Renungan Harian Katolik 29 Januari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Garam dan Terang

Renungan Harian Katolik 29 Januari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Garam dan Terang

Santo - detikJogja
Kamis, 29 Jan 2026 04:00 WIB
Renungan Harian Katolik 29 Januari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Garam dan Terang
Ilustrasi renungan harian Katolik. (Foto: Arcaion/Pixabay)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 29 Januari 2026 merupakan peringatan kisah Santo Gildas Yang Bijaksana, Pengaku Iman; dan Beato Joseph Freinademetz, Imam. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah hijau.

Mengangkat tema tentang garam dan terang dunia, mari simak renungan Katolik hari Kamis, 29 Januari 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Y Damai Wasono OFM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Kamis, 29 Januari 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 29 Januari 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 29 Januari 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan 2Sam. 7:18-19,24-29; dilanjut Mazmur Mzm. 132:1-2,3-5,11,12,13-14; bacaan Injil Mrk. 4:21-25, dan bacaan ofisi Kej 24:1-27. Berikut ini uraiannya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I 2Sam. 7:18-19,24-29

  • 2Sam 7:18 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan Tuhan sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?
  • 2Sam 7:19 Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH.
  • 2Sam 7:24 Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya Tuhan, menjadi Allah mereka.
  • 2Sam 7:25 Dan sekarang, ya Tuhan Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.
  • 2Sam 7:26 Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: Tuhan semesta alam ialah Allah atas Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu.
  • 2Sam 7:27 Sebab Engkau, Tuhan semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu.
  • 2Sam 7:28 Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.
  • 2Sam 7:29 Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya."

Bacaan Mazmur Mzm. 132:1-2,3-5,11,12,13-14

  • Mzm 132:1 Nyanyian ziarah. Ingatlah, ya Tuhan, kepada Daud dan segala penderitaannya,
  • Mzm 132:2 bagaimana ia telah bersumpah kepada Tuhan, telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub:
  • Mzm 132:3 "Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, tidak akan berbaring di ranjang petiduranku,
  • Mzm 132:4 sesungguhnya aku tidak akan membiarkan mataku tidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap,
  • Mzm 132:5 sampai aku mendapat tempat untuk Tuhan, kediaman untuk Yang Mahakuat dari Yakub."
  • Mzm 132:11 Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: "Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu;
  • Mzm 132:12 jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu."
  • Mzm 132:13 Sebab Tuhan telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:
  • Mzm 132:14 "Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.

Bacaan Injil Mrk. 4:21-25

  • Mrk 4:21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
  • Mrk 4:22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
  • Mrk 4:23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
  • Mrk 4:24 Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
  • Mrk 4:25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

Bacaan Ofisi Kej 24:1-27

  • Kej 24:1 Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati Tuhan dalam segala hal.
  • Kej 24:2 Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: "Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku,
  • Kej 24:3 supaya aku mengambil sumpahmu demi Tuhan, Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam.
  • Kej 24:4 Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang isteri bagi Ishak, anakku."
  • Kej 24:5 Lalu berkatalah hambanya itu kepadanya: "Mungkin perempuan itu tidak suka mengikuti aku ke negeri ini; haruskah aku membawa anakmu itu kembali ke negeri dari mana tuanku keluar?"
  • Kej 24:6 Tetapi Abraham berkata kepadanya: "Awas, jangan kaubawa anakku itu kembali ke sana.
  • Kej 24:7 Tuhan, Allah yang empunya langit, yang telah memanggil aku dari rumah ayahku serta dari negeri sanak saudaraku, dan yang telah berfirman kepadaku, serta yang bersumpah kepadaku, demikian: kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ini?Dialah juga akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu, sehingga engkau dapat mengambil seorang isteri dari sana untuk anakku.
  • Kej 24:8 Tetapi jika perempuan itu tidak mau mengikuti engkau, maka lepaslah engkau dari sumpahmu kepadaku ini; hanya saja, janganlah anakku itu kaubawa kembali ke sana."
  • Kej 24:9 Lalu hamba itu meletakkan tangannya di bawah pangkal paha Abraham, tuannya, dan bersumpah kepadanya tentang hal itu.
  • Kej 24:10 Kemudian hamba itu mengambil sepuluh ekor dari unta tuannya dan pergi dengan membawa berbagai-bagai barang berharga kepunyaan tuannya; demikianlah ia berangkat menuju Aram-Mesopotamia ke kota Nahor.
  • Kej 24:11 Di sana disuruhnyalah unta itu berhenti di luar kota dekat suatu sumur, pada waktu petang hari, waktu perempuan-perempuan keluar untuk menimba air.
  • Kej 24:12 Lalu berkatalah ia: "Tuhan, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham.
  • Kej 24:13 Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air.
  • Kej 24:14 Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum?dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu."
  • Kej 24:15 Sebelum ia selesai berkata, maka datanglah Ribka, yang lahir bagi Betuel, anak laki-laki Milka, isteri Nahor, saudara Abraham; buyungnya dibawanya di atas bahunya.
  • Kej 24:16 Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik.
  • Kej 24:17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: "Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu."
  • Kej 24:18 Jawabnya: "Minumlah, tuan," maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum.
  • Kej 24:19 Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: "Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum."
  • Kej 24:20 Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah untuk semua unta orang itu.
  • Kej 24:21 Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah Tuhan membuat perjalanannya berhasil atau tidak.
  • Kej 24:22 Setelah unta-unta itu puas minum, maka orang itu mengambil anting-anting emas yang setengah syikal beratnya, dan sepasang gelang tangan yang sepuluh syikal emas beratnya,
  • Kej 24:23 serta berkata: "Anak siapakah engkau? Baiklah katakan kepadaku! Adakah di rumah ayahmu tempat bermalam bagi kami?"
  • Kej 24:24 Lalu jawabnya kepadanya: "Ayahku Betuel, anak Milka, yang melahirkannya bagi Nahor."
  • Kej 24:25 Lagi kata gadis itu: "Baik jerami, baik makanan unta banyak pada kami, tempat bermalampun ada."
  • Kej 24:26 Lalu berlututlah orang itu dan sujud menyembah Tuhan,
  • Kej 24:27 serta berkata: "Terpujilah Tuhan, Allah tuanku Abraham, yang tidak menarik kembali kasih-Nya dan setia-Nya dari tuanku itu; dan Tuhan telah menuntun aku di jalan ke rumah saudara-saudara tuanku ini!"

Renungan Harian Katolik Kamis 29 Januari 2026

Ada sebuah kisah tentang seorang buta yang membawa pelita saat berjalan tengah malam. Tangan kirinya memegang pelita yang menyala, sementara tangan kanannya memegang tongkat yang menuntunnya.

Orang yang berpapasan dengan dia dan melihat hal itu menjadi heran dan bertanya: Apa perlunya membawa pelita? Bukankah ia sendiri tidak dapat melihat? Orang buta itu menjawab bahwa pelita tersebut bukan untuk dirinya, melainkan untuk orang lain yang kebetulan berpapasan dan tidak membawa penerang, agar tidak terjadi tabrakan.

Bacaan Injil hari ini berbicara tentang pelita yang menyala dan ditempatkan di atas kaki dian. Supaya pelita yang menyala dapat menerangi ruangan, pelita itu memang harus ditempatkan di atas kaki dian dan di tempat yang tinggi, bukan di lantai, apalagi di bawah tempat tidur.

Sebab, sama seperti lilin, pelita dinyalakan bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk pihak-pihak lain. Di tempat lain, kepada para murid-Nya, Yesus bersabda, "Kamu adalah garam dan terang dunia."

Dengan tegas, Yesus berkata bahwa menjadi murid-Nya itu harus menjadi seperti garam dan terang. Garam memberi rasa enak agar makanan tidak menjadi hambar, sedangkan terang memberi cahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Garam tidak dipakai untuk mengasinkan dirinya sendiri. Lilin atau pelita juga tidak dipakai untuk menerangi dirinya sendiri. Sama seperti Kristus, menjadi murid Kristus artinya harus berani memberikan dirinya bagi sesama dan alam semesta.

Murid-murid Kristus tidak boleh egois, hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Meski kita adalah kelompok minoritas di tengah-tengah masyarakat, kita tetap diharapkan dapat menjadi garam dan terang bagi dunia.

Doa Katolik Hari Ini

Allah yang kekal dan kuasa, terangilah kiranya bangsa-bangsa yang meringkuk dalam kegelapan maut. Sinarilah mereka dengan terang cahaya-Mu, yang telah terbit laksana fajar cemerlang, yaitu Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Kamis, 29 Januari 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 29 Januari 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 29 Januari 2026 mengangkat refleksi tentang garam dan terang dunia.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 29 Januari 2026?

Bacaan Injil Katolik 29 Januari 2026 adalah Markus 4 mulai dari ayat 21 sampai 25.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 29 Januari 2026?

Dalam renungan harian Katolik 29 Januari 2026, kita juga merenungi kisah Santo Gildas Yang Bijaksana (Pengaku Iman) dan Beato Joseph Freinademetz (Imam).




(sto/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads