Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul mencatat ada enam kasus kematian ternak akibat terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di bulan Januari. Alhasil, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memberikan tali asih kepada peternak sebagai tambahan modal membeli ternak.
"Bulan Januari ini ada enam kasus PMK dan dari enam kasus itu mati semua akibat terpapar PMK," kata Kabid Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul, Retno Widyastuti kepada wartawan di Bleberan, Playen, Gunungkidul, Rabu (28/1/2026).
Keenam ekor ternak itu merupakan sapi. Sedangkan sebaran PMK di Gunungkidul kebanyakan berada di Kapanewon Nglipar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk tindak lanjutnya, kami sudah menggencarkan vaksinasi ternak dan saat ini masih berlanjut. Saat ini sudah lebih dari 1.000 dosis vaksin yang disuntikkan ke ternak," ujarnya.
Selain itu, DPP Gunungkidul juga telah meminta kepada pemilik kandang sapi untuk melakukan gerakan bersih kandang. Setelah pembersihan kandang, Retno meminta agar melakukan disinfeksi secara berkala.
Baca juga: PMK Muncul Lagi di Bantul, 14 Sapi Terpapar |
"Lalu beri pakan yang baik untuk ternak agar tidak gampang sakit dan kalau sudah sehat baru divaksin," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan menyikapi adanya enam ekor sapi mati karena PMK, Pemkab telah memberikan bantuan kepada peternak.
Bantuan itu mengacu Perbup No.10 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Kompensasi dan/atau Bantuan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular dan Tata Cara Pemberian Kompensasi Hewan Sehat Akibat Depopulasi.
"Enak peternak yang sapinya mati karena PMK sudah kita berikan tali asih hari ini, besarannya bervariasi menyesuaikan umur ternak," katanya.
Selain itu, peternak yang ternaknya mengalami gejala PMK atau penyakit menular lainnya bisa langsung mengakses lapor dok atau laporan konsultasi hewan ternak. Selain itu, peternak bisa mengakses https://bit.ly/LaporDokterHewan jika tidak bisa melakukan scan barcode.
"Nantinya akan dibagikan juga stiker barcode ke peternak untuk memudahkan peternak konsultasi dengan Dinas Pertanian (DPP). Jadi ternak yang terpapar penyakit menular bisa langsung tertangani," ujarnya.
(afn/apl)












































Komentar Terbanyak
Dua Jambret di Sleman Tewas Nabrak Saat Kabur, Pengejar Malah Jadi Tersangka
Penjelasan Polisi soal Warga Sleman Jadi Tersangka Usai Kejar-Pepet Jambret
Heboh Mbak Rara Pawang Diusir Saat Prosesi Labuhan, Ini Kata Keraton Jogja