Apa Itu Virus Nipah yang Mewabah di India? Ini Gejala yang Harus Diwaspadai

Apa Itu Virus Nipah yang Mewabah di India? Ini Gejala yang Harus Diwaspadai

Nur Umar Akashi - detikJogja
Senin, 26 Jan 2026 17:54 WIB
Scientist analyzing nipah virus positive blood sample
Virus Nipah. (Foto: Getty Images/Manjurul)
Jogja -

Belum habis pemberitaan mengenai super flu, datang lagi kabar mewabahnya virus Nipah di India. Virus ini diketahui menyebabkan sekitar 100 orang masuk karantina di kawasan Bengal Barat. Sebenarnya, apa itu virus Nipah?

Dilansir laman World Health Organization (WHO), Nipah adalah virus zoonosis. Artinya, Nipah virus (NiV) ditularkan dari hewan yang terkontaminasi ke manusia, mirip Ebola yang menggegerkan Bumi pada tahun 2014-an.

Dalam sejarahnya, virus Nipah pertama kali terdeteksi pada tahun 1999 di Malaysia. Namun, kasus perdana 'serangan' virus Nipah ke manusia tercatat pada 2004 silam di Bangladesh. Kemudian, tahun 2018, virus Nipah dilaporkan menular dari manusia ke manusia lain di India.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sama seperti penyakit infeksi virus lain, kehadiran Nipah dalam tubuh ditandai dengan kemunculan sejumlah gejala. Apa saja? Berikut pembahasan lengkapnya.

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Virus Nipah termasuk golongan virus zoonosis, menular dari hewan ke manusia. Dalam perkembangannya, virus ini juga bisa disebarkan antarmanusia.
  • Di antara gejala virus Nipah adalah demam, sakit kepala, radang tenggorokan, dan sulit bernapas.
  • Belum ada vaksin virus Nipah sampai saat ini. Untuk mencegah infeksi, mencuci tangan, menghindari kontak dengan pasien, dan sederet tips lain perlu dilakukan.

Apa Saja Gejala Infeksi Virus Nipah?

Menurut penjelasan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, gejala virus Nipah bervariasi dari sedang hingga berat. Di antaranya adalah:

  1. Demam
  2. Sakit kepala
  3. Batuk
  4. Radang tenggorokan
  5. Sulit bernapas
  6. Ensefalitis
  7. Pembengkakan otak
  8. Rasa bingung
  9. Kantuk
  10. Kejang-kejang

Gejala-gejala virus ini biasanya dirasakan dalam waktu 3 sampai 14 hari. Ada kemungkinan pasien virus asal hewan ini mengalami koma dalam waktu 24-48 jam.

Bagaimana Cara Virus Nipah Menular?

Kembali dilihat dari WHO, inang alami virus Nipah adalah kelelawar buah, terkhusus dari genus Pteropus. Selain kelelawar, agen infeksi ini dapat ditemukan pada hewan-hewan ternak, seperti babi, kuda, kambing, dan domba. Pun hewan peliharaan macam anjing dan kucing berpotensi.

Sebagaimana sudah disinggung sekilas di atas, virus Nipah dapat menular dari hewan ke manusia. Misalnya, kelelawar terinfeksi memakan buah. Kemudian, buah itu dimakan orang. Penularan pun terjadi.

Kontak langsung dengan hewan yang menyimpan virus Nipah dalam tubuhnya juga mungkin menyebabkan penularan. Penyebaran awal dari hewan ke manusia ini dikenal dengan istilah spillover event.

Apakah mungkin menyebar antarmanusia? Mungkin saja. Pada tahun 2001 silam, penularan virus terjadi di kawasan rumah sakit. Tidak tanggung-tanggung, 75% kasus terjadi antara tenaga kesehatan dan pengunjung rumah sakit.

Dirujuk dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, pasien NiV yang berusia tua, berjenis kelamin pria, dan/atau memiliki masalah pernapasan lebih mungkin menularkan virus satu ini. Informasi ini didapat dari penelitian yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine.

Berdasarkan studi itu, hampir semua transmisi NiV berasal dari pasien berusia 45 tahun ke atas. Riset tersebut juga menemukan bukti bahwa pasien pria menyebarkan virus Nipah 8 kali lebih banyak ketimbang pasien wanita.

Apakah Virus Nipah Bisa Menyebabkan Kematian?

Disadur dari Bangkok Hospital, WHO memasukkan virus Nipah sebagai satu dari top 10 patogen modern yang berisiko menyebabkan wabah parah. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwasanya ada 100 kematian dari sekitar 300 kejadian infeksi NiV.

Tingkat fatalitas virus Nipah terbilang tinggi, yakni 40 sampai 75%. Meski begitu, persentasenya bisa bervariasi tergantung karakteristik wabah, kemampuan pengawasan epidemiologi suatu wilayah, dan ketersediaan manajemen klinis dan fasilitas kesehatan.

Praktis dikatakan, virus Nipah lebih berbahaya ketimbang sederet virus lain. Salah satunya adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang ada di angka 9,6%. Namun, masih kalah dibandingkan rabies yang fatality rate-nya mencapai 100%

Bagaimana Cara Mengobati Infeksi Virus Nipah?

Sayangnya, sampai sekarang, belum ada vaksin yang teruji klinis untuk mengatasi virus Nipah. Namun, dunia kedokteran terus bergerak maju untuk menciptakannya.

Berdasar laporan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), pada Desember 2025 kemarin, Universitas Oxford telah melakukan uji klinis fase II terhadap kandidat vaksin virus Nipah. Pengujian itu dilakukan di Bangladesh, bekerja sama dengan International Centre for Diarrhoeal Disease Research dan sejumlah pihak.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat virus mematikan ini datang? Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Communicable Diseases Agency (CDA) Singapura menyebut, pasien yang dicurigai terinfeksi akan diisolasi di ruangan khusus.

Barang-barang yang dipakai pasien bakal diperlakukan sebagai biohazard waste. Orang-orang terdekat yang berkontak dengan pasien perlu menjalani karantina untuk mencegah penyebaran.

Tips Mencegah Infeksi Virus Nipah

Ada beberapa tips yang dapat detikers aplikasikan sehari-hari untuk mengurangi kemungkinan infeksi virus Nipah. Diambil dari laman resmi Government of Canada, berikut poin-poin pentingnya:

  1. Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung bila bekerja di rumah jagal atau klinik hewan.
  2. Lindungi makanan dari kelelawar.
  3. Buang makanan dan minuman yang telah berkontak dengan hewan.
  4. Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi hewan. Contohnya, buah yang sedikit dimakan kelelawar.
  5. Selalu cuci bersih buah dan kupas sebelum mengonsumsinya.
  6. Jauhkan tangan dari area wajah.
  7. Jangan menggunakan alat makan atau minum yang sama dengan orang lain.
  8. Jaga jarak dengan pasien terinfeksi.
  9. Rutin bersihkan permukaan yang sering disentuh, seperti kenop pintu.
  10. Cuci tangan dengan sabun dan air secara berkala. Terutama setelah menjenguk rumah sakit.

Demikian pembahasan lengkap mengenai virus Nipah yang baru-baru mewabah di India. Semoga bermanfaat!



(sto/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads