Penipuan dengan modus pesanan fiktif dan mencatut nama anggota Polda DIY menyasar katering di Jogja. Pihak Ditreskrimsus Polda DIY kemudian turun tangan menyelidiki kasus ini.
Kasus ini kemudian viral setelah diunggah di akun media sosial X @merapi_uncover pada Kamis (15/1) lalu. Disebutkan dalam keterangan postingan itu, pelaku mencatut institusi Polda DIY dan salah satu anggota Polda. Penipuan itu tidak hanya terjadi pada satu katering saja.
"Ijin share info untuk pelaku usaha di Jogja khususnya pelaku usaha Catering..
Bilamana ada pesanan ke POLDA DIY Atas nama AKBP SUGIHARTONO.
Dipastikan pesanan tersebut Hoax yaa. Hingga hari ini Sudah ada 4 Catering termasuk saya pribadi yang hampir terkena modus penipuan tersebut..
Kepastian informasi ini sudah saya pastikan langsung kepada Bapak AKBP SOEGIHARTONO dan sedang dalam proses pelaporan di Polda DIY," tulis dalam keterangan postingan itu seperti dilihat detikJogja, Rabu (21/1/2026).
Terkait kejadian itu, Kabag Bekum Rolog Polda DIY, AKBP Soegiharto, kemudian memberikan klarifikasi. Melalui video yang dibagikan oleh Bid Humas Polda DIY, Soegiharto mengatakan tidak pernah melakukan pesanan tersebut.
"Akan kami jelaskan terkait beberapa pesanan ke katering-katering di Yogyakarta yang mengatasnamakan saya, hal tersebut tidak benar, saya ulangi lagi hal tersebut tidak benar," kata Soegiharto, Rabu (21/1/2026).
"Kami pastikan selaku pribadi maupun mewakili Polda DIY kami sama sekali tidak pernah melakukan pemesanan ke katering-katering di Yogyakarta," tegasnya.
Dia kemudian meminta kepada masyarakat agar waspada dengan modus-modus penipuan seperti ini. Terutama jika ada orang mengatasnamakan lembaga atau institusi Polri.
"Dengan pernyataan ini, kami juga berharap kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati jika ada orang mengatasnamakan lembaga atau institusi kami," ujarnya.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena SW, mengatakan kasus ini telah ditangani. Anggota Ditreskrimsus saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
"Kasus tersebut saat ini masih dalam lidik anggota Polda DIY," kata Verena.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, dalam peristiwa ini korban terlebih dahulu melakukan konfirmasi ke Polda DIY. Hal itu dilakukan setelah korban mendapat pesanan. Dari konfirmasi itu kemudian diketahui bahwa pesanan tersebut fiktif.
"Jadi katering ini melakukan kroscek ke Polda DIY, sehingga terhindar dari kerugian," pungkasnya.
