Ribuan Warga Venezuela Demo Besar-besaran Tuntut Maduro Bebas

Internasional

Ribuan Warga Venezuela Demo Besar-besaran Tuntut Maduro Bebas

Novi Christiastuti - detikJogja
Rabu, 04 Feb 2026 12:37 WIB
Government supporters marching a month after the ouster of Venezuelan leader Nicolas Maduro and his wife Cilia Flores in Caracas on Feb 3. (AFP)
Warga Venezuela turun ke jalanan dalam aksi protes menuntut pembebasan mantan pemimpin mereka, Nicolas Maduro, yang ditangkap AS. (Foto: AFP)
Jogja -

Ribuan warga Venezuela pendukung eks Presiden Nicolas Maduro demo di Caracas. Mereka menuntut pembebasan Maduro yang ditangkap otoritas Amerika Serikat (AS) dalam operasi militer Washington yang mematikan awal tahun ini.

"Venezuela membutuhkan Nicolas," teriak para demonstran yang turun ke jalanan Caracas, seperti dilansir AFP, dikutip dari detikNews, Rabu (4/2/2026).

Aksi massa di ibu kota Venezuela itu digelar pada Selasa (3/1). Demo ini digelar tepat sebulan usai Maduro digulingkan dan diterbangkan ke New York, AS, dengan tuduhan narkoba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, berada di posisi sulit sejak Maduro ditangkap. Dia berusaha mempertahankan dukungan AS, tapi terancam kehilangan dukungan pengikut Maduro dalam pemerintahannya dan rakyat Venezuela secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

Sejumlah demonstran yang mayoritas pekerja sektor publik, tampak membawa foto Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang juga ditangkap dalam operas militer sebulan lalu.

Aksi massa ini digelar besar-besaran hingga melibatkan barisan demonstran sepanjang beberapa ratus meter dan diiringi truk yang memainkan musik keras.

"Orang-orang ini bukan orang Amerika," kata salah satu anggota parlemen Venezuela, Nicolas "Nicolasito" Maduro Guerra, yang merupakan putra Maduro.

"Kita telah mencapai kesadaran anti-imperialis yang mendalam," sebutnya.

Para demonstran juga melambaikan bendera Venezuela dan memakai pakaian warna merah yang merupakan warga khas gerakan 'Chavista' yang berkuasa, yang dinamai menggunakan pendahulu Maduro, Hugo Chavez.

"Kami merasa bingung, sedih, dan marah. Ada banyak emosi," ucap salah satu demonstran bernama Jose Perdomo, yang seorang pegawai kota berusia 58 tahun.

"Cepat atau lambat, mereka harus membebaskan presiden kami," tegasnya.




(ams/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads