Niat Sholat Tasbih 2 dan 4 Rakaat Beserta Doanya

Niat Sholat Tasbih 2 dan 4 Rakaat Beserta Doanya

Ajril L Zahroh - detikJogja
Senin, 02 Feb 2026 14:33 WIB
Niat Sholat Tasbih 2 dan 4 Rakaat Beserta Doanya
Ilustrasi sholat tasbih. Foto: Dok. Detikcom
Jogja -

Sholat Tasbih merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Ibadah ini dikenal memiliki keutamaan besar karena di dalamnya terdapat bacaan tasbih yang diulang sebanyak 300 kali dalam satu rangkaian sholat.

Sholat Tasbih dapat dikerjakan dengan dua cara, yaitu 2 rakaat dengan satu salam atau 4 rakaat dengan satu salam. Keduanya memiliki tata cara dan niat yang hampir sama, perbedaannya terletak pada jumlah rakaat dan salam.

Berikut penjelasan lengkap mengenai niat sholat Tasbih 2 dan 4 rakaat beserta doa dan bacaan tasbihnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Niat Sholat Tasbih 2 dan 4 Rakaat

Berikut ini niat sholat tasbih dua dan empat rakaat dengan satu salam yang dikutip dari Buku Risalah Tuntutan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh. Rifa'i.

ADVERTISEMENT

Berikut ini niat sholat tasbih 2 rakaat.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnat tasbīhi rak'ataini lillāhi ta'ālā.

Artinya, "Aku berniat Sholat sunnah Tasbih dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Sementara itu, berikut ini adalah lafal niat shalat tasbih empat rakaat dengan sekali salam.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnat tasbīhi arba'a rak'ātin lillāhi ta'ālā.

Artinya, "Aku berniat Sholat sunnah Tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala."."

Doa setelah sholat Tasbih

Selain membaca tasbih saat sholat, doa sholat Tasbih juga diperlukan dan dibaca setelah selesai sholat, untuk memohon ampunan dan keberkahan. Berikut doa setelah sholat tasbih dikutip dari laman Nu Online.

اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَك

اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِزُنِيْ عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ حَتَّى أَخْلُصَ لَكَ النَّصِيحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُوْنَ أُحْسِنَ الظَنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّورِ. ا هـ وَفِي رِوَايَةٍ خَالِقِ النَّارِ

Allâhumma innî as'aluka taufîqa ahlil hudâ, wa a'mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa 'azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta'abbuda ahlil wara'i, wa 'irfâna ahlil 'ilmi hattâ akhâfak.

Allâhumma innî as'aluka makhâfatan tahjizunî 'an ma'âshîka hattâ a'mala bi thâ'atika 'amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hattâ unâshihaka bit taubah, khaufan minka hattâ akhlusha lakan nashîhata hayâ'an minka wa hattâ atawakkala 'alaika fil 'umûri kullihâ wa hattâ akûna 'uhsinuz zhanna bika, subhâna khâliqin nûr (lain riwayat khâliqin nâr).

Artinya, "Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara', dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu.

Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Maha Suci Engkau Pencipta cahaya (lain riwayat, Pencipta api)."

Sholat Tasbih merupakan ibadah sunnah yang dapat dikerjakan dengan 2 atau 4 rakaat, sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan masing-masing. Semoga ibadah yang dilakukan menjadi wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Artikel ini ditulis oleh Ajril Lu'lu'a Zahroh peserta Program PRIMA Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).




(par/apu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads