Polisi mengungkap duduk perkara terjadinya kericuhan antar pelajar di depan SMA Muhammadiyah 3 Jogja, Jalan Kapten Piere Tendean, Wirobrajan, sore tadi. Kejadian itu diawali dari aksi salah satu geng sekolah di Sleman yang menendang seorang siswa SMA Muhammadiyah 3 Jogja.
Kasihumas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu ada rombongan pelajar mengendarai 5 motor berboncengan melintas di simpang 4 Jalan Kapten Piere Tendean.Pada waktu yang bersamaan ada seorang siswa SMA Muhammadiyah 3 Jogja berinisial PM yang hendak pulang.
"Saudara PM mengendarai motor bermaksud untuk pulang dari sekolah, ditendang dan terjatuh oleh kelompok pengendara 5 motor berboncengan yang melintas dari arah simpang 4 Jalan Kapten Piere Tendean," kata Gandung saat dihubungi, Jumat (30/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selanjutnya teman-teman saudara PM keluar dari dalam sekolah dan dapat mengamankan pengendara motor Honda Vario (berinisial) SN dan WA. Sedangkan (rombongan) yang lain lari ke arah utara," sambungnya.
Mendapati kejadian tersebut, warga sekitar lalu melapor ke Polsek Wirobrajan. Polisi pun mendatangi TKP, hasilnya dua pelajar diamankan ke Mapolsek Wirobrajan.
Dari dua pelajar tersebut, polisi menemukan sebuah sabuk yang ujungnya terikat gir. Jajaran Polsek Wirobrajan juga mengamankan motor Vario yang digunakan kedua pelajar tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan awal anak (berinisial) WA membawa sabuk gir. Dari anak-anak yang diamankan mengaku dari geng BOSSE (Bocah STM Seyegan)," ungkap Gandung.
"Karena para pengendara motor masih anak-anak di bawah umur, Kapolsek Wirobrajan mendatangkan para orang tua," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Sebuah video yang memperlihatkan aksi perkelahian antar pelajar terjadi di Jalan Kapten Piere Tendean, Wirobrajan, Kota Jogja, sore ini. Saksi menyebut beberapa siswa yang terlibat kejadian ini telah diamankan kepolisian.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @merapi_uncover terlihat beberapa siswa terlibat perkelahian hingga ke badan jalan. Beberapa motor juga tampak tergeletak di tengah jalan.
"15:37 kejadian di wirobrajan depan Firdaus sore ini, semoga segera kondusif," tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dilihat detikJogja pada Jumat (30/1) sore.
Lokasi tawuran itu diketahui di sebelah utara SMA Muhammadiyah 3 Jogja. Salah satu juru parkir di dekat TKP, Cundoko, mengatakan kejadian bermula saat datang rombongan siswa dari sekolah lain mendatangi SMA Muhammadiyah 3.
"Dari selatan ke utara itu, kalau 2 motor lebih kayaknya, (mereka) pakai (seragam) coklat," ujar Cundoko saat ditemui di lokasi sore ini.
"Nah nyampe depan sini kayak bawa sabuk itu, diuter-uterke (diputar-putar), sama sini (siswa SMA Muhammadiyah 3) dikejar terus jatuh motornya," sambung dia.
Cundoko mengaku tidak tahu rombongan siswa yang datang sambil membawa gesper itu dari sekolah mana. Menurut dia, seusai kejadian itu ada siswa dari sekolah lain yang diamankan.
"Tadi jatuh itu to terus dibawa masuk sama motornya, ndak tahu berapa (siswa yang diamankan), tapi yang lain pada kabur," ujar Cundoko.
detikJogja kemudian mencoba mendatangi SMA Muhammadiyah 3 Jogja. Namun menurut petugas keamanan SMA Muhammadiyah 3, pihak sekolah belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.
"Ngapunten (maaf), belum bisa memberi keterangan, Kepala Sekolah sedang tidak ada di tempat," kata petugas keamanan SMA Muhammadiyah 3 kepada wartawan.
(dil/alg)

Komentar Terbanyak
Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Api Misterius Masih Teror Rumah Fia di Seyegan, 10 Hari Kebakaran 73 Kali