Viral di media sosial dugaan kasus kekerasan yang dilakukan mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta terhadap kekasihnya. Aksi kekerasan itu saat ini telah dilaporkan ke polisi dan sedang ditangani Polresta Sleman.
"Perkara sudah ditangani oleh Satreskrim Polresta Sleman. Proses masih tahap penyelidikan," kata Kasi Humas Polresta Slema AKP Salamun saat dimintai konfirmasi, Kamis (4/2/2026).
Terpisah, pihak kampus juga sudah memanggil yang bersangkutan. Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Bidang Kemahasiswaan Unisa, Prof. Wantonoro, memastikan pihaknya telah mengambil langkah tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai bentuk tanggung jawab kami, karena keduanya merupakan mahasiswa kami, kami turut prihatin dan tentu menyesalkan kejadian ini," kata Wantoro dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Kamis (4/2).
Saat dipanggil pihak kampus, terduga pelaku mengakui perbuatannya. Mahasiswa tersebut menyadari jika tindakan tersebut tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan.
"Pelaku sudah kami panggil ke kampus dan mengakui perbuatannya serta menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan hal yang tidak pantas," ujarnya.
Kampus juga mendorong terduga pelaku untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga dan korban. Meski demikian, Unisa menegaskan proses penegakan disiplin akan tetap berjalan sesuai aturan kampus.
Saat ini, penanganan kasus tersebut sedang dikoordinasikan secara internal melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
"Kami sebagai institusi pendidikan memiliki aturan yang kami tegakkan untuk pelaku. Ini sedang dalam koordinasi internal," tegas Wantonoro.
Selain menindak pelaku, Unisa memprioritaskan pemulihan korban. Kampus telah menerjunkan Biro Layanan Psikologis (BLP) untuk memberikan pendampingan fisik maupun psikis.
"Kami melakukan respons cepat dengan memberikan dukungan baik secara fisik maupun psikologis dengan berkunjung secara langsung ke kediaman keluarga dan korban, serta dilanjutkan upaya rehabilitasi sesuai kebutuhan pada korban," ujar Wantonoro.
"Harapan kami korban sehat, semoga bisa melanjutkan kuliah dengan aman dan nyaman," lanjutnya.
(ams/dil)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pengelola Pemancingan di Gunungkidul Dipolisikan Usai Tangkap Maling Ikan
Bawa-bawa Aturan, Pria Ini Larang Rombongan Wisata Ambil Foto di Parangtritis
Kata Menko Airlangga soal Iuran Board of Peace: Kita Bayar kalau Sudah Damai