Menyambut hari Jumat terakhir bulan Rajab ada amalan yang bisa dilakukan oleh kaum muslim berupa memanjatkan doa kepada Allah SWT. Ada doa Jumat terakhir bulan Rajab dibaca 35 kali yang bisa diamalkan. Berikut bacaan lengkapnya.
Kapan Jumat terakhir bulan Rajab? Pertanyaan ini mungkin saja muncul di benak sejumlah kaum muslim. Apabila mengacu pada Kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jumat terakhir Rajab di tahun ini jatuh pada tanggal 27 Rajab 1447 H yang apabila dikonversikan ke dalam penanggalan Masehi bertepatan dengan hari Jumat, 16 Januari 2026.
Tanggal tersebut juga bersamaan dengan libur dalam rangka Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Di dalam Islam sendiri, hari Jumat termasuk waktu yang mulia bagi kaum muslim. Sebab, hari Jumat adalah waktu yang mulia di dalam Islam. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat hadits yang menukil dari buku 'Ensiklopedia Hadits Ibadah Shalat Sunnah dan Perkara Lain Mengenai Shalat' tulisan Syamsul Rijal Hamid, Rasulullah SAW bersabda:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari Jumat adalah tuan segala hari dan paling mulia di sisi Allah. Lebih mulia dari Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri. Pada hari Jumat Allah SWT menciptakan agama, Allah SWT menurunkan Nabi Adam AS ke bumi, dan mematikan Nabi AdamAS pada hari itu juga. Pada hari Jumat terdapat suatu saat jika seorang hamba mohon kepada-Nya niscaya dikabulkan selama tidak meminta yang haram, dan ada satu saat di mana malaikat, langit, bumi, angin, gunung, dan pepohonan semuanya memohon belas kasihan." (HR. Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Ahmad dari jalur Sa'ad bin Ubadah, r.a.)
Tidak hanya hari-hari Jumat biasanya, Jumat terakhir bulan Rajab bagi sebagian kalangan muslim juga dianggap sebagai waktu yang mulia. Hal inilah yang membuat tidak sedikit muslim berlomba-lomba mengerjakan amalan baik yang ditujukan semata-mata kepada Allah SWT. Termasuk membaca doa Jumat terakhir bulan Rajab.
Poin Utamanya:
- Salah satu amalan yang dikenal adalah membaca lafaz "Ahmadu rasûlullâhi muhammadun rasûlullâh" sebanyak 35 kali saat khatib di mimbar, yang diyakini membawa keberkahan dan kelapangan rezeki selama setahun.
- Jumat terakhir Rajab juga dianjurkan diisi dengan istighfar 70 kali , tasbih tanggal 21-30 Rajab , serta doa tanggal 27 Rajab sebagai bentuk persiapan spiritual menyambut bulan Syaban.
- Hari Jumat dikenal sebagai waktu mustajab berdoa, sementara akhir bulan Rajab menjadi momen yang tepat memohon keberkahan untuk Syaban dan Ramadhan sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah SAW.
Doa Jumat Terakhir Bulan Rajab Dibaca 35 Kali
Terdapat berbagai versi bacaan doa Jumat terakhir bulan Rajab yang bisa diamalkan oleh kaum muslim. Salah satunya adalah doa yang dibaca sebanyak 35 kali. Di dalam buku '71 Doa Harian: Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap' tulisan KHM Yusuf Chudlori, saat seorang khatib berada di atas mimbar, maka dapat membaca dalam hati doa Jumat terakhir bulan Rajab sebanyak 35 kali.
Apabila melakukannya niscaya akan mendapatkan rezeki yang tiada terputus dari tangannya selama satu tahun lamanya. Berikut bacaan doa yang dimaksud:
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله
Ahmadu rasûlullâhi muhammadun rasû-lullah.
Artinya: "Ahmad adalah utusan Allah, Muhammad adalah utusan Allah." (Nuzhah al-Majalis).
Doa Jumat Terakhir Bulan Rajab Lainnya
Selain doa tadi, ada juga sejumlah bacaan doa lainnya yang bisa diamalkan di hari Jumat terakhir bulan Rajab. Doa yang dimaksud adalah tasbih tanggal 21-30 Rajab, istighfar 70 kali bulan Rajab, hingga doa tanggal 27 Rajab. Hal ini mengingat Jumat terakhir bulan Rajab di tahun ini bertepatan dengan tanggal 27 Rajab. Masih dinukil dari buku yang sama, adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut.
1. Istighfar 70 Kali Bulan Rajab
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Allahumaghfir li warhamni wa tub 'alayya.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku dan terimalah tobatku."
2. Tasbih Tanggal 21-30 Rajab
سُبْحَانَ اللهُ الرَّوْوْفِ
Subhanallahir-ra'ûf.
Artinya: "Mahasuci Allah Yang Maha Belas Kasih."
3. Doa Tanggal 27 Rajab
اللَّهُمَّ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِيِّينَ وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِي الْحَزِيْنَ وَتُحِيْبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
Allahumma bi musyahadati asrâril-muhib-bina wa bil-khalwatil-latî khashshashat biha sayyidal-mursalîna hîna asraita bihî lailatas-sabi'iwal-'isyrîna antarhamaqalbiyal-hazîna wa tujiba da'watî yâ akramal-akramin.
Artinya: "Ya Allah, dengan kesaksisan rahasia-rahasia para pencinta, dan dengan khalwat (kesendirian) yang Engkau khususkan bagi pemimpin para Rasul ketika Engkau isra'-kan pada malam 27 Rajab, aku memohon Engkau kabulkan doaku, wahai Yang paling Pemurah dari segala yang pemurah."
Doa Akhir Bulan Rajab Menyambut Datangnya Syaban
Selain membaca doa di hari Jumat terakhir bulan Rajab maupun 27 Rajab secara lebih spesifik, terdapat juga sebuah bacaan doa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dinukil dari buku karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid yang bertajuk 'Kalender Ibadah Sepanjang Tahun', terdapat sebuah doa yang diamalkan oleh Rasulullah SAW saat menyambut datangnya bulan Rajab. Doa tersebut beliau panjatnya agar diberikan keberkahan di bulan Syaban hingga Ramadhan.
Sebab, setelah bulan Rajab berakhir, terdapat bulan Syaban dan Ramadhan yang bisa disambut dengan penuh makna oleh umat Islam. Di dalam sebuah riwayat hadits disampaikan:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ رَجَبُ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.
Artinya: "Sesungguhnya, Nabi SAW apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa, 'Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan'." (HR. Bukhari)
Kendati doa tersebut diamalkan dalam menyambut datangnya Rajab, tidak ada salahnya bagi kaum muslim turut membacanya di hari terakhir bulan Rajab. Termasuk memohon agar Allah SWT memberikan berkah di bulan-bulan selanjutnya, yang dalam hal ini adalah Syaban dan Ramadhan. Adapun bacaan doanya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.
Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya: "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan."
Keutamaan Membaca Doa di Hari Jumat
Lantas, mengapa seorang muslim harus membaca doa di hari Jumat? Sejatinya, tidak terbatas hari Jumat saja, memanjatkan doa kepada Allah SWT bisa dilakukan kapan saja tanpa adanya batas waktu tertentu.
Meskipun begitu, hari Jumat yang telah dijelaskan sebelumnya sebagai hari yang mulia, diharapkan bisa memberikan keutamaan tersendiri bagi siapa saja yang melakukannya. Bahkan keutamaan berdoa di hari Jumat juga telah disampaikan dalam sejumlah riwayat hadits.
Menurut buku 'Doa Para Nabi dan Rasul' tulisan Nurul Huda, sepanjang hari Jumat termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:
"Pada hari Jumat itu, ada satu waktu yang apabila seorang hamba memohon sesuatu kepada Allah, maka akan diberikannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hal senada juga disampaikan dalam riwayat yang sama, dinukil dari buku 'Amalan Pembuka Rezeki' oleh Karya Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, yang menerangkan sebuah riwayat:
"Rasulullah SAW menyebutkan mengenai hari Jumat. Kemudian beliau bersabda, 'Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan yang ia minta'. Lalu, beliau mengisyaratkan dengan tangannya mengenai sebenarnya waktu tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kemudian seperti halnya telah dijelaskan sebelumnya, terdapat riwayat lain yang menyebut tentang kemuliaan hari Jumat. Masih mengacu dari buku 'Doa Para Nabi dan Rasul', Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Hari Jumat adalah tuan segala hari dan paling mulia di sisi Allah. Lebih mulia dari Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri. Pada hari Jumat, Allah SWT menciptakan agama, Allah SWT menurunkan Nabi Adam AS ke bumi dan mematikan Nabi Adam AS pada hari itu juga. Pada hari Jumat terdapat suatu saat jika seorang hamba mohon kepada-Nya niscaya dikabulkan selama tidak meminta yang haram; dan ada satu saat di mana malaikat, langit, bumi, angin, gunung, dan pepohonan semuanya memohon belas kasihan." (HR. Ibnu Majah yang juga diriwayatkan oleh Ahmad dari jalur Sa'ad bin Ubadah r.a.)
Mengingat masih ada kesempatan untuk mengisi hari-hari terakhir bulan Rajab dengan berbagai amalan, maka hendaknya kaum muslim melakukannya dengan tujuan mendapatkan kebaikan dan pahala dari Allah SWT. Semoga informasi doa Jumat terakhir bulan Rajab ini membantu, ya.
(sto/sto)












































Komentar Terbanyak
Adik Pasang Badan buat Denada, Pertanyakan Tanggung Jawab Ayah Ressa
5 Hal Tentang Mahasiswa Unisa Jogja Aniaya Pacar Terancam DO
Kata Menko Airlangga soal Iuran Board of Peace: Kita Bayar kalau Sudah Damai