Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogja turun tangan untuk melacak jejak diduga macan di Semanu, Gunungkidul. Berikut sederet upaya yang dilakukan.
Pasang 3 Camera Trap
BKSDA Jogja telah memasang tiga unit camera trap di sekitar lokasi kemunculan jejak diduga macan di Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul. Upaya itu untuk memastikan jenis satwa yang meninggalkan jejak yang bikin heboh tersebut.
Pantauan detikJogja, Selasa (20/1), petugas tampak sedang memasang camera trap di salah satu pohon dekat lokasi kemunculan jejak diduga macan. Kemudian petugas bergerak ke area perbukitan untuk memasang kamera yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami coba untuk memasang tiga unit kamera trap di tiga titik yang kemungkinan kemarin warga sini melihat macan tersebut," kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Jogja, Taufan Kharis, di Panggul Kulon, Semanu, Gunungkidul, Selasa (20/1/2026).
BKSDA Jogja memasang camera trap di lokasi kemunculan jejak diduga macan di Semanu, Gunungkidul, Selasa (20/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja |
Dipasang 2 Pekan
Taufan menjelaskan, camera trap itu akan dipasang sekitar dua pekan. Setelah itu, petugas akan datang secara berkala untuk memeriksa hasil tangkapan kamera itu.
"Kita coba pasang sekitar dua pekan. Nanti setiap pekan kita coba pantau lagi apakah benar ada macan atau memang satwa lainnya," ujarnya.
Taufan mengatakan camera trap tersebut berfungsi untuk pemantauan satwa liar. Dia bilang kamera itu merekam gambar melalui sensor gerak dan panas.
"Harapannya lokasi-lokasi yang kita pasang dapat kita ketahui satwanya seperti apa agar masyarakat juga tenang," ucapnya.
Bahas Tindak Lanjut
Terkait hasil pemasangan camera trap, Taufan mengatakan nantinya akan berlanjut dengan pembahasan di BKSDA. Hasil dari pembahasan itu nantinya menentukan tindak lanjut dari BKSDA seperti apa.
"Biasanya kalau dari kami di lapangan data yang sudah ada, satwa seperti apa kita konsolidasikan dengan rapat di BKSDA. Jika itu satwa liar akan ada proses-proses selanjutnya, tapi kalau memang satwa tidak meresahkan seperti anjing atau kucing biasa gitu kita sosialisasikan ke masyarakat," katanya.
Jejak Diduga Macan Muncul Lagi
Diberitakan sebelumnya, warga Panggul Kulon kembali digegerkan dengan kemunculan jejak diduga macan di lokasi yang sama, tepatnya di proyek pembangunan pondok pesantren (ponpes).
Warga Panggul Kulon sekaligus pekerja proyek, Heru Purwanto (56), mengaku mendapat informasi dari rekan kerjanya terkait kemunculan jejak diduga macan di sekitar proyek.
"Kebetulan hari ini saya tidak masuk kerja dan teman saya mengabari kalau ada temuan jejak macan lagi, untuk kejadiannya pukul 07.30 WIB," kata Heru saat dihubungi detikJogja, Senin (12/1/2026).
Heru melanjutkan jumlah jejak diduga macan kali ini lebih banyak ketimbang saat temuan pertama. Selain itu, jarak antar-jejak sekitar satu meter.
"Untuk yang kedua ini jumlah jejaknya lebih banyak," ujarnya.
Heru pun semakin yakin jika jejak itu adalah jejak macan. Terlebih beberapa waktu lalu ada operator ekskavator yang melihat adanya macan di sekitar lokasi proyek pembangunan ponpes.
"Kemungkinan tetap macan, karena pernah kelihatan kok, dan ada orang yang lihat juga," ucapnya.
Akan tetapi, Heru memastikan kejadian kedua ini tidak membuat warga khawatir. Sebab, hewan diduga macan itu hanya mencari air untuk minum.
"Kemunculan jejak tidak mengganggu pekerjaan, dan kemungkinan macan itu mencari minum di tampungan air bersih sekitar proyek pembangunan Ponpes," katanya.
Sebelumnya, postingan video berupa penampakan jejak diduga harimau di proyek pembangunan pondok pesantren (ponpes) Semanu, Gunungkidul ramai di media sosial (medsos). Warga menduga jejak tersebut merupakan jejak harimau, dan sudah sering muncul saat musim kemarau.
Informasi soal kemunculan jejak diduga macan itu mencuat usai diunggah di media sosial pada Jumat (2/1) lalu. Dari keterangan pekerja bangunan di lokasi, kemunculan jejak diduga macan terlihat sejak akhir Desember 2025.
"Tiga hari yang lalu, pagi-pagi saya datang ke sini mau kerja lihat jejak harimau, itu jejaknya besar sekali seukuran telapak sapi. Tapi jejak itu sudah hilang karena kemarin kan hujan deras sekali," kata Heru Purwanto kepada wartawan di Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1).
Heru menyebut lokasi penemuan jejak berada di Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, tepat di sisi timur proyek pembangunan Ponpes. Heru juga mengungkapkan bahwa jejak tersebut merupakan jejak harimau.
"Kenapa saya yakin? Karena di sini selain harimau tidak ada jejak-jejak seperti itu, dan biasanya dia minum air bersih di sini (tampungan air hujan dekat proyek)," ujarnya.

