Protes Jalan Tempel-Dekso Rusak, Warga Tanami Pisang-Pasang Spanduk

Protes Jalan Tempel-Dekso Rusak, Warga Tanami Pisang-Pasang Spanduk

Adji G Rinepta - detikJogja
Minggu, 11 Jan 2026 14:01 WIB
Protes Jalan Tempel-Dekso Rusak, Warga Tanami Pisang-Pasang Spanduk
Spanduk-spanduk protes dan pohon pisang yang ditanam warga Tangisan Sleman di ruas jalan Tempel-Dekso, Minggu (11/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja.
Sleman -

Warga Tangisan, Banyurejo, Sleman melakukan aksi protes terhadap rusaknya ruas jalan Tempel-Dekso, Tangisan. Aksi yang dilakukan yakni dengan memasang beberapa spanduk protes hingga menanam pohon pisang di lubang jalan.

Pantauan detikJogja di ruas jalan Tempel-Dekso, Tangisan terlihat rusak terutama. Di sisi kanan kiri jalan. Lubang-lubang menganga digenangi air hujan, salah satu lubang tampak berdiri pohon pisang dan sebagian lainnya diisi batu-batu.

Salah satu warga Tangisan, Jauhari (45), mengatakan rusaknya ruas jalan ini selain karena air hujan, juga karena kerap dilewati kendaraan-kendaraan raksasa proyek tol yang berada tak jauh dari dusun tangisan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rusaknya sampe jalan Tempel itu. Sekarang kan truk lewatnya sini terus, truk besar, apalagi truk yang bawa alat berat untuk jalan Tol itu," ungkap Jauhari saat ditemui di dusun Tangisan, Minggu (11/1/2026).

"Iya sering (terjadi kecelakaan), kemarin yang terakhir itu L300 bawa perabot itu sempat dua kali, rusak semua. Motor ada juga," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Spanduk-spanduk protes dan pohon pisang yang ditanam warga Tangisan Sleman di ruas jalan Tempel-Dekso, Minggu (11/1/2026).Spanduk-spanduk protes dan pohon pisang yang ditanam warga Tangisan Sleman di ruas jalan Tempel-Dekso, Minggu (11/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja

Kata Jauhari, warga sudah berusaha menghubungi pihak-pihak terkait untuk segera memperbaiki jalan yang rusak. Namun hingga kini tidak kunjung ada tindakan yang sesuai harapan. Akhirnya, aksi protes pun dilakukan.

"Sering (menyampaikan), sudah beberapa kali, pernah (diunggah) di Instagram juga, tapi belum ada tindak lanjut, cuma ditambal-tambal aja. Ke kelurahan juga pernah, tapi info dari PU atau mana itu kalau jalan tol belum selesai ya belum (diperbaiki). Paling cuma ditambal," paparnya.

"Kemarin sore (masang spanduk dan debok pisang), saking gregeten," ungkap Jauhari.

Dihubungi terpisah, Bupati Sleman Harda Kiswaya, mengatakan jalan tersebut berstatus jalan provinsi yang mana kewenangannya berada di Pemda DIY. Meski begitu, pihaknya besok tetap akan melakukan penanganan sementara.

"Saya sudah koordinasi dengan PU Provinsi, jadi besok Senin inisiatif dari kabupaten akan menambal terlebih dahulu, status jalannya itu milik provinsi," jelas Harda saat dihubungi, hari ini.

"Langsung gerak cepat penanganan sementara. Jangka panjang tetap koordinasi dengan provinsi dan pihak tol, karena itu perlintasan proyek tol dan memang ada perbaikan setelahnya jika proyek tol selesai. Maka ini inisiatif dulu dari Pemkab untuk perbaikan besok Senin. Kalau tidak ada agenda saya akan meninjau langsung besok Senin," pungkasnya.

Spanduk-spanduk protes dan pohon pisang yang ditanam warga Tangisan Sleman di ruas jalan Tempel-Dekso, Minggu (11/1/2026).Spanduk-spanduk protes dan pohon pisang yang ditanam warga Tangisan Sleman di ruas jalan Tempel-Dekso, Minggu (11/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads