Masjid di Gunungkidul Korban Prank Donatur Tolak Donasi Bersyarat

Masjid di Gunungkidul Korban Prank Donatur Tolak Donasi Bersyarat

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Kamis, 08 Jan 2026 16:02 WIB
Masjid di Gunungkidul Korban Prank Donatur Tolak Donasi Bersyarat
Pembangunan talut dan pondasi cakar ayam Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja.
Gunungkidul -

Pengurus Masjid Al Huda di Gari, Wonosari, Gunungkidul masih membuka donasi untuk pembangunan masjid tersebut. Pengurus hanya menerima donasi tanpa syarat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Huda, Budi Antoro, mengatakan hingga saat ini masih membuka donasi untuk pembangunan masjid. Selain donasi berupa uang, ada juga donatur yang memberikan bantuan berupa material bangunan.

"Kalau untuk sementara, tadi malam itu ada sekitar Rp 110 juta, itu berbentuk uang. Selain itu ada semen sejumlah 117 sak dan untuk yang lain belum ada lagi," katanya kepada detikJogja, Kamis (8/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pria yang juga Ketua II Takmir Masjid Al Huda ini, pihaknya akan terus membuka donasi hingga pembangunan masjid selesai. Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan ke depannya pengurus masjid memberlakukan aturan khusus terkait penerimaan donasi.

ADVERTISEMENT

"Jadi Rabu (7/1) malam kami rapat besar bersama tokoh masyarakat dan Lurah Gari, hasilnya untuk donasi yang masuk kita mengambil kesimpulan kalau kita menerima donasi yang tidak bersyarat," tegasnya.

Budi menambahkan, donasi tanpa syarat yakni donasi yang diberikan tanpa adanya keinginan dari donatur untuk meminta sesuai sebagai imbal baliknya. Seperti pemasangan prasasti saat pembangunan Masjid Al Huda selesai. Pasalnya, ada salah satu yayasan yang hendak berdonasi namun ingin mencantumkan prasasti pada masjid jika sudah selesai pembangunannya.

"Kalau ada donasi dari yayasan dan ingin memasang prasasti tidak diterima. Intinya kita tetap terima donasi tapi bersifat tidak mengikat dan bersyarat," ucapnya.

Di sisi lain, Budi menyebut saat ini tahapan pembangunan Masjid Al Huda terus berlangsung. Di mana tahapan pembangunan masih berkutat pada pembuatan talud.

"Saat ini pembangunan masih tahap menyelesaikan talud," katanya.

Terkait target penyelesaian pembangunan Masjid, Budi mengaku kemungkinan akan memakan waktu yang cukup lama. Mengingat sesuai rancangan anggaran biaya (RAB) membutuhkan Rp 1,8 miliar.

"Untuk target selesai kapan, bisa 1, 1,5 bahkan bisa 2 tahun. Tapi yang penting pembangunan masjid ini tetap jalan terus," ujarnya.




(apl/afn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads