BMKG: Gempa Pacitan dan Bantul Tak Terkait, Masyarakat Jangan Panik

BMKG: Gempa Pacitan dan Bantul Tak Terkait, Masyarakat Jangan Panik

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Selasa, 27 Jan 2026 16:29 WIB
Ilustrasi gempa
Ilustrasi gempa Bantul. (Foto: Getty Images/kickers)
Sleman -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 berpusat di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kepala Stasiun Geofisika Sleman Ardhianto Septiadhi menjelaskan gempa Bantul ini tidak ada kaitannya dengan gempa Pacitan yang terjadi beberapa jam sebelumnya.

"Gempa dengan sumber yang berbeda. Jadi tidak berkaitan," kata Ardhianto kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

Ardhianto menjelaskan sumber gempa bermagnitudo 4,5 berpusat di daratan, tepatnya 16 km arah timur Bantul dengan kedalaman dangkal 11 km. Gempa tersebut disebabkan aktivitas Sesar Opak. Berbeda dengan gempa Pacitan yang terjadi pukul 08.20 disebabkan aktivitas lempeng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari sisi sumber gempa tersebut berbeda. Kalau di Bantul ini kan Sesar Opak. Kalau yang di Pacitan itu adalah aktivitas lempeng subduksi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meskipun gempa hari ini memicu guncangan yang cukup kuat, BMKG mencatat adanya tren penurunan aktivitas atau peluruhan energi. Hingga pukul 14.45 WIB, tercatat telah terjadi 23 kali gempa susulan.

"Sampai sekarang di pukul 14.45 sekarang satu jam setelah itu total adalah 23 kali kejadian dengan magnitudo berkisar 1 sampai 2 skala magnitudo. Dari pantauan kami kekuatannya meluruh atau mengecil," jelasnya.

Menurut Ardhianto, BMKG terus memantau sumber gempa aktif yang dipantau selama 24 jam. Dia mengatakan setiap hari sebenarnya ada gempa, namun tidak semua dirasakan masyarakat.

"Dari aktivitas pantauan kami rata-rata tiap minggu itu 100 sampai 150 kejadian gempa, namun itu yang dipantau oleh alat dan tidak semua dirasakan. Jadi hal yang wajar kalau kejadian gempa ini banyak karena memang kita tinggal di daerah yang banyak sumber gempa," ujarnya.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk tidak panik dan melakukan mitigasi bencana dengan tepat. Selain itu, dia mengingatkan masyarakat agar mencari tahu informasi yang tepat agar tidak tersesat oleh kabar bohong.

"Masyarakat tidak perlu panik. Jadi yang penting adalah bukan gempanya yang sering, tapi kita yang beradaptasi dan bermitigasi terhadap gempa. Tahu apa yang dilakukan pada saat gempa seperti drop, cover, and hold, dan tahu informasi mana yang benar dan tidak menyesatkan," pungkasnya.




(ams/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads