Kabar pelecehan seksual yang dilakukan seorang oknum pemuka agama atau gus di Malang, Jawa Timur, bikin geger. Muncul sederet pengakuan dari para model atau muse yang menjadi korban pelecehan.
Dilansir detikJatim, Jumat (6/2/2026), modus yang digunakan terduga pelaku dengan menjebak para korban untuk syuting konten YouTube bertema sumpah pocong. Peristiwa ini salah satunya dialami pemilik akun Instagram @sovinovitav yang mengaku menjadi korban.
"Hati-hati yah para muse, terutama muse Malang. Hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah Pakis dengan tema 'sumpah pocong'," tulis Sovi dalam unggahannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sovi mengungkap kejanggalannya saat tiba di lokasi yang mayoritas merupakan laki-laki. Dia lalu dibawa ke lokasi penyembelihan hewan sebelum akhirnya dipertemukan dengan sang Gus.
Sovi mengaku diramal dengan hasil yang buruk. Dia juga diminta memijat pelaku.
"Dua bulan ke depan kamu bakal mendapatkan kesialan entah itu kamu lumpuh atau jatuh. Tiga sampai empat bulan kamu bakal mendapatkan kesuksesan," tulis Sovi menirukan ucapan pelaku yang membuatnya tertekan secara mental.
Hal senada juga dialami pemilik akun @rizkanhy. Dia menyebut oknum gus itu memberinya briefing pekerjaan yang tidak klir.
"Oknum Gus ini punya followers banyak, bahkan jutaan di TikTok. Dia sering hire muse perempuan untuk dijadikan talent dan briefing-nya gak jelas," terang Rizka.
Rizka menambahkan adegan sumpah pocong seringkali muncul mendadak di tengah proses pengambilan gambar yang molor.
"Take-nya itu molor banget, dan di tengah take baru kita tahu kalau diminta sumpah (pocong)," ujarnya.
Dia juga punya bukti komunikasi yang tidak wajar dengan pelaku.
"Aku punya bukti chat, gus itu ngajak kerja sama, yang ujungnya kasih emoticon Love. Wajar nggak seorang gus melakukan itu?" tuturnya.
Polisi Usut
Kabar viral ini pun menjadi atensi Polres Malang. Meski belum ada laporan resmi, polisi mengusut kasus dugaan pelecehan seksual ini.
"Kami sudah melakukan jemput bola dengan menghubungi yang bersangkutan (korban), setelah unggahannya viral di media sosial," ujar Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar.
Namun, kepolisian masih perlu melakukan interogasi lebih lanjut untuk mengungkap fakta-fakta dalam kasus ini.
"Sedang dijadwalkan untuk menginterogasi korban," tambahnya.
(ams/ahr)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja
Purbaya soal Prabowo Sebut 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar': Untuk Hibur Rakyat