri sendiri, sehingga gagal melihat tujuan hidup yang sejati. Kebutaan rohani membuat manusia tidak memahami apa yang ia minta karena keterbatasan kesadaran diri.

Keinginan kerap muncul dari emosi sesaat, luka batin, atau dorongan bawah sadar yang belum direfleksikan secara matang. Manusia merasa tahu apa yang diinginkan, tetapi tidak selalu memahami kebutuhan terdalamnya. Karena itu, dalam relasi dengan Tuhan, terutama di dalam doa, manusia sering meminta sesuatu menurut sudut pandangnya sendiri.

Kisah Salomo dalam bacaan pertama (1Raj. 3:4-13) mengajak kita merenungkan sebuah rahmat yang sering dilupakan, yakni hati yang bijaksana. Ketika Tuhan memberi kesempatan kepada Salomo untuk meminta apa saja, Salomo tidak memilih hal-hal yang hanya berkaitan dengan kepentingan dirinya, yakni kekayaan, umur panjang, atau kemenangan atas musuh.

Saloma justru menyadari keterbatasannya sebagai raja muda yang memimpin umat yang besar. Dari kesadaran itulah lahir permohonan akan hati yang paham, yang mampu membedakan yang baik dan yang jahat.

Tuhan berkenan atas doa Salomo, sebab Salomo meminta bukan demi dirinya, melainkan demi pelayanan yang benar kepada umat. Hikmat Salomo berakar pada kerendahan hati.

Ia tahu bahwa kuasa tanpa kebijaksanaan akan membawa kehancuran. Hati yang bijaksana memang memerlukan juga kecerdasan intelektual, tetapi yang lebih penting daripada itu ialah hati yang terbuka pada kehendak Allah dan peka terhadap kebutuhan sesama.

Sementara itu, Injil Markus memperlihatkan wajah lain dari kebijaksanaan dalam diri Yesus. Setelah para rasul bekerja keras, Yesus mengajak mereka beristirahat di tempat sunyi.

Namun, ketika melihat orang banyak yang seperti domba tanpa gembala, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Yesus menunda istirahat demi mengajar dan memberi hidup. Kebijaksanaan Yesus tampak dalam kepekaan hati: Ia tahu kapan perlu berhenti, tahu pula kapan harus memberi diri sepenuhnya.

Dari kedua bacaan hari ini, kita belajar bahwa hati yang bijaksana selalu lahir dari relasi dengan Allah dan perhatian pada sesama. Kebijaksanaan bukan terutama tentang memiliki jawaban, melainkan tentang memiliki hati yang mau mendengarkan, menimbang, dan mengasihi.

Dalam hidup sehari-hari, kita pun sering diberi kesempatan untuk meminta. Mari kita bertanya: Apa yang kita mohonkan kepada Tuhan? Semoga kita belajar dari Salomo untuk meminta apa yang paling tepat bagi hidup kita dan sesama.

Doa Katolik Hari Ini

Allah yang kekal dan kuasa, Engkaulah semarak cahaya sejati dan siang yang tak kunjung gelap. Semoga pada hari ini Engkau sudi menghalaukan kegelapan dosa kami dan menyinari hati dan budi kami dengan terang cahaya-Mu.

Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Sabtu, 7 Februari 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 7 Februari 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 7 Februari 2026 mengangkat refleksi tentang hati yang penuh kebijaksanaan.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 7 Februari 2026?

Bacaan Injil Katolik 7 Februari 2026 adalah Markus 6 mulai dari ayat 30 sampai 34.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 7 Februari 2026?

Dalam renungan harian Katolik 7 Februari 2026, kita juga merenungi kisah Santo Rikardus (Pertapa) dan Santa Koleta (Perawan).



(sto/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads