- Sosok Kyai Kategan Bagian dari Tritunggal Tripandurat
- Karomah dan Kedekatan dengan Sultan Agung
- Membuat Hidangan di Meja Makan Bisa Bergerak
- Debat Mengenai Puasa dan Mukjizat Mengapung
- Peristirahatan Terakhir di Cepakasari
- FAQ Kyai Kategan Mataram Islam 1. Siapa sebenarnya sosok Kyai Kategan dalam sejarah Mataram? 2. Apa saja kisah karomah Kyai Kategan yang paling terkenal? 3. Di mana lokasi makam Kyai Kategan saat ini?
Dalam sejarah keemasan Kesultanan Mataram, nama Kyai Kategan menempati posisi yang sangat terhormat. Ia bukan sekadar abdi dalem biasa, melainkan sosok ulama besar yang menjadi pilar spiritualitas di samping kepemimpinan politis sang raja.
Sebagaimana dilansir laman resmi Dinas Kebudayaan DIY, Kyai Kategan merupakan tokoh sentral masa Mataram di Kerta. Ia menjabat sebagai penghulu dari Kanjeng Sultan Agung Hanyokrokusumo.
Penasaran dengan sosok Kyai Kategan dan ingin mengenalnya lebih dalam, detikers? Yuk, simak penjelasan lengkap berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Kyai Kategan merupakan sosok sentral dalam administrasi spiritual Mataram Kerta yang bersinergi langsung dengan Sultan Agung.
- Dikenal memiliki kekuatan supranatural, mulai dari berpindah tempat ke Mekkah dalam sekejap hingga menghidupkan hidangan yang telah dimasak.
- Makamnya terletak di kompleks Cepakasari, berdampingan dengan tokoh-tokoh besar Mataram sebagai simbol penghormatan atas jasa pengabdiannya.
Sosok Kyai Kategan Bagian dari Tritunggal Tripandurat
Dikutip dari laman resmi Dinas Kebudayaan DIY, eksistensi Kyai Kategan di dalam pemerintahan Sultan Agung (1613-1645) digambarkan sebagai bagian dari Tripandurat. Konsep ini merujuk pada tritunggal pengelola ketertiban dunia yang terdiri dari Sultan Agung, Tumenggung Singaranu, dan Kyai Kategan sendiri. Ketiganya bersinergi dalam mengelola administrasi pemerintahan dan spiritualitas demi menjaga keseimbangan jagad raya.
Nama 'Kategan' memiliki makna filosofis yang dalam. Berasal dari bahasa Kawi, Kategan berarti sudah meninggalkan duniawi. Sebagai simbol kedalamannya sebagai ulama, beliau disimbolkan dengan figur gajah, yang bermakna bahwa Kyai Kategan adalah ulama yang menekuni administrasi kebijaksanaan melalui jalur pengajaran ilmu. Sebagai penghulu, tugasnya adalah menjadi sumber ilmu keislaman yang dibawa Nabi Muhammad untuk disebarkan di tanah Jawa.
Karomah dan Kedekatan dengan Sultan Agung
Hubungan antara Sultan Agung dan Kyai Kategan diwarnai dengan berbagai kisah yang menunjukkan kedekatan spiritual sekaligus kekuatan karomah yang luar biasa. Salah satu kisah yang masyhur adalah peristiwa sholat berjamaah di Mekkah.
Dikisahkan Sultan Agung pernah mengundang Kyai Kategan ke Mekkah untuk menunaikan sholat bersama. Uniknya, Kyai Kategan selalu sudah tiba lebih dahulu di Tanah Suci sebelum Sultan Agung sampai, begitu pula sebaliknya jika undangan datang dari Kyai Kategan.
Namun, kedekatan ini tak jarang diwarnai dengan momen-momen yang menguji kewibawaan. Dikutip dari buku Ensiklopedi Raja-raja Tanah Jawa tulisan Ki Sabdacarakatama, pernah suatu ketika Sultan Agung mengadakan sedekahan besar atau hajat keraton bertepatan dengan ulang tahun beliau. Kyai Kategan sempat enggan hadir meski telah dipanggil berkali-kali hingga membuat Sultan Agung marah dan memerintahkan penyitaan harta bendanya.
Namun, keajaiban terjadi saat para utusan mendatangi rumah Kyai Kategan. Rumah tersebut kosong, dan hanya terlihat roda kipas yang berputar kencang tanpa ada yang menggerakkannya. Kejadian supranatural ini membuat para punggawa ketakutan dan melapor kembali ke keraton.
Membuat Hidangan di Meja Makan Bisa Bergerak
Salah satu fragmen sejarah yang paling populer bersumber dari Babad Nitik Sultan Agung. Kisah ini menceritakan momen saat Kyai Kategan akhirnya memenuhi panggilan ketiga dari Sultan Agung untuk mendoakan hidangan di keraton.
Saat Kyai Kategan memanjatkan doa, fenomena luar biasa terjadi. Hidangan berupa daging ayam, sapi, kerbau, dan ikan yang sudah dimasak tiba-tiba bergerak. Sebagaimana ditulis dalam buku Ensiklopedi Raja-raja Tanah Jawa, lauk pauk tersebut hidup kembali, melompat-lompat, dan beterbangan di atas meja hidang.
Kejadian ini membuat acara makan bersama batal. Namun alih-alih mencekam, suasana berakhir dengan Sultan Agung, Kyai Kategan, dan para hadirin tertawa bersama. Hal ini menunjukkan betapa akrabnya hubungan sang raja dengan ulama kesayangannya tersebut yang memang gemar bercanda.
Debat Mengenai Puasa dan Mukjizat Mengapung
Kisah lain yang tak kalah menarik adalah saat Sultan Agung mencoba menggoda Kyai Kategan pada bulan Ramadhan. Sultan pura-pura tidak berpuasa dan bersantap pagi di depan Kyai Kategan. Sang ulama pun menegur raja karena dianggap memberikan contoh yang kurang baik bagi rakyat.
Sultan Agung kemudian menantang Kyai Kategan untuk mengawasi puasanya di hari berikutnya. Saat itulah Sultan menunjukkan mukjizatnya, singgasana yang ia duduki perlahan terangkat dari lantai hingga setinggi tombak di udara.
Kyai Kategan yang panik karena mengira raja akan menghilang, segera berlari ke dapur keraton, mengambil segenggam nasi dengan wajah yang penuh corengan arang, lalu melemparkannya ke arah Sultan. Seketika, singgasana tersebut turun kembali ke posisi semula. Meski sempat merasa tersaingi, Kyai Kategan tetap menghormati kewibawaan sang raja.
Peristirahatan Terakhir di Cepakasari
Meskipun dalam perjalanannya Kyai Kategan sempat mengalami momen 'kualat' atau kesialan kecil setelah berselisih paham dengan Sultan, seperti disengat lebah hingga wajah bengkak, ia tetap hidup bahagia hingga akhir hayatnya bersama keluarga besar yang dicintainya.
Kini, sosok ulama besar ini disemayamkan di tempat yang terhormat. Dilansir laman resmi Dinas Kebudayaan DIY, makam Kyai Kategan terletak di kompleks pemakaman Cepakasari, yang berada di area luar masjid. Ia dimakamkan berdampingan dengan tokoh-tokoh penting lainnya seperti Ki Ageng Suryomentaram, Patih Danurejo VI, dan keluarga besar Kesultanan Joga lainnya, sebagai pengingat abadi akan jasanya bagi fondasi Islam di tanah Mataram.
Demikian informasi mengenai sosok Kyai Kategan, seorang ulama terkenal dari Mataram Islam saat masa pemerintahan Sultan Agung. Semoga bermanfaat!
FAQ Kyai Kategan Mataram Islam
1. Siapa sebenarnya sosok Kyai Kategan dalam sejarah Mataram?
Kyai Kategan adalah seorang ulama besar yang menjabat sebagai penghulu pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645). Ia dianggap sebagai sumber ilmu keislaman di tanah Jawa dan menjadi anggota 'Tripandurat', yaitu tiga tokoh kunci (Sultan Agung, Tumenggung Singaranu, dan Kyai Kategan) yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan administrasi dan spiritualitas Kesultanan Mataram.
2. Apa saja kisah karomah Kyai Kategan yang paling terkenal?
Salah satu kisah paling masyhur adalah saat ia mendoakan hidangan di keraton, di mana lauk pauk berupa ayam dan ikan yang sudah dimasak tiba-tiba hidup kembali dan beterbangan di meja makan. Selain itu, ia dikenal memiliki kemampuan spiritual untuk melaksanakan sholat berjamaah di Mekkah bersama Sultan Agung secara instan, serta memiliki benda-benda rumah tangga yang bisa bergerak sendiri secara supranatural.
3. Di mana lokasi makam Kyai Kategan saat ini?
Makam Kyai Kategan terletak di kompleks pemakaman Cepakasari, Jogja, tepatnya di area luar masjid. Sosoknya dimakamkan di tempat terhormat berdampingan dengan tokoh-tokoh penting lainnya seperti Ki Ageng Suryomentaram dan Patih Danurejo VI, yang hingga kini masih menjadi rujukan peziarah serta pemerhati sejarah Mataram Islam.
(par/ams)












































Komentar Terbanyak
Kata Gerindra soal Juri Lomba Cerdas Cermat MPR: Harusnya Minta Maaf ke Ocha
Desil 5 DTSEN Dapat Bantuan Apa Saja? Ini Penjelasan dan Cara Ceknya
Fakta-fakta Brutal 8 Tersangka Siksa Ilham Pelajar Bantul hingga Tewas