Maskam UGM Siapkan 1.500 Porsi Buka Puasa Gratis Menu Daging Selama Ramadan

Maskam UGM Siapkan 1.500 Porsi Buka Puasa Gratis Menu Daging Selama Ramadan

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Rabu, 04 Feb 2026 17:01 WIB
Maskam UGM Siapkan 1.500 Porsi Buka Puasa Gratis Menu Daging Selama Ramadan
Masjid Kampus UGM menyambut Ramadan, Rabu (4/2/2026). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja)
Sleman -

Panitia Ramadan di Kampus (RDK) Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (Maskam UGM) kembali menggelar program buka puasa dan sahur gratis selama bulan suci Ramadan 1447 H. Tahun ini, pihak masjid menyediakan ribuan porsi makanan bergizi setiap harinya untuk jemaah dan mahasiswa.

Koordinator Takmir Muda Maskam UGM, Indra Oktafian Hidayat, menyatakan kuota penyediaan makanan tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya.

"Porsinya tetap sama seperti tahun lalu. Porsinya 1.500 untuk berbuka puasa, tahun lalu juga 1.500 dan sahur 500 porsi," ujar Indra kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indra menjelaskan, menu yang disajikan selalu terdiri dari nasi dengan lauk daging, baik sapi, ayam, maupun ikan. Pemilihan menu ini bukan tanpa alasan. Selain memenuhi standar nutrisi seperti karbohidrat, protein, serat, dan air mineral, panitia memiliki misi khusus untuk membantu mahasiswa.

"Kami ingin memuliakan jemaah. Terutama di Jogja banyak mahasiswa. Harapan kami mahasiswa bisa berhemat selama Ramadan, kalau bisa pengeluaran makan nol rupiah," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Untuk penyediaan konsumsi, Maskam UGM menggandeng empat hingga lima penyedia katering guna memberdayakan usaha lokal. Terkait mekanisme pembagian, Indra memaparkan panitia menerapkan sistem kupon.

Untuk buka puasa, kupon dibagikan menjelang magrib saat kajian Samudra berlangsung. Sedangkan untuk sahur, kupon mulai dibagikan pukul 02.00 WIB dan makanan didistribusikan sekitar pukul 03.00 WIB.

Hadirkan Tokoh Nasional

Selain sajian berbuka, RDK UGM tahun ini kembali menghadirkan serangkaian kajian dengan narasumber tokoh nasional. "Ciri khas RDK UGM adalah menjawab permasalahan umat. Kami tentukan tema besar dan kemudian dari situ ada tema-tema turunannya. Kemudian kami tentukan ini siapa yang kira-kira kompeten dan juga cocok untuk mengisi tema tersebut. Jadi bukan pembicara dulu baru tema," terangnya.

Indra mengungkapkan proses penentuan pembicara telah dilakukan sejak Juli tahun lalu melalui riset mendalam. Tema kajian Ramadan kali ini akan berfokus pada isu-isu makro seperti kenegaraan, ekonomi, sosial, politik, hingga lingkungan.

"Jadi riset dulu kira-kira apa sih yang ingin kita selesaikan gitu kan di Ramadan 2026 ini. Kemudian terbentuklah risalah permasalahan diinventarisir. Kemudian kami susun sebagai tema besar terlebih dahulu. Nah, setelah itu untuk mencapai tema besar itu diturunkan ke tema-tema turunan," pungkasnya.




(aku/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads