Ditegur gegara Merokok, Penunggu Pasien Keroyok Satpam RS di Kulon Progo

Ditegur gegara Merokok, Penunggu Pasien Keroyok Satpam RS di Kulon Progo

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Kamis, 05 Feb 2026 10:32 WIB
Ditegur gegara Merokok, Penunggu Pasien Keroyok Satpam RS di Kulon Progo
Ilustrasi ruang IGD rumah sakit. Foto: Ari Saputra
Kulon Progo -

Pemuda asal Sleman berinisial MFM (19) yang bekerja sebagai satpam di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan, Kulon Progo, dikeroyok sejumlah orang. Pengeroyokan itu terjadi setelah korban menegur rekan pasien yang merokok di depan pintu UGD.

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut. Peristiwa itu terjadi saat korban bertugas pada Senin (2/2) malam sekitar pukul 22.40 WIB.

"Telah terjadi dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dilaporkan oleh korban MFM (19), laki-laki warga Sleman. Waktu kejadian pada Senin (2/2) malam," kata Sarjoko kepada wartawan, Kamis (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarjoko menerangkan, peristiwa itu bermula saat RS menerima pasien pada pukul 21.00 WIB. Pasien itu diantar oleh beberapa orang.

"Pada saat menunggu pasien, beberapa rekan pasien berbicara dengan nada keras dan ditegur oleh perawat, kemudian mereka pindah di depan pintu UGD," ujar Sarjoko.

ADVERTISEMENT

Di depan UGD, mereka kemudian menyalakan rokok. Korban yang melihat hal itu lalu menghampiri rombongan tersebut dengan maksud untuk menegur agar merokok di tempat parkir.

"Namun terlapor mengajak pelapor ke tempat parkir dan keduanya terlibat cekcok, tiba-tiba pelapor mendapatkan sundulan kepala dari salah seorang rekan pasien yang mengakibatkan luka pada bibir bawah," ungkap Sarjoko.

Ketegangan tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 22.40 WIB, korban kembali dipanggil oleh terduga pelaku ke area parkir dengan alasan ingin menyelesaikan perselisihan yang terjadi di depan UGD.

Setiba di parkiran, korban diminta masuk ke dalam mobil. Korban pun menolak dan keributan kembali pecah. Di lokasi inilah korban akhirnya dikeroyok oleh beberapa orang

"Karena korban tidak mau, terjadi cekcok dan dipukul oleh beberapa orang di bagian wajah yang menyebabkan luka memar, nyeri di bagian wajah," jelas Sarjoko.

Kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku. Polisi juga sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti pendukung lainnya di lokasi kejadian.

"Untuk saat ini para pelaku masih dalam penyelidikan," pungkas Sarjoko.




(dil/ahr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads