Jejak Diduga Macan Muncul Lagi di Semanu, Ini Hasil Pengecekan BKSDA

Jejak Diduga Macan Muncul Lagi di Semanu, Ini Hasil Pengecekan BKSDA

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Sabtu, 17 Jan 2026 10:35 WIB
Jejak Diduga Macan Muncul Lagi di Semanu, Ini Hasil Pengecekan BKSDA
Jejak diduga macan yang muncul lagi di proyek pembangunan pondok pesantren (ponpes) Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, Senin (12/1/2026). Foto: dok. warga Panggul Kulon
Gunungkidul -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogja telah mengecek kemunculan jejak diduga macan di proyek pembangunan pondok pesantren (ponpes) Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul. BKSDA masih sangsi jika itu adalah jejak macan.

Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Jogja atau yang membawahi wilayah Gunungkidul, Pariah, telah mendatangi lokasi kemunculan jejak diduga macan di Semanu. Selanjutnya, BKSDA telah berkonsultasi dengan Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan dan Yayasan konservasi SINTAS Indonesia.

"Hasil pengecekan tim resort KSDA Gunungkidul kami konsultasikan ke Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik dan ke SINTAS, lalu diduga itu jejak anjing," katanya saat dihubungi detikJogja, Sabtu (17/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, semua itu memerlukan pembuktian. Oleh sebab itu, pada Jumat (16/1) kemarin, pihaknya melakukan koordinasi dengan Lurah Candirejo, Bhabinkamtibmas Kalurahan Candirejo, Polsek Semanu hingga kepala proyek ponpes.

ADVERTISEMENT

"Koordinasi itu terkait rencana pemasangan kamera trap untuk memastikan jenis satwa," ujarnya.

Selain itu, Pariah menyebut telah mencapai kesepakatan antarpihak terkait pemasangan kamera trap. Bahkan, Pariah memastikan pemasangan kamera itu akan segera dilakukan.

"Hasil koordinasi tercapai kesepakatan akan dipasang beberapa kamera trap pada lokasi-lokasi yang sudah kami tentukan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, BKSDA Jogja belum bisa memastikan apakah dua kali kemunculan jejak di proyek pembangunan Ponpes Semanu, Gunungkidul apakah benar jejak macan atau bukan. Karena itu, BKSDA mengaku segera melakukan pengecekan.

"Kalau itu (jejak diduga macan di Gunungkidul) belum bisa dipastikan apakah jejak macan atau bukan," kata Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan (PEH)BKSDA Jogja, Kusmardiastuti saat dihubungi detikJogja, Selasa (13/1).

Menurut Kusmardiastuti, untuk menentukan jenis jejak tersebut harus melalui pengukuran dan analisis. Karena itu, BKSDA akan mendatangi lokasi penemuan jejak tersebut.

"Nanti akan kami cek ke lokasi," ujarnya secara singkat.




(ams/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads