Polisi Sisir CCTV Buru Pelaku Borgol-Aniaya Pria Sleman di Wates

Polisi Sisir CCTV Buru Pelaku Borgol-Aniaya Pria Sleman di Wates

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Jumat, 23 Jan 2026 15:37 WIB
Petugas melakukan olah TKP rumah yang diduga menjadi lokasi penganiayaan di Wates, Kulon Progo, Kamis (22/1/2026).
Petugas melakukan olah TKP rumah yang diduga menjadi lokasi penganiayaan di Wates, Kulon Progo, Kamis (22/1/2026). (Foto: dok. Polres Kulon Progo)
Kulon Progo -

Polisi memburu terduga pelaku yang menganiaya pria berinisial IF (31) asal Kabupaten Sleman di sebuah rumah daerah Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo. Saat ini sejumlah CCTV disisir untuk mengidentifikasi pelaku.

"Benar, petugas menyisir CCTV di sekitar lokasi untuk mengejar terduga pelaku," kata Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko saat dihubungi wartawan, Jumat (23/1/2026).

Sarjoko menjelaskan, selain memeriksa rekaman CCTV, polisi juga akan mengambil keterangan korban guna mengungkap duduk perkara peristiwa ini. Akan tetapi, untuk saat ini polisi masih belum bisa meminta keterangan korban karena masih dalam perawatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Duduk perkaranya masih dalam penyelidikan. Kemarin (korban dalam) perawatan di rumah sakit. Kami menunggu kesiapan yang bersangkutan," ucapnya.

Disinggung soal pria yang keluar dari rumah tersebut merupakan pelaku, Sarjoko masih belum bisa memastikan. Termasuk juga apakah pria tersebut merupakan kenalan atau keluarga korban masih diselidiki polisi.

ADVERTISEMENT

"Masih dalam penyelidikan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria berinisial IF (31) asal domisili Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman diduga menjadi korban penganiayaan di Kulon Progo. Korban ditemukan warga saat berlari meminta tolong dalam kondisi tangan terborgol, kaki terikat sebelah dan mengalami luka di bagian leher.

Kasi Humas Polres Kulon Progo Iptu Sarjoko saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Dia menjelaskan peristiwa yang menimpa IF itu dilaporkan terjadi pada Kamis (22/1) pagi. Adapun TKP peristiwa itu di salah satu rumah di Karangwuni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo.

Sarjoko menjelaskan, peristiwa itu bermula saat ada salah seorang warga yang mendengar teriakan orang minta tolong. Bersama salah satu warga lain, mereka mencari asal suara tersebut.

"Lalu korban keluar dari rumah melalui pintu depan rumah berteriak minta tolong dengan posisi tangan diborgol, kaki diikat tapi hanya sebelah dan masih bisa berlari kemudian mulut tertutup lakban yang saat itu sudah membuka," urainya.

Selain dalam kondisi kaki setengah terikat dan terborgol, korban mengalami luka di bagian leher. Warga bersama petugas langsung membawa korban ke fasilitas kesehatan.



(aku/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads