Nasib Warga Gari Wonosari Usai Masjid Dibongkar gegara Donatur PHP

Nasib Warga Gari Wonosari Usai Masjid Dibongkar gegara Donatur PHP

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 05 Jan 2026 19:57 WIB
Nasib Warga Gari Wonosari Usai Masjid Dibongkar gegara Donatur PHP
Kondisi Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul yang rata dengan tanah. (Foto: Dok. Masjid Al Huda Gari.)
Gunungkidul -

Pengurus Masjid Al Huda di Gari RT.02 RW.11 Gari, Wonosari, Gunungkidul menyebut ratusan umat muslim yang beribadah di musala-musala usai Masjid tersebut rata dengan tanah. Selain itu, pengurus Masjid mengungkapkan alasan percayanya dengan donatur penipu.

Ketua II Takmir Masjid Al-Huda, Gari, Budi Antoro mengatakan, bahwa akibat penipuan donatur pembangunan Masjid Al Huda, berdampak pada kegiatan umat Muslin di sana yang bergeser ke Musala. Mengingat di Pedukuhan Gari hanya ada satu Masjid, dan itupun saat ini sudah rata dengan tanah.

"Di (Pedukuhan) Gari ada 320 KK (Kepala keluarga) dengan jumlah 850 jiwa yang saat ini beribadah di musala-musala kecil, semuanya umat muslim. Kenapa? Karena di Gari hanya memiliki satu Masjid saja," katanya kepada detikJogja, Senin (5/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Budi, semua itu hanya berlangsung sementara saja. Mengingat saat ini pihaknya mulai mencari donatur lain. Alhasil, saat ini Masjid Al Huda telah memiliki satu donatur, meski donasinya tidak banyak.

"Dan kami juga membuka donasi melalui rekening Masjid Al Huda di Bank BRI dengan nomor 698701029410535," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Budi mengungkapkan alasan pengurus Masjid Al Huda sebelumnya mempercayai dua orang yang menjanjikan adanya donatur pembangunan Masjid yang ternyata menipu. Menurutnya, salah satu alasannya karena satu dari dua orang itu merupakan warga Gari.

"Kalau itu (yang membuat percaya dua orang datang menjanjikan jadi donatur pembangunan Masjid) salah satunya warga kita sendiri," ujarnya.

Penyebab Masjid Diratakan

Diberitakan sebelumnya, Masjid Al Huda di Gari RT.02 RW.11 Gari, Wonosari, Gunungkidul menjadi korban penipuan dengan modus menjanjikan pembangunan dari donatur. Saat ini masjid tersebut rata dengan tanah dan harus mencari donatur lagi untuk membangunnya.

Ketua II Takmir Masjid Al-Huda, Gari, Budi Antoro mengatakan, pada bulan November ada dua orang pria yang masing-masing berasal dari Gari dan Ngawen mengkonfirmasi pengurus masjid terkait adanya pembangunan masjid. Selanjutnya, kedua orang tersebut menemui sesepuh dan takmir masjid tersebut dengan tujuan ingin membantu pembangunan masjid sampai 99 persen.

"Syaratnya masjid kami harus dibongkar, dan akhirnya dalam waktu dua hari masjid kami bongkar pada bulan November," katanya kepada detikJogja, Senin (5/1/2026).

Setelah pembongkaran itu, tidak ada lagi tindak lanjut dari kedua orang tersebut. Bahkan, tidak ada dana yang masuk untuk keperluan pembangunan Masjid Al Huda.

"Tapi tidak ada sama sekali, tidak ada dana masuk sama sekali setelah pembongkaran itu," ujarnya.

Budi juga mengungkapkan, bahwa saat itu timbul kejanggalan karena pihaknya tidak boleh mencari donatur lain.

"Pada waktu itu kami mau mencari donatur saja tidak boleh, karena 99 persen sudah dari sana. Sehingga kami tidak punya persiapan apapun," ucapnya.

Oleh sebab itu, Budi menghubungi kedua orang tersebut dan mendapatkan tanggapan. Dalam komunikasi itu, kedua orang itu memang hendak mendatangkan yayasan dan dari yayasan itu juga telah mendatanginya.

"Tapi kedatangan itu belum menentukan persetujuan, jadi baru survei lokasi sifatnya," katanya.

Seiring berjalannya waktu, pengurus Masjid Al Huda bisa berkomunikasi dengan yayasan. Hasilnya, pihak yayasan mengaku belum bisa menjadi donatur karena untuk memutuskannya memerlukan persetujuan dari pimpinan yayasan.

"Kemudian karena kami sudah berkomunikasi langsung dengan yayasan, mereka menyatakan tadinya berminat menjadi donatur tapi mereka tidak bisa memutuskannya sendiri karena harus ada persetujuan dari komisaris dan pengurus lain. Lalu bulan Desember dihubungi kalau pengajuan kita tidak disetujui," ujarnya.

Di sisi lain, meski mengaku menjadi korban penipuan, Budi sama sekali tidak ingin memperpanjang permasalahan tersebut. Menurutnya, Allah SWT yang akan memberikan peringatan kepada dua orang penipu tersebut.

"Menurut saya tendensinya seperti apa tidak tahu, tapi yang jelas warga Gari merasa tertipu dengan mereka berdua. Saya juga sudah tidak komunikasi lagi, sudah saya ikhlaskan, Monggo mau seperti apa nanti yang akan memberikan peringatan Allah," katanya.

Terkait apakah akan melaporkan kejadian itu ke polisi, Budi mengaku tidak. Menurutnya semua itu akan dibalas oleh Allah SWT.

"Tidak (lapor polisi), kami tidak mau memperpanjang. Nanti biar Allah yang memberikan peringatan," ujarnya.




(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads