Militer Israel mengumumkan rencana untuk menyerang markas Hizbullan di Lebanon selatan. Mereka meminta warga sipil untuk meninggalkan Desa Sohmor di Lebanon selatan.
"Peringatan mendesak kepada penduduk Lebanon Selatan, khususnya di desa Sohmor," tulis juru bicara militer berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee, dilansir detikNews dari APF, Kamis (15/1/2026).
"Militer Israel akan menyerang infrastruktur militer teroris Hizbullah dalam waktu dekat untuk mengatasi upaya terlarang untuk membangun kembali aktivitasnya di wilayah tersebut," sambung Avichay.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengumumkan itu keluar usai militer Lebanon mengatakan telah melucuti senjata Hizbullah di selatan Sungai Litani. Namun, Israel menyebut upaya tersebut tidak cukup.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan gencatan senjata menyatakan dengan jelas, Hizbullah harus sepenuhnya dilucuti senjatanya.
Diketahui, Israel terus melakukan serangan reguler di Lebanon meskipun ada gencatan senjata November 2024. Pada hari Minggu (11/1), Kantor Berita Nasional (NNA) resmi Lebanon melaporkan serangkaian serangan Israel yang dinilai brutal.
Serangan terjadi di Jezzine, Mahmudiyeh, dan Al-Dimasqiyeh, serta "lebih dari 10 serangan" di Al-Bureij. Seluruh serangan itu berada di Lebanon selatan.
(afn/afn)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya